MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3%: Konflik di Libya dan Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Utama

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Agustus 26, 2024
in Market Analysis
Reading Time: 4 mins read
1.6k 121
0
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3%: Konflik di Libya dan Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
414
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga minyak mentah global mengalami kenaikan signifikan lebih dari 3% pada perdagangan hari Senin (26 Agustus 2024), dipicu oleh gangguan produksi di Libya dan meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon. Situasi ini menambah tekanan pada pasar energi global yang sudah menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik lainnya.

1. Situasi di Libya Memicu Kekhawatiran Pasokan

Libya, salah satu negara anggota OPEC dengan produksi minyak yang signifikan, kini tengah mengalami gangguan produksi akibat perselisihan politik yang berkepanjangan. Pemerintah Libya timur di Benghazi mengumumkan penghentian produksi dan ekspor minyak sebagai bagian dari konflik dengan pemerintah yang diakui internasional di Tripoli terkait kepemimpinan Bank Sentral. Gangguan ini menambah ketidakpastian pada pasokan minyak global, mengingat Libya memiliki cadangan minyak terbesar di Afrika dan merupakan produsen minyak penting.

2. Ketegangan di Timur Tengah Meningkat

Selain masalah di Libya, pasar minyak juga terguncang oleh ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan kelompok Hizbullah. Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon sebagai respons terhadap ancaman serangan dari Hizbullah, yang kemudian membalas dengan meluncurkan ratusan rudal ke Israel. Situasi ini memperburuk ketidakstabilan di wilayah yang merupakan salah satu pusat produksi dan transit minyak utama di dunia.

3. Kinerja Harga Energi di Pasar

Minyak Mentah WTI: Harga kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik $2,67 atau 3,62%, menjadi $77,50 per barel. Ini merupakan kenaikan tahunan sebesar 8,1%, mencerminkan respon pasar terhadap ketidakpastian pasokan dan ketegangan geopolitik.

Brent: Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga internasional, juga mengalami kenaikan sebesar $2,49 atau 3,15%, menutup perdagangan di $81,51 per barel. Kenaikan tahunan Brent mencapai 5,7%, mengindikasikan bahwa sentimen bullish tidak hanya terbatas pada pasar minyak AS.

Bensin RBOB: Harga bensin reformulated blendstock for oxygenate blending (RBOB) untuk kontrak September meningkat lebih dari 4 sen atau 1,89%, mencapai $2,32 per galon. Kenaikan harga ini menunjukkan efek lanjutan dari kenaikan harga minyak mentah terhadap produk energi lainnya.

Gas Alam: Berbeda dengan minyak dan bensin, harga gas alam untuk kontrak September justru mengalami penurunan sebesar lebih dari 2 sen atau 1,34%, menjadi $1,99 per seribu kaki kubik. Penurunan ini mencerminkan dinamika permintaan dan pasokan gas alam yang berbeda.

4. Analisis Teknikal: Indikator Ichimoku, MACD, dan RSI

a. Ichimoku Kinko Hyo:


Kumo (Cloud): Harga WTI saat ini berada di atas awan (Kumo), menunjukkan tren bullish yang kuat. Awan Ichimoku yang tebal memberikan indikasi adanya support yang kuat, yang dapat melindungi harga dari potensi penurunan lebih lanjut.

Tenkan-sen dan Kijun-sen: Tenkan-sen (garis konversi) berada di atas Kijun-sen (garis dasar), menghasilkan sinyal bullish yang dikenal sebagai golden cross. Ini mengindikasikan momentum kenaikan yang kuat dan berpotensi terus berlanjut selama Tenkan-sen tetap di atas Kijun-sen.

Chikou Span: Chikou Span (garis lagging) berada di atas harga pasar 26 periode yang lalu, menegaskan tren bullish saat ini. Posisi ini menunjukkan bahwa harga saat ini lebih tinggi dibandingkan 26 periode sebelumnya, mengonfirmasi momentum beli yang kuat.

Senkou Span A dan B: Kedua komponen awan ini menunjukkan tren bullish berlanjut, dengan Senkou Span A berada di atas Senkou Span B. Awan masa depan positif ini mengisyaratkan bahwa harga dapat tetap didukung di atas level kunci, menciptakan potensi untuk kenaikan lebih lanjut.

b. MACD (Moving Average Convergence Divergence):

MACD Line dan Signal Line: MACD line telah menembus di atas signal line, memberikan sinyal bullish yang jelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum bullish sedang menguat, dan pelaku pasar harus memperhatikan potensi pergerakan naik lebih lanjut. Selama MACD line berada di atas signal line, tekanan beli kemungkinan akan terus mendorong harga lebih tinggi.

Histogram: Histogram MACD positif dan menunjukkan pelebaran, yang berarti jarak antara MACD line dan signal line meningkat. Ini adalah tanda bahwa momentum kenaikan harga semakin kuat.

c. RSI (Relative Strength Index):

Nilai RSI: RSI saat ini berada di sekitar level 70, mendekati wilayah overbought. Meskipun ini menunjukkan bahwa harga mungkin mengalami kenaikan lebih lanjut, trader harus waspada terhadap potensi pembalikan atau koreksi harga. Kondisi overbought bisa berarti bahwa pasar telah mencapai puncaknya dan mungkin memerlukan konsolidasi sebelum melanjutkan tren naik.

5. Prospek dan Implikasi ke Depan

Harga minyak diperkirakan akan tetap volatil, tergantung pada perkembangan lebih lanjut di Libya dan Timur Tengah. Jika ketegangan meningkat, terutama dengan potensi intervensi dari negara-negara besar lainnya, harga minyak dapat terus naik. Namun, setiap tanda resolusi atau stabilisasi di Libya atau Timur Tengah dapat menekan harga minyak kembali turun.

Analisis indikator Ichimoku, MACD, dan RSI menunjukkan bahwa tren bullish masih memiliki dukungan kuat, namun pelaku pasar tetap harus waspada terhadap potensi pembalikan jika situasi geopolitik berubah atau jika indikator teknikal memasuki zona overbought. Investor dan trader disarankan untuk memantau level kunci dan tetap mengikuti berita terbaru terkait konflik geopolitik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Analisis Harga Emas: Sentimen Bullish Didukung oleh Optimisme Penurunan Suku Bunga dan Resiko Geopolitik

Analisis Harga Emas: Sentimen Bullish Didukung oleh Optimisme Penurunan Suku Bunga dan Resiko Geopolitik

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.