Harga kontrak berjangka kopi robusta mengalami tekanan signifikan sepanjang akhir Februari. Berdasarkan data perdagangan, harga spot dan remote yang sempat menyentuh kisaran Rp94.000-an pada 19 Februari 2025, merosot tajam ke level Rp88.000-an pada 25 Februari.
Penurunan ini menjadi sorotan di kalangan pelaku pasar, termasuk Dony, pengamat multilateral dari Indosukses Futures (ISF). Menurutnya, koreksi harga yang terjadi saat ini justru membuka peluang strategis.
“Kondisi harga kopi robusta saat ini tergolong rendah secara historis dalam beberapa pekan terakhir. Ini adalah momen yang cukup ideal untuk mulai masuk ke pasar,” ujar Dony saat dihubungi, Selasa (15/4/25).

Ia menambahkan bahwa kontrak berjangka kopi robusta merupakan instrumen yang sangat penting, khususnya bagi pelaku industri yang ingin melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi harga. Dengan masa kontrak yang berlaku selama satu tahun dan tersedia setiap bulan, produk ini menawarkan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan risiko.
Dony juga merekomendasikan agar pelaku pasar memanfaatkan peluang ini melalui perusahaan pialang resmi yang kredibel.
“Indosukses Futures bisa menjadi salah satu pilihan terbaik. Mereka sudah berizin, dibawah pengawasan BAPPEBTI,OJK,BI,JFX,KBI, dan punya fasilitas transaksi yang memadai untuk kebutuhan hedging maupun spekulasi,” jelasnya.
Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu produsen utama kopi robusta dunia, dengan kontribusi sekitar 80% dari total produksi kopi nasional. Robusta dikenal memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi dan rasa yang lebih pahit dibanding arabika, sehingga sering digunakan dalam campuran kopi instan maupun espresso.
Dengan tren harga yang saat ini berada di titik rendah, pelaku pasar disarankan untuk mulai mencermati pergerakan harga secara aktif dan memanfaatkan momentum yang ada.






