MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Perhatikan Level 70.12 Dalam Penurunan Harga Minyak Mentah

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
November 27, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 5 mins read
1.6k 120
0
Perhatikan Level 70.12 Dalam Penurunan Harga Minyak Mentah
412
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga minyak ditentukan oleh faktor-faktor penawaran dan permintaan di pasar global, namun pada situasi tertentu, seperti pada kasus yang disebutkan di atas, faktor eksternal seperti kekhawatiran di sektor perbankan dapat mempengaruhi harga minyak.

Kekhawatiran di sektor perbankan dapat memicu sentimen negatif di pasar keuangan, termasuk pasar minyak. Jika investor khawatir bahwa keadaan keuangan bank dapat memburuk, mereka mungkin akan menjual aset risiko, termasuk saham dan komoditas seperti minyak, sehingga menurunkan harga minyak.

Kekhawatiran di sektor perbankan juga dapat mempengaruhi aktivitas bisnis dan ekonomi secara umum. Jika bank-bank mengurangi pinjaman atau menarik kembali kredit yang telah diberikan, maka dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan akhirnya mempengaruhi permintaan minyak.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa faktor-faktor ini hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi harga minyak, dan pergerakan harga minyak tidak selalu berkaitan langsung dengan keadaan sektor perbankan. Selain itu, fluktuasi harga minyak juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan produksi minyak, kebijakan opec dan negara produsen minyak lainnya, pertumbuhan ekonomi global, dan kondisi geopolitik global.

Harga minyak turun pada hari jumat, setelah mengalami kenaikan awal sebesar lebih dari $1 per barel, dan akhirnya jatuh lebih dari $3 karena kekhawatiran di sektor perbankan. Akibat penurunan ini, harga minyak mentah berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam beberapa bulan. Harga minyak mentah brent berjangka turun sebesar $1,59 atau 2,1%, menjadi $73,11 per barel, sementara harga minyak mentah west texas intermediate as turun sebesar $1,43 atau 2,1%, menjadi $66,92 per barel.

Kehawatiran di sektor perbankan dapat mempengaruhi harga minyak karena sektor perbankan merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian global, yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter dan investasi di seluruh dunia. Jika terjadi kekhawatiran di sektor perbankan, maka dapat memicu ketidakpastian di pasar keuangan global dan berdampak pada harga minyak.

Penurunan harga minyak mentah dapat memiliki efek yang signifikan terhadap banyak sektor ekonomi dan industri di seluruh dunia, terutama di sektor transportasi, industri kimia, dan sektor energi. Selain itu, penurunan harga minyak juga dapat mempengaruhi negara-negara produsen minyak dan kebijakan ekonomi mereka, termasuk anggaran negara dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi investor dan pelaku pasar, penurunan harga minyak dapat menjadi peluang untuk membeli saham-saham di sektor energi atau untuk memperluas portofolio investasi mereka. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, harga minyak dapat mengalami volatilitas yang tinggi dan sulit diprediksi, sehingga perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga minyak secara keseluruhan.

Kedua benchmark minyak, yaitu brent dan wti, mengalami penurunan yang signifikan, yaitu lebih dari $3. Selain itu, brent juga mengalami penurunan mingguan terbesar sejak desember sebesar lebih dari 10%, sedangkan wti mengalami penurunan terbesar sejak april lalu sekitar 11%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar minyak sedang mengalami fluktuasi yang signifikan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketidakpastian permintaan global, fluktuasi harga mata uang, dan gejolak politik di berbagai negara.

John kilduff, seorang mitra di again capital di new york, menyatakan bahwa fundamental pasar minyak mungkin tidak seburuk seperti yang diperkirakan, namun masih ada kekhawatiran bahwa minyak bukanlah tempat yang aman seperti uang tunai atau emas. Hal ini mungkin disebabkan oleh volatilitas harga minyak yang tinggi dan faktor-faktor resiko  lain yang dapat mempengaruhi harga minyak secara signifikan, seperti perubahan dalam permintaan global, perubahan politik dan kebijakan ekonomi, serta fluktuasi nilai tukar mata uang.


Beberapa investor mungkin lebih memilih untuk menginvestasikan uang mereka dalam bentuk uang tunai atau emas, yang dianggap sebagai aset yang lebih stabil dan aman.tekanan yang terjadi pada minggu tersebut disebabkan oleh beberapa peristiwa, termasuk runtuhnya silicon valley bank (svb) dan signature bank serta masalah yang terjadi di credit suisse dan first republic bank. Meskipun pada hari jumat harga minyak sempat pulih setelah langkah dukungan dari bank sentral eropa dan pemberi pinjaman as, namun harga minyak kembali turun setelah pengumuman reorganisasi dari svb financial group.

Hal ini menunjukkan bahwa harga minyak, seperti halnya pasar keuangan lainnya, sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan peristiwa yang terjadi di sektor keuangan global. Ketidakpastian dalam sektor keuangan dapat memicu aksi jual yang dapat memengaruhi harga minyak. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan dengan cermat faktor-faktor resiko  yang mempengaruhi harga minyak saat melakukan keputusan investasi.

Para analis masih mengharapkan bahwa pasokan minyak yang terbatas akan mendukung harga di masa mendatang. Hal ini dapat berarti bahwa penurunan harga minggu ini disebabkan oleh faktor-faktor non-fundamental seperti pendorong keuangan dan bukan karena ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Selain itu, anggota opec+ juga mengaitkan penurunan harga minggu ini dengan faktor keuangan dan memperkirakan bahwa pasar akan stabil di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa anggota opec+ masih berkomitmen untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan minyak di pasar global.

Penurunan harga wti minggu ini menjadi kurang dari $70 per barel untuk pertama kalinya sejak desember 2021 dapat memacu pemerintah as untuk mulai mengisi cadangan minyak strategis, yang dapat meningkatkan permintaan minyak di pasar. Hal ini dapat membantu mengimbangi penurunan harga dan memperkuat harga minyak di masa mendatang.

Para analis memperkirakan pemulihan permintaan minyak dari china akan menambah dukungan harga di masa mendatang. Hal ini tercermin dari peningkatan ekspor minyak mentah as ke china pada bulan maret yang menuju level tertinggi dalam hampir dua setengah tahun. Peningkatan permintaan dari china, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia, dapat membantu mengimbangi penurunan permintaan dari negara-negara lain dan meningkatkan harga minyak.

Selain itu, arab saudi dan rusia dalam pertemuan pada kamis juga menegaskan komitmen mereka terhadap keputusan opec+ oktober lalu untuk memangkas target produksi sebesar dua juta barel per hari hingga akhir 2023. Hal ini menunjukkan bahwa produsen minyak terbesar di dunia masih berkomitmen untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar minyak global.

Panel pemantauan opec+ juga dijadwalkan untuk bertemu pada 3 april untuk mengevaluasi situasi pasar dan memutuskan apakah akan ada perubahan dalam kebijakan produksi mereka. Keputusan dari pertemuan tersebut dapat memengaruhi harga minyak di masa depan.

Perhatian terhadap level harga 70.12 yang menjadi resisten dalam minggu ini, jika berhasil ditembus maka faktor fundamental yang dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak di masa mendatang adalah sebagai berikut:

  1. Permintaan global: kondisi permintaan minyak di negara-negara pengimpor minyak, seperti china dan india, akan menjadi faktor penting dalam menentukan pergerakan harga. Jika permintaan di negara-negara tersebut meningkat, maka harga minyak dapat terdongkrak ke atas.
  2. Produksi dan persediaan minyak: produksi minyak dari produsen opec+ dan negara-negara non-opec juga dapat mempengaruhi harga. Jika produksi diperkirakan akan menurun atau terjadi gangguan pasokan, maka harga minyak dapat naik. Sementara itu, jika persediaan minyak meningkat, maka harga minyak dapat turun.
  3. Kebijakan bank sentral: kebijakan yang diambil oleh bank sentral seperti federal reserve as dan bank sentral eropa juga dapat memengaruhi harga minyak. Jika bank sentral memutuskan untuk menurunkan suku bunga atau mengeluarkan stimulus moneter lainnya, maka hal ini dapat memicu kenaikan harga minyak.
  4. Faktor geopolitik: konflik di wilayah penghasil minyak atau ketegangan politik antara produsen dan konsumen minyak dapat mempengaruhi harga. Jika terjadi gangguan pasokan atau ketegangan meningkat, maka harga minyak dapat naik.

Namun, perlu diingat bahwa harga minyak juga dipengaruhi oleh faktor pasar, seperti sentimen investor dan volatilitas harga. Oleh karena itu, selain faktor fundamental, faktor pasar juga perlu diperhatikan dalam menganalisis pergerakan harga minyak. Semoga bermanfaat disclaimmer on!!

Share165Tweet103Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Mengenal Crude Palm Oil (CPO) DI Indonesia

Mengenal Crude Palm Oil (CPO) DI Indonesia

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.