MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Belajar Menganalisa Kalender Ekonomi

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
November 27, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 4 mins read
1.7k 69
0
Belajar Menganalisa Kalender Ekonomi
417
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Kalender ekonomi AS merupakan daftar jadwal perilisan data ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah AS, Bank Sentral (Federal Reserve), dan lembaga swasta lainnya. Kalender ekonomi AS mencakup berbagai jenis data ekonomi, seperti tingkat pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi, penjualan ritel, produksi industri, dan lain-lain.

Analisis kalender ekonomi AS adalah penting bagi trader dan investor karena dapat memberikan informasi tentang arah pergerakan pasar keuangan. Dengan memperhatikan data ekonomi yang dirilis pada kalender ekonomi, trader dan investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan memperkirakan kondisi perekonomian AS di masa mendatang.

Berikut adalah beberapa tips untuk belajar menganalisa kalender ekonomi AS:


  1. Pelajari jenis data ekonomi yang ada di kalender ekonomi AS dan arti pentingnya dalam perekonomian AS.
  2. Pantau tanggal dan waktu perilisan data ekonomi di kalender ekonomi AS, dan perhatikan data mana yang paling relevan untuk instrumen investasi Anda.
  3. Analisis prediksi pasar terhadap data ekonomi yang akan dirilis, serta bandingkan data aktual dengan prediksi pasar untuk mengukur dampaknya terhadap pasar keuangan.
  4. Cari tahu dampak sektor tertentu terhadap data ekonomi, seperti dampak penjualan ritel terhadap data penjualan ritel dan dampak produksi industri terhadap data produksi industri.
  5. Perhatikan suku bunga dan kebijakan moneter Federal Reserve, karena perubahan dalam kebijakan ini dapat berdampak besar pada pasar keuangan AS.
  6. Terus pantau perkembangan berita dan peristiwa terkait ekonomi dan keuangan AS, karena ini juga dapat memengaruhi pasar keuangan.

Contoh Laporan Kamis, 02 Maret 2023

  1. Continuing Jobless Claims, Actual 1,655K, Forecast 1,665K, Previous 1,660K Continuing Jobless Claims adalah indikator ekonomi yang mengukur jumlah orang yang terus menerima tunjangan pengangguran selama satu minggu atau lebih. Angka-angka yang diberikan (1,655K, 1,665K, 1,660K) mungkin mewakili jumlah klaim pengangguran berkelanjutan untuk beberapa minggu berturut-turut. Jumlah pengangguran yang terus berlanjut dapat memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi dan tingkat pengangguran jangka panjang di suatu negara atau wilayah. Semakin banyak orang yang terus menerima tunjangan pengangguran, semakin tinggi tingkat pengangguran dan semakin sulit bagi mereka untuk menemukan pekerjaan baru.
  1. Initial Jobless Claims, Actual 190K, Forecast 195K, Previous 192K Initial Jobless Claims adalah indikator ekonomi yang mengukur jumlah orang yang baru mengajukan klaim tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya dalam minggu terakhir. Angka-angka yang diberikan (190K, 195K, 192K) mungkin mewakili jumlah klaim pengangguran baru selama beberapa minggu berturut-turut. Jumlah pengangguran baru dapat memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi dan tingkat pengangguran saat ini di suatu negara atau wilayah. Semakin sedikit orang yang mengajukan klaim pengangguran baru, semakin kuat pasar tenaga kerja dan semakin sedikit orang yang kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, angka yang lebih rendah dari yang diharapkan dianggap sebagai sinyal positif bagi perekonomian.
  1. Jobless Claims 4-Week Avg, Actual 193.00K, Previous 191.25K “Jobless Claims 4-Week Avg.” adalah istilah dalam laporan ekonomi yang mengacu pada rata-rata jumlah klaim pengangguran yang diajukan selama empat minggu terakhir. Angka 193.00K dan 191.25K merujuk pada rata-rata jumlah klaim pengangguran selama empat minggu terakhir yang telah diumumkan dalam laporan terbaru. Jika angka ini turun dari waktu ke waktu, itu menunjukkan bahwa tingkat pengangguran sedang menurun atau perekonomian sedang membaik. Namun, jika angka ini naik dari waktu ke waktu, itu menunjukkan bahwa tingkat pengangguran sedang meningkat atau perekonomian sedang menurun. Angka-angka ini biasanya digunakan oleh para ekonom dan analis untuk mengukur kesehatan perekonomian dan pasar tenaga kerja suatu negara.
  1. Nonfarm Productivity (QoQ) (Q4), Actual 1.7% Forecast 2.6%, Previous 1.4% “Nonfarm Productivity” adalah istilah dalam laporan ekonomi yang mengacu pada produktivitas pekerjaan di sektor nonpertanian atau sektor usaha selain sektor pertanian. Angka 1.7%, 2.6%, dan 1.4% yang tercantum di sana merujuk pada persentase perubahan produktivitas non-pertanian kuartalan (Quarter-over-Quarter) di kuartal keempat terakhir yang dilaporkan. Kenaikan persentase produktivitas non-pertanian menunjukkan bahwa para pekerja dapat menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dalam waktu yang lebih singkat, yang mengarah pada peningkatan efisiensi ekonomi secara keseluruhan. Sebaliknya, penurunan persentase produktivitas non-pertanian dapat menunjukkan bahwa produktivitas pekerja menurun atau bahwa pengeluaran perusahaan meningkat tanpa peningkatan dalam produksi, yang dapat menyebabkan tekanan inflasi pada perekonomian. Angka-angka ini digunakan oleh para ekonom dan analis untuk mengukur kesehatan perekonomian dan untuk memperkirakan potensi inflasi di masa depan.
  1. Unit Labor Costs (QoQ) (Q4), Actual 3.2%, Forecast 1.6%, Previous 2.0% “Unit Labor Costs” adalah istilah dalam laporan ekonomi yang mengacu pada biaya produksi per unit barang dan jasa yang dihasilkan oleh para pekerja. Biaya ini termasuk gaji dan upah, tunjangan kesehatan dan pensiun, dan biaya lainnya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mempekerjakan tenaga kerja. Angka 3.2%, 1.6%, dan 2.0% yang tercantum di sana merujuk pada persentase perubahan biaya tenaga kerja per unit barang dan jasa kuartalan (Quarter-over-Quarter) di kuartal keempat terakhir yang dilaporkan. Jika Unit Labor Costs meningkat, maka hal itu menunjukkan bahwa biaya produksi meningkat, yang dapat menyebabkan tekanan inflasi pada perekonomian. Sebaliknya, jika Unit Labor Costs menurun, maka hal itu menunjukkan bahwa biaya produksi menurun dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Angka-angka ini digunakan oleh para ekonom dan analis untuk mengukur kesehatan perekonomian dan untuk memperkirakan tekanan inflasi di masa depan.

Dengan mengikuti tips di atas dan belajar secara konsisten, Anda dapat memahami dan menganalisis kalender ekonomi AS dengan lebih baik dan memperoleh wawasan yang lebih baik dalam pengambilan keputusan investasi Anda. Semoga bermanfaat. Disclaimmer On!!

Share167Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Analisa Dampak PMI Non-Manufacturing Index (ISM) Terhadap USD, Emas, Minyak Mentah

Analisa Dampak PMI Non-Manufacturing Index (ISM) Terhadap USD, Emas, Minyak Mentah

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.