MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Kenaikan Harga Emas Tertahan Pada Area 1914

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
November 27, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 3 mins read
1.6k 104
0
Kenaikan Harga Emas Tertahan Pada Area 1914
414
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Lonjakan harga emas yang didorong oleh krisis dapat terhenti oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS karena adanya hubungan yang erat antara harga emas dan suku bunga. Ketika suku bunga naik, investasi pada obligasi menjadi lebih menarik, karena investor dapat memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas menurun, karena emas tidak memberikan imbal hasil apa pun. Ketika suku bunga turun, investasi pada obligasi menjadi kurang menarik, dan investasi pada emas menjadi lebih menarik karena harganya cenderung naik. Hal ini karena emas dianggap sebagai aset yang aman dalam situasi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat mengurangi permintaan untuk emas dan menyebabkan harga emas turun. Namun, hal ini tergantung pada banyak faktor lainnya yang mempengaruhi pasar, seperti inflasi, kebijakan moneter, dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Kenaikan imbal hasil Treasury dapat menyebabkan turunnya harga emas karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dapat membuat investasi pada obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan dengan investasi pada emas. Selain itu, kenaikan imbal hasil Treasury dapat mengindikasikan pandangan pasar yang lebih positif terhadap perekonomian AS dan meningkatkan harapan akan kenaikan suku bunga. Kenaikan inflasi AS pada bulan Februari juga dapat mempengaruhi harga emas. Inflasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan kekhawatiran pasar tentang stabilitas ekonomi AS dan mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diharapkan. Hal ini dapat membuat investasi pada emas menjadi kurang menarik, karena emas tidak memberikan imbal hasil apa pun dan akan bersaing dengan obligasi yang menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang lebih tinggi dapat membuat investasi pada obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan dengan investasi pada emas karena obligasi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Ini dapat mempengaruhi permintaan untuk emas dan dapat menekan harga emas. Data Indeks Harga Konsumen AS yang menunjukkan kenaikan 0,4% setiap bulan di bulan Februari, seperti yang diharapkan, setelah melaju 0,5% di bulan Januari, mungkin tidak memiliki dampak signifikan terhadap harga emas. Namun, jika inflasi AS terus meningkat, hal itu dapat menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven dan mendorong investor untuk mencari investasi yang dapat memberikan perlindungan dari inflasi, seperti obligasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi atau saham yang dapat tumbuh seiring dengan inflasi.


Kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari yang diharapkan dapat membuat investasi pada emas menjadi lebih menarik karena suku bunga rendah dapat menekan imbal hasil obligasi dan membuat investasi pada emas relatif lebih menarik. Sebagai aset safe haven, emas juga dapat menjadi taruhan yang lebih menarik di lingkungan suku bunga rendah karena dapat memberikan perlindungan dari ketidakpastian ekonomi dan ketidakstabilan pasar. Harga emas dapat naik dalam situasi ketidakpastian dan gejolak pasar seperti jatuhnya pemberi pinjaman Silicon Valley Bank (SVB). Kejadian ini dapat meningkatkan kekhawatiran pasar tentang kesehatan sektor keuangan dan perekonomian secara keseluruhan, sehingga dapat mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam aset safe haven seperti emas.

Peluang harga emas spot bertahan di atas level psikologis penting $1.900 dapat meningkat jika dolar AS tetap stabil dan kondisi pasar tetap cenderung risk-off. FOMC (Federal Open Market Committee) adalah komite kebijakan moneter bank sentral AS yang bertanggung jawab untuk menentukan kebijakan moneter AS. Pertemuan FOMC dapat mempengaruhi pasar keuangan dan dapat menjadi acuan bagi keputusan investasi. Jika kebijakan moneter yang diumumkan oleh FOMC cenderung mengejutkan atau memberikan sinyal yang kurang jelas, hal itu dapat mempengaruhi harga emas dan pasar keuangan secara keseluruhan. Dalam hal ini, analis tersebut memperkirakan bahwa harga emas memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di atas level psikologis penting $1.900 menjelang pertemuan FOMC jika dolar AS tetap stabil dan kondisi pasar tetap cenderung risk-off. Namun, pergerakan harga emas juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti inflasi, sentimen pasar, dan kebijakan moneter global, sehingga tetap penting bagi investor untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut dan melakukan analisis fundamental sebelum membuat keputusan investasi pada emas.

Grafik Emas H4

Harga emas spot turun 0,2% menjadi $1.909,55 per ons, sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,3% dan menetap di $1.910,90. Penurunan harga emas tersebut disebabkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS yang membuat imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor, sehingga menurunkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi. Namun, kenaikan harga perak spot sebesar 0,6% menjadi $21,94 per ons dapat mengindikasikan bahwa investor sedang mencari alternatif investasi yang lebih murah dari harga emas. Sementara itu, harga platinum turun sebesar 1% menjadi $986,17 per ons, sedangkan harga paladium naik sebesar 1,2% menjadi $1.490,43 per ons. Penurunan harga platinum dapat disebabkan oleh meningkatnya permintaan akan paladium sebagai pengganti platinum dalam kendaraan bertenaga mesin bakar, karena paladium lebih efektif dalam mengurangi emisi gas buang. Namun, harga paladium yang naik dapat diakibatkan oleh kekurangan pasokan dan meningkatnya permintaan, terutama dari industri otomotif dan teknologi.

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Apa Dampak Klaim Pengangguran Mingguan AS Terhadap Ekonomi?

Apa Dampak Klaim Pengangguran Mingguan AS Terhadap Ekonomi?

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.