Pasar keuangan global memasuki pekan penting dengan serangkaian agenda ekonomi yang akan berdampak tinggi dari Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, Jepang, hingga kawasan global. Data-data ini diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS, emas, indeks saham, dan mata uang utama dunia.

Pasar keuangan global memasuki pekan krusial dengan sejumlah agenda ekonomi berdampak tinggi dari Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, dan Jepang. Seluruh data yang dirilis dalam kalender ekonomi pekan ini masih bersifat perkiraan (forecast) dan berpotensi menjadi pemicu volatilitas pada dolar AS, emas, indeks saham, dan mata uang utama dunia.
📅 Senin, 19 Januari 2026
- Amerika Serikat – Martin Luther King, Jr. Day (Libur Nasional)
Pasar keuangan AS diperkirakan tutup sepanjang hari. Kondisi ini berpotensi membuat likuiditas pasar global lebih tipis. - Tiongkok – GDP (YoY) Kuartal IV
Perkiraan: 4,4% | Sebelumnya: 4,8%
Jika realisasi sesuai perkiraan, perlambatan ekonomi Tiongkok dapat menekan sentimen risiko global, terutama pada pasar komoditas dan mata uang Asia.
📅 Rabu, 21 Januari 2026
- Inggris – CPI (YoY) Desember
Perkiraan: 3,2%
Angka inflasi ini diperkirakan menjadi acuan penting bagi Bank of England. Inflasi yang bertahan tinggi berpotensi menopang pergerakan GBP. - Amerika Serikat – Pidato Presiden AS Donald Trump (20:30 WIB)
Pasar diperkirakan mencermati arah kebijakan fiskal, perdagangan, dan geopolitik. Pernyataan yang bersifat hawkish berpotensi memperkuat dolar AS.
📅 Kamis, 22 Januari 2026
- Amerika Serikat – GDP (QoQ) Kuartal III
Perkiraan: 4,3% | Sebelumnya: 3,8%
Pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan solid dapat memperkuat dolar AS, sekaligus memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. - Amerika Serikat – Initial Jobless Claims
Perkiraan: 198K
Klaim pengangguran yang diperkirakan tetap rendah mencerminkan pasar tenaga kerja AS yang masih kuat. - Amerika Serikat – Core PCE Price Index (MoM) November
Perkiraan: 0,2% - Amerika Serikat – Core PCE Price Index (YoY) November
Perkiraan: 2,8%
Data inflasi favorit The Fed ini diperkirakan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter ke depan.
📅 Jumat, 23 Januari 2026
- Amerika Serikat – Crude Oil Inventories
Perkiraan: 3,391 juta barel
Jika stok minyak meningkat sesuai perkiraan, harga minyak mentah berpotensi mengalami tekanan. - Jepang – Keputusan Suku Bunga Bank of Japan
Perkiraan: 0,75%
Keputusan ini diperkirakan memengaruhi volatilitas yen Jepang, terutama terkait arah normalisasi kebijakan moneter BoJ. - Amerika Serikat – S&P Global PMI Januari
- Services PMI (Perkiraan): 52,5
- Manufacturing PMI (Perkiraan): 51,8
PMI di atas level 50 diperkirakan menunjukkan aktivitas ekonomi AS masih berada di fase ekspansi.
Dengan padatnya agenda ekonomi penting yang masih bersifat proyeksi, pelaku pasar disarankan untuk bersiap menghadapi peningkatan volatilitas. Pengelolaan risiko yang disiplin serta kombinasi analisis fundamental dan teknikal menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar pekan ini. Disclaimer On!





