MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home News

Indonesia: Alur Akomodatif yang Dipertahankan dari BI – Standard Chartered

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Oktober 25, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
1.7k 17
0
Indonesia: Alur Akomodatif yang Dipertahankan dari BI – Standard Chartered

Image by: Malangtoday.net

415
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Ekonom senior di Standard Chartered; Aldian Taloputra mencatat bahwa Bank Indonesia (BI) memberikan pemotongan 25 bps pada pertemuan Oktober, membawa tingkat kebijakan menjadi 5,0%, sejalan dengan konsensus tetapi bertentangan dengan harapan mereka bahwa itu akan berhenti.

Kutipan Kunci

“Inflasi yang terkendali, suku bunga domestik yang menarik dan sikap kebijakan preventif untuk mendukung pertumbuhan mendorong BI untuk memberikan penurunan suku bunga keempat tahun ini. BI melihat pertumbuhan PDB Quartal ke 3 datang di bawah ekspektasi 5,1%, dipimpin oleh perlambatan global yang sedang berlangsung. Namun, masih mengharapkan pertumbuhan untuk rebound ke tengah kisaran target 5,1-5,5% pada tahun 2020, pada peningkatan investasi, reformasi struktural dan pelonggaran kebijakan moneter. BI melihat investasi perusahaan mulai meningkat di Quartal ke 4, sebagian dibantu oleh transmisi kebijakan moneter yang lebih longgar ke pasar. ”


“Kami mempertahankan seruan kami untuk pengurangan 25bps pada bulan Desember, yang seharusnya membawa tingkat kebijakan menjadi 4,75% pada akhir tahun ini, tetapi tidak lagi mengharapkan pemotongan Februari mengikuti langkah hari ini. Kami pikir lingkungan global yang lemah akan menjaga suku bunga rendah secara global dan mendukung stabilitas rupiah Indonesia. Hal ini dikombinasikan dengan defisit transaksi yang sedang berjalan harus menyediakan ruang lebih lanjut untuk pelonggaran kebijakan.”

“Risikonya adalah bahwa BI bisa melonggarkan (dengan memotong tingkat kebijakan atau rasio persyaratan cadangan) lebih awal dari yang kita harapkan, pada bulan November, jika pertumbuhan PDB pada Quartal ke 3 lebih rendah dari yang diharapkan. Kami tidak mengesampingkan kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun depan; namun, dengan tingkat kebijakan riil yang telah turun secara signifikan, kami pikir BI perlu melanjutkan dengan hati-hati, terutama karena kemungkinan kenaikan inflasi. ”

“Kami memperkirakan inflasi akan meningkat pada H1-2020 (mendekati 4%) karena efek basis yang rendah dan penyesuaian harga yang diatur, seperti diesel, tarif listrik, dan rokok yang dapat menambah sekitar 1ppt ke angka inflasi utama.”

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Fluctuate Amid Hormuz Strait Tensions and U.S.–Iran Ceasefire
News

Global Markets Fluctuate Amid Hormuz Strait Tensions and U.S.–Iran Ceasefire

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
April 10, 2026
0

Jakarta, April 10, 2026 – Global financial markets moved in a mixed and volatile pattern at the end of the...

Read moreDetails
Global Markets Volatile Amid Middle East Tensions: Europe Gains, Asia Weakens, Oil Surges

Global Markets Volatile Amid Middle East Tensions: Europe Gains, Asia Weakens, Oil Surges

Maret 31, 2026
恭喜发财,万事如意 🧨

恭喜发财,万事如意 🧨

Februari 18, 2026
Menuju Transaksi Multilateral: Langkah Strategis Modernisasi Bursa Berjangka Komoditi Indonesia

Menuju Transaksi Multilateral: Langkah Strategis Modernisasi Bursa Berjangka Komoditi Indonesia

Oktober 20, 2025
Next Post
Wunsch dari ECB: Berita yang Masuk Sejak Paket Stimulus bulan September tidak Positif

Wunsch dari ECB: Berita yang Masuk Sejak Paket Stimulus bulan September tidak Positif

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.