MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

PCE AS dalam Fokus: USD Catat Penurunan Mingguan Pertama di 2024

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Februari 26, 2024
in Market Analysis
Reading Time: 6 mins read
1.7k 35
0
PCE AS dalam Fokus: USD Catat Penurunan Mingguan Pertama di 2024
416
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

OIL

Penurunan harga minyak sebesar hampir 3% pada akhir perdagangan hari Jumat mencerminkan pengaruh langsung dari indikasi kebijakan bank sentral AS. Pembuat kebijakan tersebut menyatakan kemungkinan penundaan kenaikan suku bunga setidaknya dua bulan ke depan. Dampaknya terasa signifikan dalam dinamika pasar minyak, dengan beberapa aspek perlu diperhatikan.

Ketidakpastian ini terkait dengan kebijakan suku bunga AS memberikan tekanan pada harga minyak. Indikasi penundaan tersebut dianggap dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan membatasi permintaan minyak. Keputusan seputar suku bunga memiliki efek besar terhadap daya beli dan keputusan investasi, yang berpotensi mengubah dinamika pasokan dan permintaan di pasar minyak.

Analisis teknis menunjukkan adanya level resistance pada 78.67, di mana harga minyak mungkin mengalami kesulitan untuk melanjutkan kenaikan. Kehadiran resistance ini dapat menjadi pertanda bahwa pasar menghadapi tekanan yang signifikan di tingkat harga tersebut. Sebaliknya, level support pada 74.92 menjadi kunci dalam memberikan dukungan harga. Jika harga menembus level support ini, bisa menjadi sinyal potensi penurunan lebih lanjut.

Dampak dari tundaan kenaikan suku bunga tampaknya dapat dirasakan pada dua aspek utama. Pertama, potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi keputusan investasi dan konsumsi energi, yang berpotensi membawa dampak langsung pada permintaan minyak. Kedua, dalam konteks pasar minyak yang sangat dinamis, pengaruh geopolitik dan berita ekonomi global perlu dipantau secara cermat untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang tren jangka panjang dan potensi perubahan dalam kondisi pasar.

Dalam menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif, investor dan pemangku kepentingan pasar minyak perlu mempertimbangkan resiko secara cermat dan memahami bahwa keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis menyeluruh dan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor fundamental yang memengaruhi pasar. Tetap memantau berita ekonomi dan geopolitik serta melakukan analisis lanjutan menjadi kunci untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik.

XAUUSD

Harga emas mengalami kenaikan mingguan pada hari Jumat, didorong oleh beberapa faktor yang memainkan peran penting dalam pasar logam mulia. Pelemahan dolar memberikan dukungan signifikan kepada harga emas, karena investor cenderung beralih ke aset safe-haven saat mata uang utama mengalami penurunan. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS turut menyokong kenaikan harga emas, karena imbal hasil yang lebih rendah membuat emas menjadi alternatif investasi yang lebih menarik.

Ketegangan di Timur Tengah juga memainkan peran dalam meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven, seperti emas. Investor mencari perlindungan dalam emas ketika ketidakpastian geopolitik meningkat, mengingat logam mulia tersebut dianggap sebagai nilai lindung terhadap resiko.

Meskipun para pejabat Federal Reserve AS mengecilkan harapan penurunan suku bunga lebih awal tahun ini, emas tetap mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik mungkin lebih dominan dalam menentukan tren harga emas saat ini.

Dalam konteks teknis, level resistance pada 2041.82 menjadi poin penting yang dapat memberikan hambatan terhadap kenaikan harga emas. Penembusan di atas resistance tersebut dapat menjadi indikasi potensi kenaikan lebih lanjut. Di sisi lain, level support pada 2005.98 berperan sebagai titik dukungan, dan penurunan di bawah level ini dapat memberikan sinyal potensi penurunan lebih lanjut.

Penting untuk diingat bahwa pasar emas dipengaruhi oleh dinamika kompleks, dan keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada pemahaman mendalam tentang faktor-faktor ekonomi, geopolitik, dan kebijakan moneter yang memengaruhi harga emas. Investor perlu memantau berita dan peristiwa global terkini untuk tetap terinformasi tentang perkembangan pasar yang dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka.

EURUSD

EURUSD mengalami kenaikan setelah USD mengalami pelemahan mingguan pertamanya pada tahun 2024 pada hari Jumat. Penurunan nilai dolar ini terjadi karena investor berhenti membeli mata uang tersebut, membatalkan reli hampir dua bulan yang sebelumnya dibangun di atas harapan bahwa Federal Reserve AS akan memulai penurunan suku bunga lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Penguatan mata uang tunggal Eropa ini juga didukung oleh hasil positif dari survey bisnis Jerman pada bulan Februari, yang diumumkan pada hari Jumat. Meskipun hasil survei tersebut menunjukkan perbaikan, tetapi perlu dicatat bahwa hal tersebut mungkin tidak cukup untuk mencegah ekonomi terbesar di Eropa agar tidak tergelincir ke dalam resesi lagi.

Dalam analisis teknis, terdapat resistance utama pada level 1.08550. Level ini mencerminkan titik di mana harga EURUSD mungkin mengalami kesulitan untuk terus naik di atasnya. Sebaliknya, terdapat level support di 1.07944, yang berperan sebagai titik dukungan, dan penurunan di bawah level ini dapat menjadi sinyal potensi penurunan lebih lanjut.


Perlu diingat bahwa pergerakan pasar selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, data ekonomi, dan sentimen pasar. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau berita ekonomi terkini dan melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

USDJPY

USDJPY mengalami penguatan, namun yen menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut. Penguatan harga ini terjadi karena investor mencari imbal hasil yang lebih baik di negara lain, mengingat ekspektasi bahwa suku bunga di Jepang akan tetap mendekati nol untuk beberapa waktu ke depan.

Penurunan yen yang berlangsung selama empat minggu ini sebagian besar dipicu oleh dorongan investor untuk mencari peluang investasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi di negara-negara lain. Ekspektasi bahwa suku bunga Jepang akan tetap rendah juga menjadi faktor utama yang mendorong penurunan nilai yen.

Dalam konteks teknis, terdapat resistance pada level 150.788. Level ini mencerminkan titik di mana harga USDJPY mungkin mengalami kesulitan untuk terus naik di atasnya. Di sisi lain, terdapat level support pada 149.324, yang berperan sebagai titik dukungan. Penurunan di bawah level support ini bisa menjadi sinyal potensi penurunan lebih lanjut.

Penting untuk diingat bahwa pergerakan pasar selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, dan sentimen pasar. Investor disarankan untuk terus memantau berita ekonomi terkini, serta melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

GBPUSD

GBPUSD mengalami kenaikan setelah USD mengalami pelemahan mingguan pertamanya pada tahun 2024 pada hari Jumat. Pelemahan dolar ini terjadi karena investor menghentikan pembelian mata uang tersebut, membatalkan reli hampir dua bulan yang sebelumnya dibangun di atas harapan bahwa Federal Reserve AS akan memulai penurunan suku bunga lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Dorongan ini memberikan dukungan bagi poundsterling (GBP), menyebabkan kenaikan harga GBPUSD. Meskipun reli ini terjadi seiring pelemahan dolar, perlu dicatat bahwa pergerakan pasar selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar.

Dalam konteks teknis, terdapat resistance utama pada level 1.27625. Level ini mencerminkan titik di mana harga GBPUSD mungkin mengalami kesulitan untuk terus naik di atasnya. Sebaliknya, terdapat level support pada 1.25454, yang berperan sebagai titik dukungan. Penurunan di bawah level support ini bisa menjadi sinyal potensi penurunan lebih lanjut.

Penting untuk selalu memperhatikan berita ekonomi terkini dan melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi. Faktor-faktor seperti kebijakan Federal Reserve, kondisi ekonomi global, dan peristiwa geopolitik dapat memiliki dampak yang signifikan pada pergerakan pasar.

USDCHF

USDCHF mengalami penurunan setelah USD mengalami pelemahan mingguan pertamanya pada tahun 2024 pada hari Jumat. Pelemahan ini terjadi karena investor menghentikan pembelian mata uang tersebut, membatalkan reli hampir dua bulan yang sebelumnya dibangun di atas ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memulai penurunan suku bunga lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Penurunan harga USDCHF sejalan dengan pelemahan dolar dan perubahan sentimen pasar terkait dengan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS. Meskipun pelemahan ini, perlu dicatat bahwa pasar selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk data ekonomi, kebijakan moneter, dan kondisi sentimen global.

Dalam analisis teknis, terdapat resistance utama pada level 0.88716. Level ini mencerminkan titik di mana harga USDCHF mungkin mengalami kesulitan untuk terus naik di atasnya. Sebaliknya, terdapat level support pada 0.87163, yang berperan sebagai titik dukungan. Penurunan di bawah level support ini bisa menjadi sinyal potensi penurunan lebih lanjut.

Investor disarankan untuk terus memantau berita ekonomi terkini dan melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi. Faktor-faktor seperti kebijakan Federal Reserve, data ekonomi global, dan peristiwa geopolitik dapat memiliki dampak yang signifikan pada pergerakan pasar dan mempengaruhi nilai tukar USDCHF. Disclaimer On!

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Penguatan USD Pasca Penurunan Inflasi AS yang Sesuai Ekspektasi

Penguatan USD Pasca Penurunan Inflasi AS yang Sesuai Ekspektasi

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.