MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Emas Menembus Rekor Tertinggi, Ditopang Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Federal Reserve

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
September 13, 2024
in Market Analysis
Reading Time: 5 mins read
1.7k 52
0
Emas Menembus Rekor Tertinggi, Ditopang Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Federal Reserve
419
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga emas kembali mencapai level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan tanda-tanda melemahnya ekonomi AS. Pada perdagangan Kamis, harga emas berjangka AS melonjak 1,7%, mencapai $2.585,20 per troy ounce, mencerminkan daya tarik logam mulia ini di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global.

Analisis Teknis Grafik XAUUSD

  1. Tren Jangka Panjang: Dominasi Bullish
    Grafik yang ditampilkan menggunakan time frame bulanan memberikan pandangan makro terhadap pergerakan harga emas, di mana tren naik yang kuat mendominasi sejak tahun 2000. Berikut adalah analisis lebih mendalam dari beberapa indikator penting yang digunakan dalam grafik:

2. Indikator Ichimoku Kinko Hyo: Sinyal Bullish yang Kuat

  • Harga di Atas Awan Ichimoku Saat ini, harga emas berada di atas awan Ichimoku, yang secara tradisional menandakan tren bullish jangka panjang. Awan ini juga memberikan level support di sekitar $1.900, menunjukkan bahwa meskipun terjadi koreksi, level tersebut akan menjadi kunci bagi stabilitas harga.
  • Tenkan Sen (garis biru) vs Kijun Sen (garis merah) Tenkan Sen di atas Kijun Sen merupakan konfirmasi lebih lanjut dari momentum bullish yang kuat. Jarak antara kedua garis ini juga mengindikasikan bahwa tren ini tidak hanya kuat tetapi juga berpotensi untuk berlanjut dalam jangka menengah.

3. Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence)

  • MACD (169,932) di atas Garis Sinyal Histogram MACD menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan kenaikan momentum positif. MACD berada jauh di atas garis sinyal, yang menunjukkan bahwa tekanan beli masih kuat. Tidak ada tanda-tanda divergensi bearish, yang berarti potensi kenaikan lebih lanjut masih terbuka.
  • Momentum Positif yang Meningkat Penguatan MACD bertepatan dengan kenaikan harga emas, mengindikasikan bahwa para pelaku pasar terus melakukan akumulasi posisi beli, memperkuat sinyal bullish.

4. Indikator RSI (Relative Strength Index)

  • RSI di Level 78,52 Indikator RSI berada di wilayah overbought, yang menandakan bahwa harga emas mungkin telah mencapai level yang terlalu tinggi dalam waktu singkat. Namun, dalam tren yang kuat, kondisi overbought ini sering kali bertahan lama tanpa pembalikan tajam. Hal ini menunjukkan bahwa sementara ada potensi koreksi jangka pendek, tren jangka panjang masih sangat bullish.
  • Tren Naik pada RSI Tidak ada divergensi bearish yang terlihat pada RSI, yang berarti bahwa momentum masih mendukung kenaikan lebih lanjut.

Faktor Fundamental yang Menggerakkan Harga Emas

1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 87% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC tanggal 17-18 September. Ekspektasi ini muncul setelah data ekonomi AS yang lemah:

Klaim Pengangguran

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran meningkat sebanyak 2.000 menjadi 230.000. Peningkatan ini menandakan pelemahan di pasar tenaga kerja, yang biasanya menjadi sinyal bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Data Inflasi Produsen


Harga produsen AS meningkat sedikit lebih dari ekspektasi di bulan Agustus, namun tren inflasi secara keseluruhan tetap menunjukkan perlambatan. Inflasi yang lebih rendah mendukung argumen bahwa The Fed memiliki ruang untuk memangkas suku bunga tanpa risiko overheating ekonomi.

Penurunan suku bunga cenderung melemahkan dolar AS, yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Emas, yang tidak memberikan hasil dividen atau bunga, biasanya berkinerja lebih baik ketika suku bunga rendah karena biaya kesempatan (opportunity cost) memegang aset non-bunga seperti emas menjadi lebih rendah.

2. Geopolitik dan Sanksi Rusia: Dorongan Tambahan bagi Emas

Komentar dari Presiden Rusia Vladimir Putin terkait kemungkinan pembatasan ekspor logam strategis seperti uranium, titanium, dan nikel juga memicu aksi short-covering di pasar komoditas. Emas mendapat keuntungan dari aksi ini karena investor beralih ke logam mulia sebagai aset yang lebih aman di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

Pembatasan ekspor ini dapat menciptakan ketidakpastian dalam rantai pasokan global, yang memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai terhadap risiko.

3. Kondisi Pasar Tenaga Kerja AS dan Pengaruhnya terhadap Suku Bunga

Pelemahan di pasar tenaga kerja AS, seperti yang tercermin dari klaim pengangguran yang meningkat, berpotensi memicu The Fed untuk lebih agresif dalam menurunkan suku bunga. Pasar memperkirakan probabilitas kecil (13%) untuk pemangkasan sebesar 50 basis poin, namun bahkan jika terjadi pemangkasan sebesar 25 basis poin, ini akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi harga emas.

Dengan semakin memburuknya pasar tenaga kerja, emas batangan, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor yang mencari aset lindung nilai dari ketidakpastian ekonomi dan suku bunga yang lebih rendah.

Kesimpulan dan Prospek

Harga emas saat ini berada dalam fase bullish yang sangat kuat, didukung oleh sejumlah faktor teknikal dan fundamental yang menguntungkan. Di sisi teknikal, indikator Ichimoku, MACD, dan RSI semuanya mengkonfirmasi tren naik yang dominan, meskipun RSI menunjukkan potensi overbought yang mungkin menyebabkan koreksi jangka pendek. Namun, koreksi ini kemungkinan akan menjadi peluang beli bagi investor yang ingin mengambil posisi dalam tren jangka panjang.

Dari perspektif fundamental, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor kunci yang mendorong harga emas lebih tinggi. Selain itu, ketidakpastian geopolitik seperti sanksi Rusia terhadap ekspor logam strategis semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Jika tren ini berlanjut, emas memiliki potensi untuk melampaui level rekor saat ini dan mencapai level resistensi baru di atas $2.600.

Dengan kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu aset yang paling dicari oleh investor, terutama dalam lingkungan suku bunga rendah dan risiko geopolitik yang meningkat. Disclaimer On!

Share168Tweet105Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Bagaimana Menjadi Global Trader; Mengejar Great Life dan Financial Freedom

Bagaimana Menjadi Global Trader; Mengejar Great Life dan Financial Freedom

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.