Harga Euro mengalami pelemahan sebesar 0,6%, mencapai level terendah sejak pertengahan November. Pelemahan ini terjadi setelah Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan, dipicu oleh data inflasi AS yang meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Januari. Peningkatan ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga stabil pada bulan Maret.

Diperkuatnya Dolar AS diakibatkan oleh data inflasi yang mengindikasikan tekanan kenaikan harga di Amerika Serikat. Hal ini mendorong harapan bahwa Federal Reserve mungkin tidak merinci rencana untuk mengurangi kebijakan moneter akomodatif dalam waktu dekat.
Tingkat resistensi utama terletak di 1.0771, menandakan bahwa Euro mungkin menghadapi kesulitan untuk menguat lebih lanjut terhadap Dolar AS. Sementara itu, tingkat dukungan terletak di 1.0673, mencerminkan level di mana Euro mungkin mendapatkan dukungan atau menghadapi hambatan untuk turun lebih rendah.

Analis merekomendasikan para pelaku pasar untuk memperhatikan perkembangan lebih lanjut, terutama terkait kebijakan Federal Reserve. Jika Euro berhasil melampaui tingkat resistensi, itu bisa menjadi sinyal kenaikan potensial. Sebaliknya, penurunan di bawah tingkat dukungan dapat memberikan indikasi pelemahan lebih lanjut terhadap Dolar AS. Disclaimer On!





