
Data ekonomi Amerika Serikat memasuki fase perlambatan yang terkontrol, namun masih berada dalam kondisi stabil. Retail Sales yang stagnan di 0,0% menjadi sinyal awal bahwa konsumsi domestik mulai melemah, mencerminkan moderasi pertumbuhan setelah periode ekspansi yang kuat.
Meski demikian, sektor tenaga kerja tetap menunjukkan daya tahan yang solid. Nonfarm Payrolls meningkat ke 130 ribu, tingkat pengangguran turun ke 4,3%, dan pertumbuhan upah mencapai 0,4%. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja masih menjadi penopang utama ekonomi AS di tengah tanda-tanda pendinginan sektor lainnya.
Di sisi inflasi, tekanan harga terus mereda. CPI tahunan turun ke 2,4%, memperkuat proses disinflasi yang sedang berlangsung. Penurunan ini membuka ruang bagi The Fed untuk bersikap lebih fleksibel dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan, meskipun keputusan akhir tetap bergantung pada konsistensi data berikutnya.
Sementara itu, pelemahan sektor properti serta lonjakan persediaan minyak menunjukkan adanya perlambatan permintaan domestik. Kombinasi indikator ini menggambarkan ekonomi yang bergerak menuju fase “soft landing” pertumbuhan melambat, inflasi terkendali, namun belum menunjukkan tanda-tanda resesi.
Memasuki pekan 16–20 Februari 2026, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah rilis data penting yang berpotensi memicu volatilitas. Awal pekan relatif tenang karena libur Washington’s Birthday di A.S, sementara dari Asia, GDP Jepang kuartal IV diproyeksikan terkontraksi -0,6% QoQ.
Fokus utama pelaku pasar tertuju pada rilis notulen FOMC yang akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga. Selain itu, data Durable Goods Orders, Philadelphia Fed Manufacturing Index, serta Initial Jobless Claims akan menjadi barometer lanjutan kondisi ekonomi dan pasar tenaga kerja A.S.
Menjelang akhir pekan, perhatian akan mengerucut pada Core PCE sebagai indikator inflasi pilihan The Fed yang diproyeksikan naik 0,2% secara bulanan dan sebelumnya berada di 2,8% secara tahunan. Pada saat yang sama, rilis GDP A.S, kuartal IV yang sebelumnya tumbuh 4,4% akan memperkuat atau justru melemahkan narasi soft landing yang saat ini berkembang.
Secara keseluruhan, kombinasi data inflasi, pertumbuhan, dan komunikasi kebijakan moneter akan menjadi penentu arah dolar A.S dan pergerakan emas dalam jangka pendek. Pasar kini berada dalam fase menunggu konfirmasi: apakah ekonomi benar-benar mendarat mulus, atau perlambatan akan semakin dalam pada kuartal berikutnya. Disclaimer On!





