Pasar saham Indonesia mengalami penurunan pada akhir perdagangan hari Jumat 31 Mei 2024, sementara indeks utama di Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yang signifikan.
IDX Composite, atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ditutup melemah sebesar 0,81% atau turun 57,08 poin ke level 6.977,06. Indeks ini sempat mencapai titik tertinggi di 7.102,22 dan terendah di 6.959,23 sepanjang perdagangan hari ini. Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif di pasar domestik.
Serupa dengan IHSG, IDX Kompas 100 juga mencatat penurunan sebesar 0,32% atau 3,51 poin, berakhir di level 1.084,83. Indeks ini bergerak dalam rentang 1.084,83 hingga 1.102,15 sepanjang hari.
Sementara itu, di sisi lain dunia, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang positif. Dow Jones Industrial Average melonjak 1,51%, naik 574,84 poin, dan ditutup pada level 38.686,32. Indeks ini mencatatkan titik tertinggi di 38.719,43 dan terendah di 38.092,27.
Indeks S&P 500 juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 0,80%, atau 42,03 poin, berakhir di level 5.277,51. Perdagangan harian S&P 500 berfluktuasi antara 5.280,33 dan 5.191,68.
Namun, Nasdaq Composite mengalami sedikit penurunan sebesar 0,01%, atau 2,06 poin, ditutup pada level 16.735,02. Indeks ini sempat mencapai titik tertinggi di 16.789,27 dan terendah di 16.445,54.
Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, mencatat kenaikan sebesar 0,56%, atau 11,60 poin, dan ditutup pada level 2.068,20. Rentang perdagangan indeks ini berada antara 2.074,50 dan 2.042,25.
Menariknya, S&P 500, yang dikenal sebagai “S&P” karena mengukur volatilitas pasar, turun tajam sebesar 10,71%, atau 1,55 poin, menjadi 12,92. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya ketidakpastian di pasar saham AS.
Kenaikan signifikan di pasar saham AS diiringi oleh sentimen positif investor terhadap perkembangan ekonomi dan laporan keuangan perusahaan yang kuat. Sebaliknya, penurunan di pasar saham Indonesia mencerminkan ketidakpastian investor domestik terhadap kondisi ekonomi dan politik lokal.
Dengan kondisi yang beragam di berbagai pasar global, investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi. Disclaimer On!





