Harga emas mengalami lonjakan signifikan pada hari Jumat, mendekati rekor tertingginya dalam lebih dari dua minggu, didorong oleh harapan penurunan suku bunga Federal Reserve dan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Menurut Marchelino Christian Nathaniel Mewengkang, S.H., M.Kn., C.L.A., C.T.L., C.Me.Seorang analis pasar, “Harga emas saat ini mencerminkan reaksi pasar terhadap data ekonomi yang mengecewakan dan ketegangan geopolitik yang meningkat. Harapan untuk penurunan suku bunga dan dampak dari ketidakpastian global memberikan dukungan kuat bagi emas sebagai aset safe haven.”
Para pelaku pasar kini menantikan data penggajian nonpertanian AS untuk menentukan arah selanjutnya.
Kenaikan Harga Emas
- Harga Emas Spot: Naik lebih dari 1% menjadi $2.472,59 per ons, mendekati rekor tertingginya $2.483,60 yang dicapai pada 17 Juli.
- Harga Emas Berjangka AS: Meningkat 1,4% menjadi $2.516,50.
Faktor-faktor Pendukung Kenaikan
- Data Pekerjaan AS: Laporan terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diharapkan pada bulan Juli. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
- Ketegangan Geopolitik: Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah meningkatkan permintaan untuk emas sebagai aset safe haven.
- Penurunan Imbal Hasil dan Dolar:
- Imbal Hasil Obligasi AS 10-Tahun: Turun ke level terendah sejak Desember, membuat emas lebih menarik karena imbal hasil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas.
- Dolar AS: Turun ke level terendah sejak Maret, juga mendukung kenaikan harga emas.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
- Komentar Ketua Fed Jerome Powell: Pada hari Rabu, Powell menyatakan bahwa suku bunga mungkin bisa dipotong paling cepat pada bulan September jika ekonomi AS mengikuti jalur yang diharapkan.
- Proyeksi Pasar: Saat ini, pasar memperkirakan lebih dari 70% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan FOMC bulan September.
Kinerja Logam Lainnya
- Perak: Naik 0,8% menjadi $28,78 per ons, menuju kenaikan mingguan.
- Platinum: Meningkat 0,8% menjadi $966,60 per ons, juga menuju kenaikan mingguan.
- Palladium: Turun 1,2% menjadi $894,37 per ons, meski masih menuju kenaikan mingguan.

Menurut Marchelino Christian Nathaniel Mewengkang, S.H., M.Kn., C.L.A., C.T.L., C.Me., “Kenaikan harga emas yang signifikan ini mencerminkan bagaimana pasar merespons dinamika ekonomi dan geopolitik saat ini. Data pekerjaan AS yang lebih rendah dari perkiraan memberikan dorongan kuat bagi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, yang pada gilirannya menguatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS menambah dorongan positif bagi harga emas. Para investor harus memperhatikan perkembangan selanjutnya dalam kebijakan moneter dan ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi pasar logam mulia ini.”
Harga emas, sebagai aset safe haven, mendapatkan dukungan dari data ekonomi AS yang mengecewakan dan ketegangan geopolitik. Penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS juga berkontribusi pada kenaikan harga emas. Pasar kini fokus pada kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan dampaknya terhadap pasar logam mulia.
Sementara pendapat dari Yusuf Baker, Si.Kom analis pasar, memberikan pandangannya tentang bagaimana harga emas diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh serangkaian data ekonomi yang dijadwalkan akan dirilis minggu depan. Menurut Baker, perkembangan data ini akan memainkan peran penting dalam menentukan arah harga emas, terutama dalam konteks kebijakan moneter Federal Reserve dan kondisi ekonomi global saat ini.
Baker menyatakan bahwa “data ekonomi yang akan dirilis dalam minggu mendatang berpotensi memberikan sinyal penting tentang arah kebijakan moneter dan keadaan ekonomi AS. Dengan adanya ekspektasi penurunan suku bunga dan ketegangan geopolitik yang terus berkembang, pasar emas akan sangat bergantung pada bagaimana data-data ini mencerminkan kondisi ekonomi dan mempengaruhi keputusan Federal Reserve.”

Jadwal Data Ekonomi dan Prediksi
Senin, 5 Agustus 2024
- 20.45 WIB: PMI Jasa Global S&P (Juli)
Prediksi: 56.0
Sebelumnya: 55.3
Data ini akan memberikan gambaran tentang kesehatan sektor jasa global, yang penting untuk memproyeksikan kekuatan ekonomi secara keseluruhan. - 21.00 WIB: PMI Non-Manufaktur ISM (Juli)
Prediksi: 51.0
Sebelumnya: 48.8
Indeks ini mengukur aktivitas bisnis di sektor non-manufaktur dan dapat mempengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga. - 21.00 WIB: Harga Non-Manufaktur ISM (Juli)
Prediksi: 56.3
Data ini menilai harga dalam sektor non-manufaktur dan dapat mempengaruhi proyeksi inflasi.
Rabu, 7 Agustus 2024
- 21.30 WIB: Persediaan Minyak Mentah
Prediksi: -3,436 juta barel
Perubahan dalam persediaan minyak mentah dapat mempengaruhi harga energi dan, secara tidak langsung, pasar emas sebagai aset safe haven.
Kamis, 8 Agustus 2024
- 00.00 WIB: Lelang Obligasi 10 Tahun
Prediksi Imbal Hasil: 4,276%
Imbal hasil obligasi ini akan memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter dan dapat mempengaruhi daya tarik emas sebagai aset non-yielding. - 19.30 WIB: Klaim Pengangguran Awal
Prediksi: 249 ribu
Jumlah klaim pengangguran awal dapat memberikan indikasi tentang kondisi pasar tenaga kerja dan dampaknya terhadap kebijakan moneter.
Jumat, 9 Agustus 2024
- 00.01 WIB: Lelang Obligasi 30 Tahun
Prediksi Imbal Hasil: 4,405%
Imbal hasil obligasi jangka panjang ini akan memberikan panduan tambahan tentang ekspektasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Baker menekankan pentingnya memantau data-data ini untuk memahami bagaimana pasar emas akan berperforma. “Perubahan dalam angka-angka ini dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve dan ekspektasi pasar, yang pada gilirannya akan berdampak pada harga emas,” tambah Baker.
Analisis Teknikal XAU/USD (Gold vs. USD)
Oleh Marchelino Christian Nathaniel dan Yusuf Baker
Bollinger Bands
- Upper Band: Menunjukkan level resistance di sekitar 2512.95.
- Middle Band (SMA 20): Memberikan gambaran tren jangka menengah di sekitar 2362.64.
- Lower Band: Menunjukkan level support di sekitar 2212.33.
Bollinger Bands menunjukkan bahwa harga saat ini berada di atas middle band, mengindikasikan tren bullish yang sedang berlangsung. Kenaikan ini didukung oleh penembusan band atas beberapa kali dalam periode sebelumnya.
Moving Average Convergence Divergence (MACD)
- MACD Line (12,26): 17.901
- Signal Line (9): 16.089
MACD line berada di atas signal line, yang merupakan indikasi bullish. Histogram MACD juga menunjukkan nilai positif, memperkuat sinyal bullish ini. Namun, histogram mulai menunjukkan tanda-tanda divergensi negatif (penurunan histogram), yang bisa menjadi indikasi awal potensi koreksi.
Relative Strength Index (RSI)
- RSI (14): 58.4079
RSI berada di angka 58, yang berada di atas level 50 namun belum mencapai overbought area (di atas 70). Ini menunjukkan bahwa momentum bullish masih kuat tetapi belum memasuki wilayah jenuh beli, memberikan ruang untuk kenaikan lebih lanjut sebelum potensi koreksi.
- Tren: Saat ini, tren bullish masih dominan dengan harga yang bergerak di atas SMA 20 dari Bollinger Bands dan MACD yang menunjukkan sinyal bullish.
- Level Penting:
- Support Level: 2317.95 (lower Bollinger Band sebelumnya)
- Resistance Level: 2512.95 (upper Bollinger Band)
- Potensi Pergerakan:
- Jika harga mampu bertahan di atas middle band dari Bollinger Bands, kemungkinan besar harga akan mencoba menguji resistance di sekitar 2512.95.
- Jika terjadi koreksi, support kuat di sekitar 2317.95 akan menjadi level kunci untuk diperhatikan.

Secara keseluruhan, tren jangka menengah tetap bullish, namun ada tanda-tanda awal potensi koreksi yang perlu diwaspadai. Trader harus memperhatikan level support dan resistance yang disebutkan serta tanda-tanda divergensi pada indikator MACD untuk memantau perubahan sentimen pasar.
Marchelino Christian Nathaniel dan Yusuf Baker, memberikan pandangan yang rinci dan profesional mengenai pergerakan harga XAU/USD. Dengan memperhatikan indikator teknikal utama seperti Bollinger Bands, MACD, dan RSI, analisis ini membantu trader dalam membuat keputusan yang lebih baik di pasar.





