MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Dolar Amerika (USD) mengalami pelemahan seiring mendekatnya testimoni Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan rilis data pekerjaan AS

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 5, 2024
in Market Analysis
Reading Time: 5 mins read
1.7k 34
0
Dolar Amerika (USD) mengalami pelemahan seiring mendekatnya testimoni Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan rilis data pekerjaan AS
414
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Dalam suasana ketegangan global, Dolar Amerika (USD) tercatat melemah menjelang testimoni yang akan disampaikan oleh Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, serta rilis data pekerjaan AS yang sangat diantisipasi. Para pelaku pasar tengah memperhatikan perkembangan ini dengan cermat, sementara nilai tukar USD memberikan respons yang nyata terhadap faktor-faktor ini.

Jerome Powell, yang dikenal sebagai pengambil kebijakan moneter utama di Amerika Serikat, dijadwalkan memberikan testimoni yang bisa memberikan petunjuk penting terkait arah kebijakan moneter di masa mendatang. Seiring dengan itu, data pekerjaan AS yang akan dirilis hari ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kesehatan ekonomi negara tersebut.

Pasar keuangan secara umumnya menanggapi pernyataan Ketua Fed dengan sangat sensitif, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kepercayaan investor. Jika Powell menyampaikan pandangan yang lebih dovish, dengan kecenderungan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang longgar, ini dapat memicu pelemahan Dolar Amerika.

Sementara itu, data pekerjaan AS, termasuk tingkat pengangguran, pertumbuhan lapangan kerja, dan perubahan upah, akan menjadi sorotan utama. Pertumbuhan ekonomi yang solid dan penurunan tingkat pengangguran akan memberikan dorongan positif terhadap Dolar Amerika, sementara hasil yang di bawah ekspektasi dapat menciptakan tekanan penurunan pada mata uang tersebut.

Para analis pasar menekankan pentingnya pemantauan berita dan peristiwa terkini, mengingat bahwa pergerakan pasar dapat berubah dengan cepat sebagai respons terhadap informasi baru. Pelaku pasar dianjurkan untuk tetap waspada dan mengadaptasi strategi mereka sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

OIL
harga minyak mengalami penutupan sedikit lebih rendah karena kekhawatiran terkait permintaan mengimbangi perpanjangan pemangkasan produksi sukarela yang diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan tahun oleh kelompok produsen OPEC+.

Pasar minyak tengah menghadapi ketidakpastian sehubungan dengan permintaan global, terutama karena dampak potensial dari kondisi ekonomi dan gejolak geopolitik. Meskipun OPEC+ telah memperpanjang pemangkasan produksi, investor tetap waspada terhadap perubahan dalam dinamika pasar.

Resistance terlihat pada level 80.81, sementara support ditemukan di level 75.82. Level-level ini memberikan gambaran tentang titik-titik kritis yang dapat mempengaruhi arah pergerakan harga minyak dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Para pelaku pasar di sektor energi dan investasi komoditas terus memantau berita dan peristiwa terkini untuk membuat keputusan yang tepat. Perlu dicatat bahwa kondisi pasar dapat berubah dengan cepat, dan analisis mendalam tentang faktor-faktor fundamental menjadi kunci untuk mengantisipasi pergerakan harga minyak.

XAUUSD
Harga emas berhasil mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, didorong oleh meningkatnya spekulasi tentang kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada bulan Juni. Para investor di pasar emas cenderung merespons positif terhadap sinyal penurunan suku bunga, karena hal ini dapat meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Keputusan potensial untuk menurunkan suku bunga dapat memberikan dorongan tambahan bagi harga emas, yang telah menjadi tempat investasi aman selama periode ketidakpastian ekonomi. Level resistance terlihat pada 2144,74, sementara level support ditemukan di 1984,13.

Pelaku pasar emas dan investor komoditas sedang memperhatikan secara cermat perkembangan terkini terkait kebijakan moneter dan faktor-faktor ekonomi global. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika pasar dapat berubah, dan analisis mendalam menjadi kunci untuk membuat keputusan investasi yang informasional.


EURUSD
EURUSD mengalami kenaikan setelah Dolar Amerika (USD) melemah terhadap Euro. Kenaikan ini terjadi menjelang serangkaian berita penting yang dijadwalkan minggu ini, termasuk berita anggaran Inggris, pertemuan Bank Sentral Eropa, data pekerjaan AS, dan momen politik signifikan di Tiongkok dan Amerika Serikat.

Pelemahan USD terhadap Euro mungkin dipengaruhi oleh ekspektasi dan sentimen pasar terkait perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter. Harga EURUSD saat ini berhadapan dengan resistance utama di level 1.08872, sementara level support terletak di 1.07976.

Para trader dan investor yang terlibat dalam pasangan mata uang EURUSD sedang memperhatikan dengan cermat berita-berita yang akan datang, karena pengaruh potensialnya terhadap pergerakan pasar. Dinamika politik dan ekonomi global dapat memberikan arah yang signifikan bagi pasangan mata uang ini, dan level-level resistance dan support menjadi penting untuk diawasi dalam membuat keputusan perdagangan.

USDJPY
Yen Jepang (JPY) mengalami pelemahan di tengah meningkatnya imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS), sementara Dolar Amerika (USD) melemah karena para investor menantikan kesaksian Kongres Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan rilis data pekerjaan AS pada minggu ini. Investor mencari petunjuk mengenai waktu dan sejauh mana perkiraan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve dalam tahun ini.

Kenaikan imbal hasil Treasury AS dapat membuat aset-aset denominasi USD, seperti Dolar Amerika, menjadi lebih menarik bagi investor. Namun, para pelaku pasar juga mempertimbangkan dampak potensial dari perubahan kebijakan moneter yang mungkin diungkapkan oleh Jerome Powell dalam kesaksiannya.

Level resistance terlihat pada 150.788, sementara level support ditemukan di 149.196. Para trader USDJPY memperhatikan dengan cermat pergerakan harga, terutama karena pengaruh berita-berita ekonomi dan kebijakan moneter dapat menciptakan volatilitas signifikan dalam pasangan mata uang ini.

USDCHF
USDCHF mengalami kenaikan setelah Dolar Amerika (USD) ditutup lebih kuat, didorong oleh data inflasi Swiss bulan Februari yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi tersebut tercatat sebesar 1,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun angka ini masih di bawah level bulan Januari, data tersebut tetap berada dalam kisaran target Swiss National Bank (SNB) sebesar 0-2%.

Penguatan USD dan data inflasi yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan dapat menjadi pemicu bagi kenaikan harga USDCHF. Level resistance utama terlihat pada 0.88934, sementara level support berada di 0.87412.

Para pelaku pasar USDCHF memperhatikan dengan cermat dinamika pasangan mata uang ini, dengan memperhitungkan faktor-faktor seperti kebijakan moneter SNB dan data ekonomi terkini. Meskipun inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memberikan dukungan sementara bagi Dolar Amerika, kebijakan dan pernyataan bank sentral juga tetap menjadi faktor penting dalam pergerakan harga USDCHF.

AUDUSD
AUDUSD mengalami penurunan meskipun Dolar Amerika (USD) melemah. Investor tengah menantikan kesaksian Kongres Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan rilis data pekerjaan AS pada minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai waktu dan sejauh mana perkiraan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve dalam tahun ini.

Perhatian pasar juga terfokus pada pertemuan parlemen tahunan China yang dimulai pada hari Selasa. Pihak berwenang di China diharapkan mengumumkan target Produk Domestik Bruto (PDB) dan diperkirakan akan mengungkap rencana stimulus ekonomi yang moderat.

Level resistance utama terlihat pada 0.65949, sementara level support ditemukan di 0.64410. Pelaku pasar AUDUSD memperhatikan perkembangan ini dengan cermat, karena pernyataan Powell dan data pekerjaan AS dapat menciptakan volatilitas, sementara berita dari China juga dapat mempengaruhi sentimen pasar terhadap mata uang Australia.

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan, harga emas mencapai rekor tertinggi, dengan perhatian khusus pada testimoni Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan data pekerjaan sektor swasta ADP AS.

Dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan, harga emas mencapai rekor tertinggi, dengan perhatian khusus pada testimoni Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan data pekerjaan sektor swasta ADP AS.

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.