Memasuki pekan kedua Oktober 2025, para pelaku pasar tengah menyoroti sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang berpotensi mengguncang pergerakan dolar AS, emas, dan pasar keuangan global. Rangkaian data dan agenda The Fed yang padat menandai minggu ini sebagai periode yang penuh kewaspadaan dan peluang.
Dimulai pada Rabu malam (8 Oktober 2025), laporan Crude Oil Inventories menunjukkan peningkatan sebesar 3,715 juta barel, jauh di atas perkiraan 2,25 juta dan data sebelumnya 1,792 juta. Lonjakan stok minyak ini memberi sinyal potensi pelemahan permintaan energi dan menekan harga minyak mentah di pasar global.
Hasil lelang obligasi 10 tahun AS mencatat imbal hasil (yield) 4,117%, naik dari sebelumnya 4,033%. Kenaikan yield ini memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi jangka panjang, sekaligus menambah tekanan terhadap aset berisiko.
Sementara itu, fokus utama pasar tertuju pada risalah rapat FOMC (FOMC Meeting Minutes) yang dirilis pada Kamis dini hari (9 Oktober pukul 02.00 WIB) memberikan petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan, terutama setelah sinyal dovish beberapa anggota yang mulai mempertimbangkan ruang pemangkasan bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Selanjutnya, pasar akan menantikan pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Kamis malam (9 Oktober pukul 19.30 WIB). Pernyataan Powell sangat krusial karena dapat mempertegas sikap bank sentral terhadap inflasi dan prospek ekonomi AS. Bersamaan dengan itu, data Initial Jobless Claims diperkirakan meningkat menjadi 223 ribu, dibandingkan minggu sebelumnya 218 ribu, yang dapat menunjukkan pelemahan bertahap di sektor tenaga kerja.

Puncak perhatian investor terjadi pada Jumat malam (10 Oktober pukul 19.30 WIB) ketika data Nonfarm Payrolls (NFP) dan Unemployment Rate untuk September diumumkan. NFP diperkirakan bertambah 52 ribu lapangan kerja, meningkat signifikan dari sebelumnya 22 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%. Jika data ini menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang solid, dolar AS berpotensi menguat sementara emas mungkin tertekan. Namun, angka yang lebih lemah dari ekspektasi dapat membalikkan arah, mendukung peluang reli emas.

Secara keseluruhan, pasar minggu ini berada dalam fase “wait and react”, di mana setiap pernyataan dan data ekonomi dapat memicu volatilitas tajam. Trader disarankan untuk berhati-hati dalam mengambil posisi, menerapkan manajemen modal yang ketat, dan selalu memperhatikan perkembangan fundamental terkini sebelum mengambil keputusan transaksi.





