Jumat 12 Juli 2024, harga minyak mentah mencatat kenaikan signifikan seiring dengan meredanya data inflasi yang memicu optimisme di pasar mengenai pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada akhir tahun ini. Inflasi yang diukur berdasarkan Indeks Harga Konsumen (CPI) menunjukkan penurunan 0,1% dari bulan Mei ke Juni, menurunkan tingkat inflasi tahunan menjadi 3%. Angka ini merupakan level terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS.
Data inflasi yang mereda memperkuat harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan September. Suku bunga yang lebih rendah biasanya merangsang pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan permintaan minyak mentah.
Meskipun prospek inflasi dan suku bunga yang menurun membawa angin segar bagi pasar minyak, terdapat sinyal beragam mengenai permintaan minyak global tahun ini. Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris melaporkan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global melambat menjadi 710.000 barel per hari pada kuartal kedua tahun ini. Ini adalah peningkatan paling lambat sejak kuartal keempat tahun 2022, dengan kontraksi konsumsi minyak yang signifikan di Tiongkok sebagai faktor utama.
IEA juga memperkirakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global akan rata-rata di bawah satu juta barel per hari pada tahun 2024. Faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang moderat, peningkatan efisiensi energi, dan adopsi kendaraan listrik menjadi alasan utama di balik proyeksi tersebut.
Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memiliki pandangan yang lebih optimis. OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak sebesar 2,2 juta barel per hari, didukung oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 2,9% tahun ini. Perbedaan pandangan antara IEA dan OPEC mencerminkan ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar minyak global.
Harga minyak mentah diperkirakan akan tetap volatile, tergantung pada perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan moneter The Fed dan kondisi ekonomi global. Namun, meredanya inflasi dan kemungkinan pemangkasan suku bunga memberikan sentimen positif bagi pasar minyak, setidaknya dalam jangka pendek.





