MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Penguatan Dolar Mendorong Penurunan Harga Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
November 27, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 3 mins read
1.7k 34
0
Penguatan Dolar Mendorong Penurunan Harga Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
412
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga emas mengalami penurunan karena dolar yang dianggap sebagai mata uang aman mengalami penguatan dan melampaui keuntungan yang bisa didapat dari membeli emas sebagai perlindungan dari resiko ekonomi yang masih ada. Para pedagang juga sedang mempertimbangkan dampak dari data ekonomi yang lemah terhadap prospek suku bunga. Akibatnya, harga emas mengalami tekanan dan terdepresiasi pada hari Kamis.

Harga emas mengalami kenaikan pada hari Rabu, setelah rilis data ekonomi yang lemah, namun keuntungan tersebut segera terhapus karena dolar menguat. Penguatan dolar membuat emas batangan menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri, sehingga mengurangi permintaan dan tekanan harga untuk emas. Hal ini disebabkan karena harga emas ditentukan dalam dolar, sehingga apabila nilai dolar naik, maka harga emas dalam mata uang lain akan naik, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri. Sebagai akibatnya, harga emas kemudian mengalami penurunan.

Situasi perbankan yang terjadi dengan PacWest telah mendorong beberapa permintaan safe haven ke dolar AS. Hal ini dapat terjadi karena ketidakpastian yang muncul di pasar setelah terjadinya situasi perbankan yang tidak stabil dapat memicu ketidakpastian ekonomi yang lebih luas. Sebagai akibatnya, investor mencari aset safe haven untuk melindungi portofolio mereka dari resiko pasar yang tidak stabil. Dalam situasi seperti ini, dolar AS sering kali dianggap sebagai mata uang safe haven karena dianggap sebagai mata uang yang relatif stabil dan likuid di pasar global. Oleh karena itu, meningkatnya permintaan terhadap dolar AS dapat mendorong nilai tukar dolar naik.

Kepala Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang menyatakan bahwa periode suku bunga yang tinggi yang diperpanjang mungkin diperlukan jika inflasi tetap tinggi. Pernyataan ini dapat mempengaruhi pasar keuangan karena bank sentral, termasuk Federal Reserve, memiliki kebijakan suku bunga yang dapat mempengaruhi arus kas dan investasi di pasar keuangan. Jika suku bunga dinaikkan untuk mengendalikan inflasi yang tinggi, hal ini dapat mempengaruhi keuntungan perusahaan dan mengurangi investasi di pasar keuangan. Sebagai akibatnya, investor dapat menjadi hati-hati dan mencari aset safe haven seperti emas atau mata uang safe haven seperti dolar AS, yang dapat memberikan perlindungan terhadap resiko pasar yang tidak stabil.

Kenaikan suku bunga dapat meredupkan daya tarik emas sebagai investasi dengan hasil nol. Pandangan umum di pasar keuangan bahwa emas biasanya dianggap sebagai aset safe haven yang dapat melindungi nilai investasi dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, jika suku bunga naik, investor mungkin cenderung untuk memilih instrumen investasi dengan hasil yang lebih tinggi daripada emas, seperti obligasi atau deposito berjangka. Selain itu, kenaikan suku bunga dapat mempengaruhi permintaan terhadap emas dengan meningkatkan biaya untuk memperoleh pinjaman, yang dapat mengurangi permintaan dan tekanan harga emas. Oleh karena itu, kondisi ekonomi dan kebijakan suku bunga dapat mempengaruhi permintaan dan harga emas di pasar keuangan.


Pada hari Rabu 10 Mei 2023, data menunjukkan kenaikan tahunan harga konsumen AS melambat menjadi di bawah 5% pada bulan April, untuk pertama kalinya dalam dua tahun, namun tetap jauh di atas target Federal Reserve (Fed) sebesar 2%. Pernyataan ini mencerminkan kondisi ekonomi saat ini di AS di mana inflasi tetap tinggi meskipun ada tanda-tanda perlambatan. Inflasi yang tinggi dapat mempengaruhi keputusan Fed mengenai kebijakan suku bunga dan dapat mempengaruhi permintaan dan harga emas di pasar keuangan. Jika Fed memutuskan untuk meningkatkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, hal ini dapat membuat aset seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat mengurangi permintaan dan menekan harga emas. Berdasarkan data inflasi yang masih tinggi meskipun kemunduran ekonomi AS yang lambat, Federal Reserve (Fed) cenderung tidak merasa perlu untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, yang dapat menjaga harga emas dalam tren sideways. Pandangan umum di pasar keuangan bahwa Fed saat ini sedang mempertimbangkan kebijakan suku bunga dan perlambatan ekonomi AS, termasuk inflasi yang tinggi. Jika Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah atau bahkan menurunkannya, hal ini dapat meningkatkan permintaan dan harga emas sebagai aset safe haven, karena biaya pinjaman yang lebih rendah dapat membuat investasi emas lebih menarik bagi investor. Namun, kondisi ekonomi dan kebijakan Fed dapat berubah sewaktu-waktu dan mempengaruhi harga emas dan pasar keuangan secara keseluruhan.

Saat ini ini yang perlu Kita waspadai adalah apabila harga menembus support di level harga 1999 hal ini dapat menjadi indikasi penting untuk menentukan arah pergerakan harga emas. Jika harga emas berhasil menembus support pada level tersebut, maka kemungkinan besar harga emas akan mengalami penurunan dan kembali ke level harga sebelumnya pada kisaran 1900-an atau 1920an.

Namun, perlu diingat bahwa faktor fundamental yang mempengaruhi harga emas dapat berubah sewaktu-waktu. Kebijakan bank sentral, kondisi ekonomi global, dan pergerakan mata uang juga dapat berdampak pada harga emas. Oleh karena itu, selalu disarankan untuk memantau kondisi pasar dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi pada aset emas.

Share165Tweet103Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Harga Minyak Naik Akibat Pengetatan Pasokan dan Kebakaran Hutan di Alberta

Harga Minyak Naik Akibat Pengetatan Pasokan dan Kebakaran Hutan di Alberta

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.