
Jakarta, 13 Juni 2024 – Pasar kontrak berjangka Olein di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) mengalami volatilitas yang signifikan untuk berbagai bulan kontrak di tahun 2024. Data terbaru untuk kontrak Olein (OLE01) bulan Juni, Agustus, September, dan Oktober 2024 menunjukkan pergerakan harga yang mencerminkan dinamika pasar yang fluktuatif. Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada 12 Juni 2024 berada di Rp16.297,00. Di sisi lain, minyak sawit mentah (Crude Palm Oil – CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (MDX) juga menunjukkan tren positif.
Analisis Harga Kontrak Futures Olein (OLE01)
1. Kontrak OLE01 Juni 2024
- Harga Pembukaan: Rp15.140
- Harga Tertinggi: Rp15.860
- Harga Terendah: Rp15.120
- Harga Penutupan: Rp14.340
Kontrak Juni 2024 mencatat kenaikan harga tertinggi hingga Rp15.860 dari harga pembukaan Rp15.140. Namun, harga kemudian turun hingga harga penutupan Rp14.340, menunjukkan adanya tekanan jual yang signifikan menjelang akhir periode.
2. Kontrak OLE01 Agustus 2024
- Harga Pembukaan: Rp15.180
- Harga Tertinggi: Rp15.960
- Harga Terendah: Rp15.180
- Harga Penutupan: Rp14.440
Kontrak Agustus 2024 dibuka pada Rp15.180 dan mencapai puncak tertinggi pada Rp15.960 sebelum akhirnya ditutup pada harga Rp14.440. Pergerakan harga ini mencerminkan adanya sentimen bullish yang kuat di awal periode sebelum tekanan jual menurunkan harga pada akhir periode.
3. Kontrak OLE01 September 2024
- Harga Pembukaan: Rp15.160
- Harga Tertinggi: Rp15.940
- Harga Terendah: Rp15.140
- Harga Penutupan: Rp14.420
Kontrak September 2024 memperlihatkan pola yang serupa dengan bulan Agustus, dengan harga mencapai puncak tertinggi pada Rp15.940 sebelum turun ke Rp14.420. Fluktuasi ini mengindikasikan ketidakpastian pasar dan potensi pengaruh faktor eksternal terhadap harga Olein.
4. Kontrak OLE01 Oktober 2024
- Harga Pembukaan: Rp15.160
- Harga Tertinggi: Rp15.880
- Harga Terendah: Rp15.140
- Harga Penutupan: Rp14.360
Untuk kontrak Oktober 2024, harga juga mengalami volatilitas dengan pembukaan di Rp15.160 dan mencapai tertinggi di Rp15.880 sebelum ditutup pada Rp14.360. Ini menunjukkan tren yang konsisten dengan bulan-bulan sebelumnya, di mana harga tertinggi tidak dapat dipertahankan hingga akhir periode.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berdasarkan JISDOR pada 12 Juni 2024 tercatat sebesar Rp16.297,00. Kuatnya nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah bisa berdampak signifikan terhadap harga komoditas termasuk Olein. Penguatan Dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam Dolar AS menjadi lebih mahal dalam Rupiah, yang dapat menekan permintaan domestik dan menimbulkan tekanan jual pada kontrak berjangka Olein.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (MDX) menunjukkan tren positif, dengan perdagangan terbaru di angka MYR 3.998, naik sebesar 106 poin atau 2,72%. Kisaran harga harian mencapai 3.981 – 4.001 MYR, dan rentang harga 52 minggu berada antara 3.380 – 4.600 MYR.
Tren kenaikan harga CPO di MDX dapat mempengaruhi harga Olein di JFX. Kenaikan harga CPO biasanya diikuti oleh kenaikan harga produk turunannya, termasuk Olein, karena meningkatnya biaya bahan baku. Namun, dalam konteks nilai tukar yang kuat terhadap Dolar AS, kenaikan ini bisa teredam oleh tekanan dari biaya impor yang lebih tinggi.
Pergerakan harga kontrak Olein di JFX selama bulan Juni, Agustus, September, dan Oktober 2024 menunjukkan adanya volatilitas yang tinggi. Setiap kontrak mengalami kenaikan harga yang signifikan di awal periode sebelum mengalami penurunan yang cukup tajam menjelang akhir periode. Faktor eksternal seperti nilai tukar JISDOR yang kuat pada Rp16.297,00 per Dolar AS dan tren positif harga CPO di MDX dengan perdagangan terbaru di MYR 3.998 (+2,72%) berpotensi mempengaruhi harga Olein. Penguatan nilai tukar Dolar AS bisa menekan permintaan domestik karena harga komoditas yang lebih mahal dalam Rupiah, sementara kenaikan harga CPO dapat memberikan tekanan naik pada harga Olein.
Investor di pasar berjangka Olein perlu memperhatikan dinamika ini dan mempertimbangkan strategi manajemen risiko yang tepat untuk mengantisipasi perubahan harga yang tidak terduga, serta memantau perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS dan harga CPO di pasar global.





