Pekan ini pasar menghadapi sinyal campuran dari Amerika Serikat. Pertumbuhan mulai melunak, tetapi tekanan inflasi belum sepenuhnya reda. Kondisi ini membuat pelaku pasar berhati-hati dalam membaca arah kebijakan moneter.
Data menunjukkan pesanan barang tahan lama turun -1,4%, menandakan pendinginan sektor manufaktur. Namun indeks manufaktur regional menguat dan klaim pengangguran menurun, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih solid. Sementara itu, proyeksi GDP kuartal IV diperkirakan melambat ke 3,0% dari 4,4%.
Fokus utama tertuju pada Core PCE Price Index sebagai indikator inflasi pilihan bank sentral. Jika inflasi tetap tinggi, ekspektasi suku bunga bertahan lebih lama akan menguat. Sebaliknya, jika inflasi mulai turun bersamaan dengan perlambatan ekonomi, tekanan terhadap kebijakan ketat bisa berkurang.
Dampak ke XAUUSD
Emas berpotensi bergerak konsolidatif dengan volatilitas meningkat menjelang rilis data inflasi. Inflasi yang kuat dapat menekan emas melalui penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi. Namun jika tekanan harga mereda, emas berpeluang mendapat dorongan sebagai aset lindung nilai.

Arah XAUUSD dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh hasil data inflasi dan respons pasar terhadapnya. Disclaimer On!





