MaruliTua.com
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Analisa Pasar

Emas Tergelincir Setelah Mencetak Rekor: Akankah Penguatan Dolar dan Imbal Hasil AS Menahan Rally?

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Oktober 24, 2024
in Analisa Pasar
Reading Time: 3 mins read
1.9k 119
0
Emas Tergelincir Setelah Mencetak Rekor: Akankah Penguatan Dolar dan Imbal Hasil AS Menahan Rally?
475
SHARES
2k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga emas telah mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa pekan terakhir, di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang meliputi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian pemilu Amerika Serikat yang semakin dekat. Namun, sentimen bullish terhadap emas sedikit melambat pada Rabu, 23 Oktober 2024, di mana harga emas turun lebih dari 1% setelah mencetak rekor tertinggi. Faktor utama yang menekan harga emas adalah penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang mengimbangi dorongan permintaan aset safe haven. Namun, momentum bullish masih mungkin berlanjut, terutama jika volatilitas global terus meningkat.

Analisis Fundamental:

Harga emas pada sesi terakhir turun setelah sempat menyentuh level tertinggi $2,758.37 per ounce, sebelum akhirnya terkoreksi menjadi $2,721.12. Penurunan ini didorong oleh dua faktor utama:

  1. Penguatan Dolar AS: Indeks dolar AS naik 0.3%, mendekati level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penguatan ini membuat emas, yang dihargai dalam dolar AS, menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lain.
  2. Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS: Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga menjadi penekan harga emas. Saat imbal hasil obligasi naik, investor cenderung mengalihkan investasinya ke aset berbunga seperti obligasi, sehingga mengurangi permintaan untuk aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Meskipun demikian, kekhawatiran akan pemilu AS dan konflik di Timur Tengah terus memberikan dukungan terhadap harga emas. Sebagai aset safe haven, emas masih menjadi pilihan utama investor dalam menghadapi ketidakpastian global. Potensi emas mencapai level $2,800/oz pada akhir minggu ini masih terbuka jika sentimen resiko kembali meningkat.

Analisis Teknikal (Berdasarkan Grafik):

Secara teknikal, grafik menunjukkan pergerakan harga emas (XAU/USD) berada di dalam saluran tren menurun (downtrend channel) berwarna merah yang terlihat jelas pada timeframe M15. Level-level support dan resistance kunci yang dapat diperhatikan adalah sebagai berikut:


  • Pivot level: 2727.54, yang menjadi titik acuan penting untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.
  • Level Support 1: 2708.54, sebagai support awal jika harga turun lebih lanjut.
  • Level Support 2: 2696.80, sebagai level yang lebih kuat yang juga bertepatan dengan level terendah pada pergerakan sebelumnya.
  • Level Support 3 (Money Management): 2677.80, level penting yang harus diperhatikan oleh trader untuk mempertahankan manajemen resiko.

Dari indikator RSI, terlihat bahwa RSI berada di sekitar level 52, menunjukkan kondisi pasar yang netral. Namun, ada potensi bullish jika harga menembus pivot dan kembali ke channel uptrend hijau, yang berarti ada potensi pembalikan arah menuju level resistance.

Prediksi:

Dengan kondisi fundamental saat ini, harga emas cenderung akan menguji kembali level-level support, namun tekanan dari ketidakpastian global masih memberikan potensi rebound. Jika harga berhasil bertahan di atas pivot 2727.54, ada kemungkinan harga akan kembali mencoba menembus level resistance 1 di 2746.54 hingga resistance 3 di 2777.28. Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan harga turun di bawah support 2708.54, emas berpotensi menguji level yang lebih rendah di 2677.80.

Pergerakan emas pekan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental global yang memberikan tekanan jangka pendek, namun tidak menutup kemungkinan adanya penguatan kembali jika ketidakpastian geopolitik meningkat. Untuk trader, penting untuk memantau dengan cermat level-level teknikal dan sentimen pasar untuk mengambil keputusan yang tepat.

Disclaimer:

Analisa ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi. Keputusan perdagangan tetap berada di tangan masing-masing individu dan kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin terjadi dari transaksi yang dilakukan. Pastikan untuk selalu menggunakan manajemen resiko yang baik dalam setiap transaksi.

Share190Tweet119Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E, M.Th, WPB, WPA penulis dan praktisi trading, lahir pada tahun 1975 di Sumatera Utara. Memasuki dunia trading sejak tahun 2007, mengembangkan minat keahlian dalam dunia trading Forex, indeks saham, komoditi, dan saham.Pada akhir tahun 2020, posisi President Director di Indosukses Futures, kepemimpinan dan dedikasi terhadap industri keuangan. Pengajar dan pembicara, berkontribusi pada peningkatan pengetahuan melalui seminar, workshop, dan program pelatihan, seperti P4WPB dan WPA, menjadi narasumber media elektronik.Aktif di tingkat organisasi sebagai anggota Komite Pendidikan Pelatihan Dan Pengembangan (DIKLATBANG) sejak tahun 2021, dengan sertifikat kompetensi, asesmen/uji kompetensi, dan menjadi asesor, validator kompetensi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Juni 2023, LPK (BPM) Lembaga Pelatihan Kerja Bina profesi Mandiri 2024.Berlandaskan pengalaman dalam dunia trading, perencanaan dan praktik pelaksanaan harus konsisten tanpa melibatkan emosi. Sebagai seorang trader, harus bisa memiliki kemampuan untuk membedakan antara logika dan perasaan, serta menilai pentingnya keamanan dana investasi dengan memastikan tempat berinvestasi resmi memiliki izin dari regulator yang berlaku di Indonesia.

Related Posts

Kepercayaan Konsumen A.S Menguat, Pasar Masih Menunggu Kepastian Data Lanjutan
Analisa Pasar

Kepercayaan Konsumen A.S Menguat, Pasar Masih Menunggu Kepastian Data Lanjutan

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Februari 25, 2026
0

Pasar keuangan global mengawali pekan terakhir Februari 2026 dengan satu rilis data ekonomi Amerika Serikat yang sudah terkonfirmasi, sementara agenda...

Read moreDetails
Inflasi Bertahan, Ekonomi Melambat: Arah Emas Ditentukan Data

Inflasi Bertahan, Ekonomi Melambat: Arah Emas Ditentukan Data

Februari 20, 2026
Soft Landing atau Perlambatan? Arah Dolar di Ujung Data A.S

Soft Landing atau Perlambatan? Arah Dolar di Ujung Data A.S

Februari 15, 2026
Pasar Menahan Napas: Emas Diuji Volatilitas Dua Hari Krusial

Pasar Menahan Napas: Emas Diuji Volatilitas Dua Hari Krusial

Februari 5, 2026
Next Post
Harga Emas Terkunci dalam Channel Bullish: Peluang atau Koreksi yang Menanti?

Harga Emas Terkunci dalam Channel Bullish: Peluang atau Koreksi yang Menanti?

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.