MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Learn Trading

Harga Emas Tertekan Turun Area 1815.50an?

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Februari 24, 2023
in Learn Trading, Market Analysis
Reading Time: 3 mins read
1.6k 102
0
Harga Emas Tertekan Turun Area 1815.50an?
408
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Selamat pagi Harga emas turun ke level terendah dalam sekitar dua bulan pada hari Kamis, 23 Februari 2023 setelah laporan data dari angka penurunan klaim pengangguran mingguan AS dimana data tersebut mendukung sikap Federal Reserve bahwa suku bunga harus naik lebih tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Harga emas seringkali bergerak secara berlawanan arah dengan pasar saham dan mata uang AS. Oleh karena itu, penurunan klaim pengangguran mingguan AS yang menunjukkan perbaikan dalam kondisi ekonomi AS cenderung akan memperkuat mata uang AS, sehingga dapat menekan harga emas.

Hal ini terjadi karena investor cenderung beralih ke aset-aset yang lebih berisiko dan berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar, seperti saham, ketika kondisi ekonomi membaik. Sebaliknya, emas dianggap sebagai aset yang lebih aman dan cenderung diminati ketika kondisi pasar dan ekonomi kurang stabil.

Dilaporkan bahwa Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran tiba-tiba turun minggu lalu, menunjukan bahwa ke pasar tenaga kerja yang ketat dan tekanan inflasi.

Namun demikian, penurunan klaim pengangguran juga dapat memberikan dampak positif bagi harga emas dalam jangka pendek. Hal ini terjadi karena penurunan klaim pengangguran dapat menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap kesehatan ekonomi AS yang dapat memicu permintaan untuk aset-aset yang lebih aman seperti emas.

Oleh karena itu, meskipun secara umum penurunan klaim pengangguran mingguan AS cenderung dapat menekan harga emas, namun terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas secara keseluruhan.

Harga emas cenderung terpengaruh oleh berbagai faktor ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi suatu negara yang tercermin dalam laporan Produk Domestik Bruto (PDB). Pada umumnya, ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara meningkat, maka permintaan terhadap emas dapat menurun karena investor cenderung memilih untuk berinvestasi di instrumen keuangan yang lebih menguntungkan.


Dalam kasus ini, ketika PDB negara tersebut direvisi turun dari 2,9% menjadi 2,7%, hal ini dapat menandakan perlambatan ekonomi. Perlambatan ekonomi dapat menyebabkan kekhawatiran terhadap stabilitas dan kesehatan ekonomi, sehingga investor cenderung mencari aset yang lebih aman dan stabil, termasuk emas. Dengan demikian, penurunan PDB ini dapat berdampak positif terhadap harga emas dalam jangka pendek.

Namun, perlu diingat bahwa harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga oleh faktor lain seperti politik, geopolitik, dan sentimen pasar. Oleh karena itu, pergerakan harga emas tidak dapat diprediksi hanya berdasarkan satu faktor saja.

Kenaikan suku bunga dapat memiliki dampak negatif terhadap harga emas karena emas tidak menghasilkan pengembalian bunga atau dividen. Ketika suku bunga naik, investor cenderung akan beralih ke instrumen keuangan yang menghasilkan pengembalian lebih tinggi, seperti obligasi, deposito berjangka, atau surat berharga lainnya. Hal ini dapat menurunkan permintaan untuk emas, sehingga harga emas dapat turun.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga dapat menguatkan mata uang negara yang menerapkan kebijakan tersebut, sehingga membuat harga emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini dapat mengurangi permintaan global untuk emas, karena investor akan mencari alternatif investasi yang lebih murah.

Namun, perlu diingat bahwa hubungan antara kenaikan suku bunga dan harga emas tidak selalu linear dan terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi harga emas. Misalnya, ketika suku bunga naik karena adanya kekhawatiran inflasi yang tinggi, harga emas dapat meningkat karena emas dianggap sebagai aset lindung inflasi.

Selain itu, situasi politik atau keamanan global, krisis keuangan, atau fluktuasi nilai tukar mata uang juga dapat mempengaruhi harga emas. Oleh karena itu, pergerakan harga emas tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu faktor saja.

Share163Tweet102Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

MetaTrader 5 Indicators: The Key to Reading Market Direction Amid Global Volatility
Learn Trading

MetaTrader 5 Indicators: The Key to Reading Market Direction Amid Global Volatility

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 28, 2026
0

JAKARTA, March 28, 2026 – Global market volatility has shown a significant increase in recent times, driven by geopolitical dynamics...

Read moreDetails
Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

Maret 27, 2026
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Next Post

Peran Wakil Penasihat Memajukan Industri Berjangka Indonesia

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.