Harga emas turun hampir 1% di sesi sebelumnya pada hari senin tgl 10 Oktober 2022, karena laporan data pekerjaan AS jumat 7 Oktober 2022, laporan data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut melemahkan daya tarik emas karena kurang memberikan imbal hasil dibanding produk keuangan lainnya sehingga menjadi katalis negatif bagi kinerja emas.
The Fed memproyeksikan tingkat pengangguran berada di level 3.8% tahun ini dan 4.4% pada 2023. US Unemployment Rate yang dirilis turun menjadi 3.5% dibandingkan data sebelumnya 3.7% menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja pada kondisi tingginya suku bunga acuan. Tingkat pengangguran yang menunjukkan arah yang berkebalikan dari proyeksi bank sentral AS mendukung prospek kenaikan suku bunga acuan yang agresif pada pertemuan The Fed selanjutnya pada bulan November
Fokus sekarang adalah pada data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis 20 oktober 2022, dan data pada hari Jumat menunjukkan cengkeraman pengetatan inflasi pada ekonomi Jerman, dengan lonjakan harga impor dan penurunan output industri dan penjualan ritel menambah tanda-tanda bahwa ekonomi terbesar Eropa sedang menuju resesi.

Presiden Fed New York John Williams mengatakan kenaikan suku bunga lebih jauh diperlukan dengan mengerahkan bank sentral menuju target di tingkat 4.5% untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran yang kemudian menurunkan inflasi dengan cepat. Suku bunga saat ini berada di kisaran 3.00% – 3.25% dan pasar berspekulasi kenaikan 75 basis poin pada pertemuan Fed mendatang. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS saat ini berada di areal 3.89%, dan apakah data-data tersebut diatas akan membuat penurunan harga emas melemah dan menuju support ke level $ 1650? Ikuti terus kelanjutan dari data-data yang akan di rilis dalam minggu ini.





