MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Apakah Emas akan membentuk kuartet Bottom?

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Desember 9, 2022
in Market Analysis
Reading Time: 2 mins read
1.6k 102
0
Apakah Emas akan membentuk kuartet Bottom?
408
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Emas ditutup kembali diangka US$1788 pada hari Kamis 8 Desember 2022, karena dolar yang lebih lemah dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah, serta indikasi permintaan fisik yang lebih tinggi karena bank sentral China menambah cadangan logamnya. Emas untuk pengiriman Februari ditutup naik US$3,40 menjadi US$1.801,50 per ounce.

Kenaikan Harga terjadi karena melemahnya dolar dan imbal hasil, sementara People’s Bank of China menambah cadangan emasnya untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. “China bergabung dengan daftar panjang negara-negara lain yang telah menjadi pembeli emas batangan yang kuat. PBoC menambah 32 ton kepemilikannya pada November, peningkatan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Ini menjadikan total cadangan emasnya menjadi 1980 ton,” Saxo Bank dalam catatan.

Harga emas beringsut lebih tinggi pada hari Kamis karena dolar melemah, sementara investor memposisikan diri menjelang data inflasi utama AS dan pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan dirilis minggu depan. Indeks dolar tergelincir 0,3% terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.


Investor mencermati keputusan kebijakan Fed yang akan dirilis pada 14 Desember, dengan sebagian besar pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps). Data harga konsumen November yang akan dirilis pada 13 Desember juga akan diawasi dengan ketat. Data ekonomi AS yang kuat baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari yang diproyeksikan baru-baru ini. Kenaikan suku bunga untuk melawan lonjakan inflasi cenderung meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dewan Emas Dunia (WGC) mengatakan kepemilikan ETF (exchange traded fund) emas global turun selama tujuh bulan berturut-turut di bulan November, meskipun arus keluar melambat menjadi 34 ton senilai $1,8 miliar.

Klik link Untuk Registrasi:
https://forms.gle/BJPvVvfGPUDJJwa18

Share163Tweet102Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Bersiap Harga Minyak Mentah kembali Naik 83.35

Bersiap Harga Minyak Mentah kembali Naik 83.35

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.