Harga emas turun 0,7% pada Jumat menjadi $2.651,88 per ons setelah mencapai rekor tertinggi $2.685,42 sehari sebelumnya. Meski turun, emas tetap menguat 14% pada kuartal ini, tertinggi sejak 2016, dan naik 29% sepanjang tahun, didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga AS lebih lanjut.
Para analis memproyeksikan harga emas bisa mencapai $3.000 per ons tahun ini, terutama karena ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter yang longgar. Namun, reli ini telah menekan permintaan fisik di pasar utama seperti Tiongkok dan India.
Perak juga mengalami penurunan 1,3% menjadi $31,61 per ons setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Pasar emas sedang berada dalam fase krusial, di mana pergerakan harga mulai menunjukkan tanda-tanda kebingungan arah di tengah level-level teknikal yang penting. Harga emas saat ini terjebak di antara support yang kuat dan resistance yang semakin sulit ditembus. Di saat yang sama, sentimen pasar sedang menantikan dua data ekonomi penting pada Senin, 30 September 2024—pidato dari Anggota FOMC Bowman dan rilis Indeks PMI Chicago. Kedua acara ini berpotensi memberikan arah yang lebih jelas bagi harga emas.
Dengan indikator RSI yang berada di zona netral dan harga yang mendekati titik kritis pada grafik, para trader perlu berhati-hati dan bersiap menghadapi kemungkinan breakout atau breakdown besar. Apakah emas akan menguat setelah data fundamental atau justru terseret ke level yang lebih rendah?
Faktor Fundamental:
Grafik ini juga mencantumkan dua acara penting pada Senin, 30 September 2024, yang bisa berdampak pada pergerakan emas:
- Pukul 19.50: Anggota FOMC Bowman Berbicara. Pernyataan dari anggota FOMC dapat mempengaruhi pergerakan dolar AS, yang pada gilirannya berdampak pada harga emas. Jika nada pembicaraannya hawkish (pro kenaikan suku bunga), emas bisa tertekan lebih rendah. Sebaliknya, nada dovish (pro pelonggaran) dapat mendorong harga emas naik.
- Pukul 20.45: Rilis Indeks PMI Chicago (Sep) yang diperkirakan sebesar 46.1. Jika data ini lebih baik dari ekspektasi, ini bisa menguatkan dolar AS dan melemahkan emas. Namun, jika lebih buruk dari ekspektasi, emas bisa mendapatkan dorongan naik.

Analisis Teknikal:
- Support dan Resistance:
- Resistance (garis merah atas) berada di sekitar 2673.47. Ini adalah level tertinggi yang telah diuji oleh harga beberapa kali dan ditolak. Jika harga berhasil menembus level ini, ada kemungkinan tren naik yang lebih kuat akan terbentuk.
- Support (garis hijau bawah) terlihat di sekitar 2642.30. Ini adalah level terendah dari pergerakan harga baru-baru ini, yang menahan penurunan lebih lanjut. Jika level ini tertembus, kita bisa mengharapkan penurunan lebih dalam menuju level support berikutnya.
- Indikator RSI (Relative Strength Index):
- RSI saat ini berada di sekitar 49.42, yang menunjukkan kondisi netral. Ini menandakan bahwa harga emas belum berada dalam kondisi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).
- Namun, RSI mendekati garis tengah (50), yang berarti harga emas bisa bergerak ke arah mana pun, tergantung dari momentum selanjutnya. Jika RSI naik di atas 50, ini bisa mengindikasikan potensi momentum bullish. Sebaliknya, jika RSI turun di bawah 50, ini bisa menandakan adanya momentum bearish.
- Pergerakan Harga Terbaru:
- Pergerakan harga terakhir menunjukkan adanya pembalikan kecil setelah penurunan. Candlestick hijau terbaru mengindikasikan adanya pembelian yang masuk setelah penurunan cukup tajam sebelumnya.
- Ada potensi bahwa harga sedang menguji area support yang lebih rendah di sekitar 2642.30 sebelum mungkin melanjutkan tren naik atau setidaknya melakukan pullback menuju level resistance terdekat di 2658.75 (garis kuning).
Rencana Trading:
- Skenario Bullish (Naik):
- Jika harga mampu menembus level resistance di 2658.75 (garis kuning), potensi target berikutnya adalah resistance utama di 2673.47.
- Konfirmasi bullish bisa lebih kuat jika RSI naik di atas 50 dan terus meningkat menuju 60-70.
- Posisi buy bisa dipertimbangkan jika terjadi breakout dan harga menutup di atas 2658.75 dengan target awal di 2673.47.
- Skenario Bearish (Turun):
- Jika harga gagal bertahan di atas support 2642.30 dan RSI mulai turun di bawah 45, potensi penurunan lebih lanjut bisa terjadi.
- Dalam skenario ini, posisi sell bisa dipertimbangkan dengan target berikutnya di sekitar 2630, jika level 2642.30 ditembus.
- Pastikan untuk memonitor pergerakan saat acara fundamental berlangsung (pembicaraan FOMC dan PMI) untuk menghindari volatilitas mendadak.
Kesimpulan:
- Jika harga menembus resistance di 2658.75 dengan dukungan indikator RSI yang naik, ada peluang bahwa harga emas akan melanjutkan kenaikannya menuju 2673.47.
- Jika harga turun di bawah support 2642.30, maka ini akan menjadi sinyal bahwa tren bearish sedang mengambil alih, dan harga mungkin menuju level support yang lebih rendah.
Monitoring pergerakan harga dalam beberapa sesi berikutnya, terutama saat rilis data fundamental, akan sangat penting untuk mengambil keputusan yang lebih pasti.
Disclaimer: Informasi dan analisis yang disampaikan dalam artikel ini bersifat umum dan hanya untuk tujuan edukasi. Semua keputusan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu. Pastikan untuk melakukan analisis independen atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang terpercaya sebelum membuat keputusan investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan resiko kerugian selalu ada dalam perdagangan pasar keuangan.





