
Harga emas mengalami kenaikan pada hari Rabu, 10 Juli 2024 setelah komentar dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS akan segera menurunkan suku bunga. Powell memberikan indikasi bahwa kondisi ekonomi yang ada saat ini mendukung perlunya pelonggaran kebijakan moneter, yang memicu harapan di kalangan investor bahwa penurunan suku bunga mungkin akan segera terjadi.
Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data ini diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang langkah kebijakan moneter berikutnya yang mungkin diambil oleh The Fed. Jika data inflasi menunjukkan perlambatan, hal ini dapat memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga dan, pada gilirannya, mendukung kenaikan harga emas lebih lanjut.
Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya menjadi lebih menarik bagi investor ketika suku bunga turun. Hal ini karena biaya peluang memegang emas menurun seiring dengan penurunan suku bunga. Selain itu, pelemahan dolar AS sebesar 0,1% terhadap mata uang utama lainnya juga memberikan dukungan tambahan untuk emas. Ketika dolar melemah, harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, yang dapat meningkatkan permintaan dan harga emas.
Dalam analisis teknikal, emas XAUUSD menunjukkan level support di 2340 dan resistance di 2390. Level support ini adalah titik di mana harga emas diperkirakan akan menemukan dukungan pembelian yang cukup untuk mencegahnya jatuh lebih jauh. Sebaliknya, level resistance adalah titik di mana tekanan jual diperkirakan akan cukup kuat untuk mencegah harga naik lebih tinggi. Pergerakan harga emas di antara level support dan resistance ini akan diawasi ketat oleh para trader dan investor sebagai indikator sentimen pasar jangka pendek. Disclaimer On!





