Pasar keuangan global diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada Selasa (13/1), seiring rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang dinilai krusial dalam membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Perhatian pelaku pasar tertuju pada data inflasi konsumen (CPI), hasil lelang obligasi pemerintah AS, serta penjualan rumah baru, yang secara kolektif akan memberikan gambaran terbaru mengenai ketahanan inflasi dan kondisi ekonomi A.S.
Inflasi Diperkirakan Masih Lengket
Berdasarkan konsensus pasar, CPI bulanan (MoM) Desember diproyeksikan naik 0,3%, sementara CPI tahunan (YoY) diperkirakan bertahan di 2,7%, masih berada di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Sementara itu, Core CPI (MoM)—indikator inflasi yang mengesampingkan harga pangan dan energi—diprediksi meningkat ke 0,3% dari sebelumnya 0,2%. Jika proyeksi ini terealisasi, hal tersebut mengindikasikan bahwa tekanan harga inti di Amerika Serikat belum sepenuhnya mereda, sehingga ruang bagi The Fed untuk segera menurunkan suku bunga masih terbatas.
Yield Obligasi Jadi Perhatian
Dari pasar obligasi, hasil lelang obligasi pemerintah A.S tenor 10 tahun diperkirakan berada di kisaran 4,17%–4,18%, mencerminkan yield yang tetap tinggi. Kondisi ini menandakan bahwa investor masih berhati-hati dan mengantisipasi kebijakan suku bunga yang cenderung bertahan ketat dalam waktu dekat.
Yield yang tinggi juga berpotensi menekan aset tanpa imbal hasil, seperti emas, sekaligus menopang pergerakan dolar AS.
Sektor Perumahan Berpotensi Melemah
Sementara itu, dari sektor perumahan, penjualan rumah baru (New Home Sales) diperkirakan turun ke sekitar 716 ribu unit, di bawah perkiraan pasar sebesar 800 ribu unit. Pelemahan ini mencerminkan dampak lanjutan dari tingginya suku bunga kredit terhadap permintaan properti di Amerika Serikat.
Data ini dapat menjadi sinyal awal perlambatan ekonomi, meski belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi kebijakan moneter secara signifikan.
Pasar Menanti Konfirmasi Arah
Menjelang rilis data, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati. Jika inflasi dirilis sesuai atau lebih tinggi dari perkiraan, dolar A.S diperkirakan tetap bertahan kuat, sementara harga emas berpotensi bergerak terbatas dengan volatilitas tinggi.
Sebaliknya, apabila data inflasi menunjukkan pelemahan yang lebih signifikan, pasar dapat mulai kembali memperhitungkan peluang pelonggaran kebijakan moneter, yang berpotensi mendukung penguatan emas.
Ikuti Perkembangan Selanjutnya
Rilis data inflasi A.S dijadwalkan pada 20.30 WIB, diikuti data penjualan rumah baru pada 22.00 WIB. Kedua momen tersebut diperkirakan akan menjadi titik volatilitas utama di pasar global.
marulitua.com akan terus memantau dan menyajikan pembaruan serta analisis lanjutan pasca-rilis data untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar secara objektif dan berimbang.





