Pada 12 Juni 2024, harga RBD Palm Olein berjangka (DCPc1) di Dalian Commodity Exchange (DCE) ditutup melemah, mencapai 7.594,00 CNY. Harga ini turun sebesar 236,00 CNY atau sekitar 3,01% dari perdagangan sebelumnya. Rentang perdagangan harian berkisar antara 7.322,00 CNY hingga 7.750,00 CNY, sedangkan dalam 52 minggu terakhir, harga telah bergerak antara 6.802,00 CNY dan 9.100,00 CNY.
Sementara itu, harga minyak sawit (FCPOc1) di Malaysia Derivatives Exchange (MDX) juga diperdagangkan lebih rendah pada level 3.892 MYR, turun 30 MYR atau sekitar 0,76%. Rentang perdagangan harian berada di antara 3.892,00 MYR hingga 3.975,00 MYR, dengan kisaran harga selama 52 minggu terakhir antara 3.380,00 MYR hingga 4.600,00 MYR.
Harga minyak kelapa sawit mentah CIF Rotterdam (PALM-MYCRD-P1) juga menunjukkan penurunan. Pada perdagangan tanggal 10 Juni 2024, harga spot tercatat pada 1.020,00 USD, turun 15,00 USD atau sekitar 1,45%. Rentang perdagangan harian berada di antara 1.020,00 USD hingga 1.060,00 USD, dengan kisaran harga selama 52 minggu terakhir antara 857,50 USD hingga 1.160,00 USD.
Di Jakarta Futures Exchange (JFX), harga Olein untuk kontrak Juli 2024 (OLE01 JULI-24) tercatat berada di antara 15.140 IDR dan 15.880 IDR, dengan harga penutupan pada 15.120 IDR hingga 14.360 IDR. Kontrak untuk September 2024 (OLE01 SEP-24) dan Oktober 2024 (OLE01 Oktober-24) menunjukkan kisaran harga yang sama. Begitu juga untuk kontrak November 2024 (OLE01 NOV-24).
Penurunan harga minyak sawit di berbagai pasar mencerminkan tantangan yang dihadapi industri ini di tengah fluktuasi global yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca, kebijakan perdagangan, dan permintaan pasar.





