MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Euro Menguat Terhadap Dolar AS Di Tengah Optimisme Pasar

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
November 27, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 7 mins read
1.7k 18
0
Euro Menguat Terhadap Dolar AS Di Tengah Optimisme Pasar
420
SHARES
1.8k
VIEWS
ShareTweetSend

Fokus Pada Inflasi

Ledakan dalam industri manufaktur di AS saat ini menghadapi masalah real estat yang signifikan. Permintaan akan properti industri meningkat seiring dengan meningkatnya kegiatan manufaktur, yang mengakibatkan kenaikan harga properti industri yang signifikan. Hal ini membuat sulit bagi bisnis untuk menemukan lokasi yang sesuai dan terjangkau untuk operasinya. Masalah ini dapat menyebabkan pertumbuhan industri yang terhambat dan kesenjangan ekonomi yang semakin melebar.

Pergerakan pasangan mata uang EUR/USD ke arah yang lebih kuat dan naik ke dekat level tertinggi 12-bulan di sekitar 1,1120 dapat diartikan sebagai penguatan Euro terhadap Dolar AS. Ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kebijakan moneter Bank Sentral Eropa yang cukup akomodatif dan peningkatan optimisme pasar terkait pemulihan ekonomi zona euro.

Di sisi lain, Dolar AS sedang mengalami tekanan akibat kekhawatiran atas peningkatan kasus COVID-19 di AS dan juga kebijakan fiskal dan moneter yang terus diimplementasikan oleh pemerintah AS. Namun, pergerakan pasar selalu dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga perlu diingat bahwa nilai tukar mata uang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Trend positif mata uang Euro telah mendorong kenaikan pasangan mata uang EUR/USD ke level tertinggi baru di sekitar 1,1066 pada hari Kamis. Meningkatnya optimisme pasar terkait pemulihan ekonomi global, dipicu oleh stimulus fiskal dan moneter yang berkelanjutan serta keberhasilan dalam penanganan pandemi COVID-19 di beberapa negara, telah membantu mengangkat mata uang Euro dan aset-aset lainnya.

Kebijakan moneter yang akomodatif dari Bank Sentral Eropa, termasuk program pembelian obligasi berkelanjutan dan suku bunga yang rendah, juga dapat membantu mendorong kenaikan EUR/USD.

Pasangan mata uang EUR/USD telah mempertahankan sentimen bullish untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis dan terus diperdagangkan pada level-level yang terakhir terlihat sekitar setahun yang lalu. Penguatan EUR/USD ini terutama didorong oleh tekanan bearish pada Dolar AS, yang telah mengalami penurunan nilai sejak awal tahun ini.

Salah satu faktor yang mendorong penurunan Dolar AS adalah kebijakan moneter akomodatif dari Federal Reserve AS, yang telah menekan suku bunga AS dan membanjiri pasar dengan likuiditas. Penurunan Dolar AS semakin mempercepat setelah laporan Harga Produsen AS menunjukkan penurunan yang tak terduga sebesar 0,5% MoM di bulan Maret. Penurunan ini menandakan bahwa inflasi masih tetap rendah di AS, dan mendorong kekhawatiran pasar bahwa pemulihan ekonomi AS tidak secepat yang diharapkan.

Laporan Klaim Awal mingguan juga mempertahankan tren naik baru-baru ini, dengan jumlah klaim yang naik lebih dari yang diharapkan sebesar 239 ribu pada pekan yang berakhir pada 8 April. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja AS masih terhambat, dan dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve AS ke depannya.

Kedua faktor ini dapat memperkuat sentimen bearish terhadap Dolar AS dan membantu mendorong kenaikan pasangan mata uang EUR/USD. Pelemahan Dolar AS juga dapat menjadi tanggapan atas penurunan imbal hasil AS dalam jangka pendek dan belly kurva. Imbal hasil yang rendah dapat menurunkan daya tarik Dolar AS sebagai investasi dan memperkuat mata uang lain yang menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Ekspektasi kenaikan suku bunga 25 bp oleh Federal Reserve AS pada bulan Mei juga terpangkas setelah hasil AS menunjukkan tanda-tanda yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Kalender ekonomi domestik, angka inflasi final di Jerman menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) naik 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya, dan 7,4% secara tahunan hingga Maret. Kenaikan inflasi tahunan ini disebabkan oleh lonjakan harga energi dan komoditas global yang meningkat selama pandemi COVID-19.

Produksi industri di kawasan Eropa yang lebih luas tumbuh lebih dari yang diprakirakan sebesar 2,0% YoY di Februari. Kenaikan produksi ini menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi di Eropa setelah adanya lockdown dan pembatasan yang diberlakukan akibat pandemi COVID-19.

Faktor penting dalam membentuk sentimen pasar terhadap mata uang Euro. Kenaikan inflasi dapat menunjukkan bahwa Bank Sentral Eropa akan mulai menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, yang dapat memperkuat mata uang Euro. Sementara itu, pemulihan produksi industri dapat menunjukkan bahwa ekonomi Eropa sedang membaik, yang juga dapat memperkuat sentimen bullish pada Euro.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pergerakan EUR/USD dan pasar mata uang pada umumnya:


  1. Perkembangan pandemi COVID-19: Pandemi COVID-19 masih menjadi faktor yang mempengaruhi pasar mata uang, terutama dalam hal pemulihan ekonomi global dan kebijakan moneter dari bank sentral. Setiap berita atau perkembangan terbaru seputar pandemi dapat mempengaruhi sentimen pasar dan nilai tukar mata uang.
  2. Kebijakan moneter bank sentral: Kebijakan moneter bank sentral dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang. Bank Sentral Eropa, misalnya, telah menunjukkan kecenderungan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi di kawasan Eropa.
  3. Data ekonomi: Data ekonomi seperti angka inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap mata uang. Jika data ekonomi yang dirilis lebih baik dari yang diharapkan, ini dapat meningkatkan sentimen bullish pada mata uang dan sebaliknya.
  4. Kondisi geopolitik: Ketegangan geopolitik, seperti konflik dagang antara AS dan China atau ketegangan politik antara negara-negara Eropa, dapat mempengaruhi sentimen pasar dan nilai tukar mata uang.

Dinamika dolar AS dan kebijakan moneter bank sentral AS dan Eropa (The Fed-ECB) akan terus mempengaruhi pergerakan mata uang di pasar Mata Uang, termasuk EUR/USD.

Perbedaan Antara Kebijakan

Perbedaan antara kebijakan The Fed dan ECB dapat mempengaruhi arah pergerakan EUR/USD. Misalnya, jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga dan ECB mempertahankan kebijakan moneter akomodatif, maka EUR/USD dapat mengalami penurunan karena ada kecenderungan investor untuk beralih ke dolar AS yang menawarkan suku bunga yang lebih tinggi.

Namun, jika ECB memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebelum The Fed, maka EUR/USD dapat menguat karena investor akan cenderung membeli euro yang menawarkan suku bunga yang lebih tinggi. Selain itu, perubahan kebijakan fiskal di AS atau Eropa, seperti perubahan dalam tarif perdagangan atau pengeluaran fiskal, dapat mempengaruhi pergerakan EUR/USD.

Pejabat ECB yang hawkish telah mengungkapkan keinginan mereka untuk menaikkan suku bunga di masa depan, meskipun data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan di kawasan Euro. Namun, kebijakan moneter ECB tidak hanya bergantung pada data ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti inflasi dan stabilitas keuangan.

Pada bulan Maret 2022, inflasi di zona euro meningkat menjadi 2,1%, melampaui target inflasi ECB sebesar 2%. Oleh karena itu, beberapa pejabat ECB berpendapat bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dapat diperlukan untuk mencegah inflasi yang terlalu tinggi dan untuk menjaga stabilitas keuangan.

Masih terlalu dini untuk memprediksi kenaikan suku bunga ECB, karena kebijakan moneter bank sentral selalu bergantung pada kondisi ekonomi dan pasar yang berubah-ubah. ECB telah menegaskan bahwa kebijakan moneter yang akomodatif akan tetap diterapkan sampai inflasi mencapai target yang stabil dan berkelanjutan.

Meskipun beberapa pejabat ECB telah mengungkapkan keinginan mereka untuk menaikkan suku bunga, kebijakan moneter ECB akan selalu berada dalam lingkup data ekonomi, inflasi, dan stabilitas keuangan yang terbaru.

Peristiwa penting yang terjadi di kawasan euro minggu ini adalah tingkat inflasi final Jerman dan produksi industri di Uni Moneter Eropa. Keduanya dapat memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi kawasan euro dan dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter ECB.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ECB menghadapi tantangan dalam memutuskan siklus kenaikan suku bunga di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya dari pandemi dan ancaman inflasi yang meningkat. Dampak dari perang Rusia-Ukraina juga dapat memengaruhi prospek pertumbuhan dan inflasi di kawasan euro, yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter ECB.

Resiko inflasi menjadi mengakar di kawasan euro karena kenaikan harga energi dan bahan baku yang terus meningkat. ECB telah menyatakan bahwa mereka siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah inflasi yang terlalu tinggi dan menjaga stabilitas keuangan di kawasan euro.

Secara keseluruhan, faktor-faktor ini akan terus memengaruhi arah kebijakan moneter ECB dan kondisi ekonomi di kawasan euro, sehingga menjadi penting untuk mengikuti perkembangan yang terjadi di minggu dan bulan mendatang.

Grafik EURUSD Mingguan

EUR/USD, perlu diperhatikan resistensi dan support level teknikal. Breakout dari resistensi atau support level yang signifikan dapat mempengaruhi arah pergerakan harga. Level-Level EUR/USD yang harus diperhatikan adalah level-level harga yang penting dan berpotensi memberikan sinyal arah pergerakan pasangan mata uang EUR/USD ke depannya, level-level tersebut adalah sebagai berikut:

  • Resistance:
    • 1,1120
    • 1,1220
  • Support:
    • 1,0830
    • 1,0540

Pergerakan pasar selalu dapat berubah dalam waktu singkat dan nilai tukar mata uang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik yang dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan perkembangan terbaru di pasar dan mencari sumber informasi yang dapat dipercaya sebelum membuat keputusan investasi, semoga bermanfaat. Disclaimer On!!

Share168Tweet105Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Manfaat Timah Dalam Berbagai Sektor Industri

Manfaat Timah Dalam Berbagai Sektor Industri

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.