
Harga emas melesat ke level tertinggi baru pada hari Jumat 13 September 2024, kenaikan dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Momentum bullish ini diperkuat oleh arus masuk dana yang signifikan ke pasar emas dan pelemahan dolar AS. Sentimen pasar semakin optimis bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan memberikan dorongan tambahan bagi aset safe haven seperti emas.
Seiring dengan kenaikan harga emas yang mendekati level psikologis $3.000 per troy ons, para investor memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2020. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar sepenuhnya memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 hingga 50 basis poin pada pertemuan The Fed minggu depan, dengan probabilitas pemangkasan sebesar 57% untuk 25 basis poin dan 43% untuk 50 basis poin.
Optimisme ini juga didukung oleh ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga total sebesar 100 basis poin pada akhir tahun 2024. Jika hal ini terwujud, emas akan mendapatkan dorongan lebih lanjut karena pelonggaran kebijakan moneter biasanya melemahkan dolar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian pasar.
Bahkan, menurut analisis yang dikutip dari Instagram resmi Pak Vier, harga emas diprediksi akan mencapai $3.300 per troy ons, seiring dengan potensi pemangkasan suku bunga yang agresif dalam beberapa bulan mendatang.

Pengaruh Data Ekonomi AS Terhadap Harga Emas
Sebelum keputusan suku bunga minggu ini, beberapa data ekonomi penting dari AS akan dirilis, yang berpotensi memengaruhi harga emas. Data yang perlu diperhatikan meliputi:
- Core Retail Sales (Agustus) dan Retail Sales (Agustus) yang akan dirilis pada Selasa, 17 September. Penurunan penjualan ritel yang lebih besar dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatkan harga emas lebih lanjut.
- Crude Oil Inventories pada Rabu, 18 September, yang dapat memberikan petunjuk mengenai permintaan energi global. Kenaikan stok minyak yang signifikan bisa mempertegas kekhawatiran perlambatan ekonomi, yang pada gilirannya dapat mendorong emas sebagai aset safe haven.
- Keputusan Suku Bunga Federal Reserve pada Kamis, 19 September, akan menjadi acara utama yang paling diantisipasi. Dengan peluang pemangkasan suku bunga yang kuat, emas dapat melonjak lebih tinggi jika The Fed mengambil sikap dovish.
Dukungan dari Arus Masuk Dana Emas
Selain ekspektasi kebijakan moneter, arus masuk yang kuat ke dana emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) terus mendorong kenaikan harga. Selama empat bulan berturut-turut hingga Agustus, ETF yang didukung emas fisik global mengalami arus masuk signifikan. SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, bahkan mencatatkan kepemilikan tertinggi sejak awal Januari, menunjukkan tingginya minat investor terhadap emas.
Dari sudut pandang teknis, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di angka 69, mendekati wilayah “jenuh beli” di angka 70, yang menunjukkan kemungkinan adanya koreksi harga dalam waktu dekat. Namun, tren bullish secara keseluruhan tetap kuat, terutama jika data ekonomi dan kebijakan The Fed mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin besar dan data ekonomi penting yang akan dirilis, harga emas berada dalam tren kenaikan yang signifikan. Jika The Fed memenuhi harapan pasar dengan kebijakan moneter yang lebih longgar, harga emas kemungkinan akan terus bergerak menuju level $3.000 per troy ons, didukung oleh pelemahan dolar dan permintaan investasi yang kuat. Pelaku pasar harus mencermati rilis data ekonomi dan keputusan kebijakan untuk mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi volatilitas pasar ini. Disclaimer On!





