MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

XAUUSD di Persimpangan: Emas Melemah setelah Data Inflasi AS Menguatkan Dolar

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Agustus 31, 2024
in Market Analysis
Reading Time: 3 mins read
1.7k 52
0
XAUUSD di Persimpangan: Emas Melemah setelah Data Inflasi AS Menguatkan Dolar
415
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga emas merosot pada perdagangan Jumat 30 Agustus 2024, terdorong oleh penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Emas, yang telah berada dalam tren naik sejak akhir Juni, kini menghadapi tekanan di level kunci, dengan investor menunggu sinyal lebih lanjut dari Federal Reserve mengenai arah kebijakan moneter.

Tinjauan Teknis:

Pada grafik empat jam (H4), XAUUSD mencerminkan kondisi pasar yang semakin rapuh. Harga saat ini mendekati batas bawah saluran tren naik, yang telah memberikan dukungan selama beberapa bulan terakhir. Penembusan di bawah level ini dapat menandakan pergeseran signifikan dalam sentimen pasar. Indikator Ichimoku Cloud menunjukkan harga yang berada dalam zona cloud (Kumo), yang sering kali diinterpretasikan sebagai area konsolidasi atau ketidakpastian. Support kuat terletak di sekitar $2.470 per ons, sementara resistensi utama berada di sekitar $2.520.

Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 44, mendekati wilayah netral namun dengan bias ke bawah. Ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan jual telah meningkat, masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut sebelum pasar mencapai kondisi oversold yang sering kali menjadi sinyal pembalikan arah.

Faktor Fundamental:

Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury terjadi setelah laporan inflasi AS, yang diukur oleh Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), menunjukkan peningkatan 0,2% pada bulan Juli. Data ini sesuai dengan ekspektasi ekonom dan memperkuat narasi bahwa inflasi tidak lagi menjadi perhatian utama bagi Federal Reserve. Fokus kini telah bergeser ke kondisi pasar tenaga kerja, dengan laporan penggajian nonpertanian (NFP) yang akan dirilis minggu depan diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.


Pasar saat ini menilai probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Reserve di bulan September sekitar 69%, menurut alat CME FedWatch. Namun, ekspektasi untuk pemotongan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin telah menurun, memberikan tekanan tambahan pada harga emas.

Alex Ebkarian, Chief Operating Officer di Allegiance Gold, mencatat bahwa data inflasi ini semakin menguatkan potensi penurunan suku bunga oleh Fed, yang meskipun memberikan tekanan jangka pendek pada emas, dapat memberikan dukungan yang lebih kuat dalam jangka menengah jika kebijakan moneter menjadi lebih longgar.

Di sisi permintaan fisik, pasar emas di Asia, terutama di China, tetap lesu meskipun ada kebijakan baru terkait kuota impor. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ada potensi pemulihan di pasar global, permintaan fisik yang lemah dapat menahan kenaikan harga emas dalam waktu dekat.

Prospek Pasar:

Dengan harga emas spot yang saat ini diperdagangkan di sekitar $2.503,95 per ons, perhatian pasar akan tertuju pada level support kritis di $2.470. Penembusan di bawah level ini dapat memicu koreksi lebih lanjut, membuka jalan bagi penurunan menuju $2.450 atau lebih rendah. Sebaliknya, jika harga berhasil bertahan di atas support ini dan rebound, resistensi di $2.520 akan menjadi level kunci yang harus ditembus untuk memulihkan momentum bullish.

Laporan penggajian nonpertanian (NFP) AS yang akan dirilis minggu depan diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan harga emas selanjutnya. Data ini akan memberikan wawasan tambahan tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS dan potensi langkah kebijakan Federal Reserve, yang pada gilirannya akan memengaruhi arah pergerakan emas.

XAUUSD saat ini berada di persimpangan kritis, dengan faktor teknis dan fundamental yang memberikan tekanan pada harga emas. Investor disarankan untuk memonitor level support dan resistensi kunci, serta perkembangan kebijakan moneter AS, sebagai panduan untuk mengambil keputusan di pasar yang terus berkembang ini.

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Pasar Komoditi Bergejolak: Apa yang Menunggu di Bulan September?

Pasar Komoditi Bergejolak: Apa yang Menunggu di Bulan September?

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.