Pada hari Rabu, Dolar AS berhasil memperbaiki posisinya setelah sebelumnya mengalami kerugian terhadap mata uang rivalnya dalam paruh pertama minggu ini. Hal ini terjadi menyusul rilis data ekonomi makro yang mengecewakan dari AS, sehingga investor mulai mencari perlindungan di tengah kekhawatiran baru atas perlambatan ekonomi AS.
Sentimen pasar yang semakin khawatir tentang perlambatan ekonomi AS tercermin pada perkiraan GDPNow dari Federal Reserve Bank of Atlanta untuk kuartal pertama, yang menunjukkan penurunan menjadi 1,5% dari 1,7% pada tanggal 3 April. GDPNow adalah sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi kuartalan AS secara real-time berdasarkan data terbaru yang tersedia. Penurunan GDPNow dapat menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya.
Perbaikan posisi Dolar AS pada hari Rabu menunjukkan bahwa investor masih mempercayai mata uang tersebut, meskipun sedang menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi AS. Data dari Inggris menunjukkan bahwa Harga Rumah Halifax mengalami kenaikan sebesar 0,8% secara bulanan pada bulan Maret. Data ini melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 0,3%. Kenaikan ini memberikan dukungan jangka pendek bagi Pound Sterling, karena peningkatan harga rumah dapat menjadi indikator positif bagi perekonomian Inggris.
Panel Pembuat Keputusan Bulanan (DMP) Bank of England (BoE) mengungkapkan bahwa ekspektasi inflasi tahun depan turun menjadi 5,8% dari 5,9% pada publikasi Februari. Ini menunjukkan adanya sedikit kekhawatiran yang berkurang terhadap inflasi di masa depan, meskipun tingkat inflasi yang diharapkan masih cukup tinggi. Keputusan DMP BoE tersebut dapat mempengaruhi kebijakan moneter bank dalam jangka pendek dan juga dapat mempengaruhi nilai tukar Pound Sterling terhadap mata uang lainnya.
Menurut survei DMP BoE, ekspektasi inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) satu tahun turun secara sedikit. Survei ini menunjukkan bahwa panel pembuat keputusan bank sentral Inggris memperkirakan inflasi IHK akan mencapai 4,0% dalam satu tahun ke depan, sedikit turun dari ekspektasi sebelumnya sebesar 4,1%. Meskipun turun, tingkat inflasi yang diprediksi masih cukup tinggi dan di atas target inflasi BoE sebesar 2%. Oleh karena itu, bank sentral Inggris kemungkinan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya yang ketat untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah terjadinya kenaikan inflasi yang berlebihan di masa depan.
Perkembangan yang dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter BoE di masa mendatang dan juga dapat mempengaruhi nilai tukar Pound Sterling terhadap mata uang lainnya. Data Pemangkasan Pekerjaan Challenger untuk bulan Maret dan Klaim Pengangguran Awal mingguan Departemen Tenaga Kerja AS akan menjadi perhatian bagi pasar. Data ini dapat memberikan dorongan baru bagi mata uang dan pasar keuangan secara keseluruhan.
Persepsi resiko dapat mempengaruhi aksi GBP/USD di paruh kedua hari ini lebih dari data AS. Hal ini terutama mengingat bahwa kinerja USD pada hari Rabu dipengaruhi oleh sentimen pasar yang berubah-ubah. Jika terdapat sentimen resiko negatif pada pasar keuangan global, maka hal tersebut dapat mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi jual pada aset-aset beresiko dan beralih ke aset-aset safe haven, seperti USD. Sebaliknya, jika sentimen pasar lebih positif, maka GBP/USD dapat mengalami kenaikan karena permintaan terhadap aset-aset beresiko meningkat.
Para pelaku pasar juga perlu memantau kondisi pasar keuangan global dan sentimen resiko secara keseluruhan untuk memperkirakan pergerakan GBP/USD. Namun, pergerakan USD juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti data ekonomi yang dirilis hari ini atau peristiwa global yang terjadi. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memantau berbagai faktor yang mempengaruhi nilai tukar USD terhadap mata uang lainnya, termasuk sentimen resiko, kinerja saham global, dan berbagai data ekonomi yang dirilis.
GBP/USD telah menunjukkan stabilitas di atas pertengahan 1,2400 setelah mengalami penolakan di sekitar level 1,2500 pada hari Rabu. Dilihat dari prospek teknis jangka pendek, bias bullish masih terlihat kuat. Namun, jika terjadi penurunan di bawah level 1,2440, hal ini dapat membuka pintu untuk koreksi ke bawah yang lebih dalam. Dalam hal ini, ada beberapa level support penting yang perlu diperhatikan, yaitu level 1,2400 dan 1,2350. Jika harga GBP/USD menembus level-level support tersebut, maka ada kemungkinan terjadi penurunan lebih lanjut hingga ke level 1,2250 atau bahkan 1,2200.

Apabila harga GBP/USD mampu bertahan di atas level 1,2440, maka bias bullish masih terlihat kuat. Level-level resistance yang perlu diperhatikan berada di sekitar 1,2500 dan 1,2550. Jika harga mampu menembus level-level tersebut, maka ada kemungkinan terjadi kenaikan lanjutan hingga ke level 1,2600 atau bahkan 1,2700. Dalam melakukan trading GBP/USD, sangat penting untuk memperhatikan faktor-faktor fundamental dan teknikal yang mempengaruhi pasangan mata uang ini, dan melakukan manajemen resiko yang baik untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat, Disclaimmer On!!





