MaruliTua.com
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Analisa Pasar

Menanti Keputusan The Fed: Pekan Penentu Arah Dolar dan Emas

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Oktober 27, 2025
in Analisa Pasar
Reading Time: 5 mins read
1.8k 36
0
Menanti Keputusan The Fed: Pekan Penentu Arah Dolar dan Emas
437
SHARES
1.8k
VIEWS
ShareTweetSend

Marulitua.com Pekan ini, pasar keuangan global tengah menahan napas menantikan serangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang berpotensi mengguncang arah pergerakan dolar AS dan harga emas. Rangkaian data dimulai Senin (27/10/2025) hingga Jumat (31/10/2025), dengan sorotan utama pada keputusan suku bunga The Federal Reserve (FOMC Meeting) pada Kamis dini hari waktu Indonesia bagian barat (WIB).

Awal Pekan: Sinyal Perlambatan di Sektor Barang Tahan Lama dan Perumahan

Laporan Durable Goods Orders (pesanan barang tahan lama) bulan September diperkirakan turun tajam sebesar -2.7%, menandakan penurunan permintaan di sektor manufaktur. Penurunan ini berpotensi memperkuat kekhawatiran pasar bahwa perlambatan ekonomi AS mulai terasa lebih dalam, terutama setelah serangkaian kenaikan suku bunga sebelumnya.

Sementara itu, penjualan rumah baru (New Home Sales) diproyeksikan turun ke 710 ribu unit, dari 800 ribu pada bulan sebelumnya. Melemahnya sektor properti ini bisa menjadi tekanan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi dan memperbesar kemungkinan The Fed mengambil langkah dovish dalam pertemuan FOMC.

Pertengahan Pekan: Kepercayaan Konsumen dan Cadangan Minyak Jadi Ukuran Sentimen

Pada Selasa (28/10), data CB Consumer Confidence Oktober diperkirakan sedikit melemah ke 93.9 dari 94.2, mencerminkan sentimen konsumen yang masih rapuh di tengah inflasi yang belum turun signifikan. Kepercayaan konsumen yang menurun biasanya menjadi sinyal pelemahan daya beli, yang dapat menekan prospek pertumbuhan kuartal IV.

Rabu (29/10), pasar juga akan mencermati data Crude Oil Inventories. Data terakhir menunjukkan penurunan -0.961 juta barel, dan bila penurunan stok berlanjut, harga minyak mentah bisa kembali menguat, yang pada gilirannya memperbesar tekanan inflasi global.

Kamis Dini Hari: Fokus Dunia pada FOMC dan Keputusan Suku Bunga

Puncak perhatian investor global tertuju pada FOMC Statement, Keputusan Suku Bunga The Fed, dan Konferensi Pers Ketua Jerome Powell pada Kamis dini hari. Pasar memperkirakan The Fed memangkas suku bunga dari 4.25% menjadi 4.00%, langkah yang dapat mengonfirmasi sikap lebih akomodatif terhadap perekonomian.

Jika pemangkasan benar terjadi, dolar AS berpotensi melemah sementara harga emas bisa melanjutkan penguatan menuju area resistensi berikutnya. Namun, nada konferensi pers Powell akan sangat menentukan: bila Powell tetap menegaskan komitmen menjaga inflasi di bawah 2%, pasar bisa berubah arah cepat.

Selain itu, data GDP (Q3) yang dirilis pada Kamis malam diperkirakan tumbuh 3.0%, melambat dari 3.8% di kuartal sebelumnya. Angka ini akan menjadi konfirmasi sejauh mana ekonomi AS mulai kehilangan momentum setelah periode ekspansi yang kuat di paruh pertama tahun.

Akhir Pekan: Fokus Beralih ke Inflasi dan Aktivitas Manufaktur

Pada Jumat (31/10), perhatian pasar bergeser ke data inflasi utama The Fed, Core PCE Price Index. Secara bulanan, angka diperkirakan tetap di 0.2%, sementara secara tahunan di sekitar 2.9%. Bila data ini sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember akan semakin terbuka lebar.

Menutup pekan, data Chicago PMI Oktober diprediksi naik ke 42.0 dari 40.6, namun masih jauh di bawah ambang ekspansi 50. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur AS masih berada dalam fase kontraksi.

Pekan Penentu Sentimen Global


Secara keseluruhan, pekan ini menjadi momen penting bagi arah kebijakan moneter The Fed dan prospek ekonomi AS. Setiap data yang dirilis akan menjadi petunjuk bagi pasar untuk menilai apakah ekonomi terbesar dunia ini sedang menuju “soft landing” atau justru ancaman resesi.

Bagi pelaku pasar emas, kombinasi antara pelemahan data ekonomi dan potensi pemangkasan suku bunga dapat menjadi katalis positif untuk melanjutkan reli. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, sebab satu kalimat hawkish dari Jerome Powell saja bisa mengubah arah seluruh pasar dalam hitungan menit.

Analisis Teknikal: Emas di Zona Pivot, Arah Masih Menunggu Keputusan The Fed

Secara teknikal, pergerakan harga emas (XAU/USD) pada grafik H1 menunjukkan posisi harga terkini berada di area pivot 4097.49, yang menjadi titik keseimbangan pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed. Level ini sangat penting karena menjadi area pertarungan antara buyer dan seller dalam jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas pivot 4097.49, peluang penguatan menuju area resistance terdekat di 4135.79 cukup terbuka. Breakout di atas level tersebut akan membuka ruang bagi pengujian resistance kedua di 4159.45, bahkan resistance utama di 4197.75–4259.71 bila momentum bullish semakin kuat setelah FOMC.

Sebaliknya, bila tekanan jual berlanjut dan harga menembus ke bawah pivot, area support pertama di 4059.19 menjadi batas awal pengujian. Penembusan lebih dalam ke support kedua di 4035.53 bisa mengarahkan harga ke support kuat di 3997.23, dengan batas akhir money management di 3935.27 sebagai area pertahanan utama buyer.

Indikator Kompas: Momentum Masih Lemah, Potensi Reversal Terbatas Indikator Kompas Master Trading Indonesia yang tampak di bagian bawah grafik memperlihatkan momentum negatif yang masih dominan. Histogram biru menurun di bawah garis nol, menunjukkan tekanan bearish jangka pendek.

Sinyal X merah terakhir diikuti oleh penurunan volume histogram, menandakan bahwa pasar belum menemukan dorongan beli yang cukup kuat untuk mengubah arah tren. Namun beberapa titik hijau sebelumnya menunjukkan adanya upaya buyer mempertahankan harga di atas support penting.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar emas tengah memasuki fase wait and see, di mana pelaku pasar menahan transaksi besar sambil menunggu kejelasan dari FOMC Statement dan keputusan suku bunga The Fed.

Kesimpulan Teknis

Selama harga tetap bergerak di kisaran 4050–4150, arah emas akan cenderung sideways dengan kecenderungan melemah. Skenario bullish baru akan terbentuk jika harga menembus dan bertahan di atas 4159.45, sementara skenario bearish akan terkonfirmasi bila harga turun di bawah 4035.53.

Trader yang berposisi buy, disarankan menerapkan strategi money management ketat, dengan risiko maksimal 1–2% dari modal di area support 4 (3935.27) sebagai batas stop out rasional, mengingat volatilitas berpotensi tinggi menjelang pengumuman kebijakan The Fed.

Tags: analisa emasanalisis teknikal emasFundamental emasHarga Emas Hari Iniinvestasi emaspasar globalthe fedtrading goldxauusd
Share175Tweet109Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E, M.Th, WPB, WPA penulis dan praktisi trading, lahir pada tahun 1975 di Sumatera Utara. Memasuki dunia trading sejak tahun 2007, mengembangkan minat keahlian dalam dunia trading Forex, indeks saham, komoditi, dan saham.Pada akhir tahun 2020, posisi President Director di Indosukses Futures, kepemimpinan dan dedikasi terhadap industri keuangan. Pengajar dan pembicara, berkontribusi pada peningkatan pengetahuan melalui seminar, workshop, dan program pelatihan, seperti P4WPB dan WPA, menjadi narasumber media elektronik.Aktif di tingkat organisasi sebagai anggota Komite Pendidikan Pelatihan Dan Pengembangan (DIKLATBANG) sejak tahun 2021, dengan sertifikat kompetensi, asesmen/uji kompetensi, dan menjadi asesor, validator kompetensi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Juni 2023, LPK (BPM) Lembaga Pelatihan Kerja Bina profesi Mandiri 2024.Berlandaskan pengalaman dalam dunia trading, perencanaan dan praktik pelaksanaan harus konsisten tanpa melibatkan emosi. Sebagai seorang trader, harus bisa memiliki kemampuan untuk membedakan antara logika dan perasaan, serta menilai pentingnya keamanan dana investasi dengan memastikan tempat berinvestasi resmi memiliki izin dari regulator yang berlaku di Indonesia.

Related Posts

Agenda Ekonomi Global Pekan Ini: Pasar Mencermati Data Penting yang Diperkirakan Picu Volatilitas
Analisa Pasar

Agenda Ekonomi Global Pekan Ini: Pasar Mencermati Data Penting yang Diperkirakan Picu Volatilitas

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Januari 17, 2026
0

Pasar keuangan global memasuki pekan penting dengan serangkaian agenda ekonomi yang akan berdampak tinggi dari Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, Jepang,...

Read moreDetails
Pasar Menanti Data GDP Inggris dan Indikator Manufaktur AS

Pasar Menanti Data GDP Inggris dan Indikator Manufaktur AS

Januari 15, 2026
Inflasi AS Diprediksi Bertahan, Pasar Bersiap Hadapi Volatilitas

Inflasi AS Diprediksi Bertahan, Pasar Bersiap Hadapi Volatilitas

Januari 13, 2026
Menanti Data Ekonomi A.S, Harga Emas Bergerak Hati-Hati

Menanti Data Ekonomi A.S, Harga Emas Bergerak Hati-Hati

Januari 7, 2026
Next Post
Emas Tersungkur, Pasar Gelisah Menanti Sinyal Terakhir dari The Fed

Emas Tersungkur, Pasar Gelisah Menanti Sinyal Terakhir dari The Fed

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.