MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Apakah Harga Emas Bisa Melewati Resisten 2009 USD?

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 21, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 4 mins read
1.6k 121
0
Apakah Harga Emas Bisa Melewati Resisten 2009 USD?
415
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Emas dianggap sebagai investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang, karena nilai emas cenderung bertahan seiring waktu dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar yang ekstrem. Namun, perbankan yang tidak stabil dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan, termasuk pasar emas, dan menyebabkan pergerakan harga yang tidak menentu atau volatil. Turunnya harga emas dari level tertinggi dalam 1 tahun dapat diakibatkan oleh kerapuhan perbankan yang mempengaruhi pasar secara keseluruhan dan mendorong pergerakan harga yang tidak menentu atau volatil.

Harga emas cenderung naik ketika terjadi ketidakpastian di pasar saham atau ketika kepercayaan terhadap sektor keuangan menurun. Namun, pada hari Senin terjadi kebalikannya, di mana pasar saham dan imbal hasil Treasury bangkit kembali karena upaya bank sentral untuk menopang kepercayaan di sektor keuangan. Hal ini memicu investor untuk mengalihkan fokusnya dari emas ke pasar saham dan obligasi yang dianggap lebih stabil. Akibatnya, harga emas mengalami penurunan dari level tertinggi dalam satu tahun selama perdagangan yang fluktuatif pada hari Senin. Ini menunjukkan bahwa dalam situasi tertentu, faktor-faktor selain ketidakpastian atau kerapuhan sektor keuangan juga dapat mempengaruhi pergerakan harga emas.

Bank-bank sentral dapat meningkatkan pasokan uang tunai dengan berbagai cara, seperti dengan menurunkan suku bunga atau memperluas kredit kepada bank-bank komersial. Langkah ini bertujuan untuk membantu bank-bank komersial mengatasi masalah likuiditas dan meningkatkan aliran uang tunai ke dalam sistem keuangan secara keseluruhan. Tindakan yang dilakukan bank-bank sentral terkemuka pada hari Minggu menunjukkan bahwa masalah likuiditas atau kekurangan pasokan uang tunai menjadi perhatian utama di sektor perbankan pada saat ini. Dengan meningkatkan pasokan uang tunai, bank-bank sentral berharap dapat membantu mengatasi masalah ini dan mencegah terjadinya kemungkinan keruntuhan sistem keuangan yang lebih besar.

Imbal hasil Treasury acuan (benchmark Treasury yields) merupakan ukuran penting bagi investor dan pelaku pasar dalam menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan. Kenaikan imbal hasil Treasury dapat menunjukkan bahwa investor memperkirakan kondisi ekonomi yang lebih baik di masa depan, atau dapat juga menjadi tanda adanya kekhawatiran terhadap inflasi. Kenaikan imbal hasil Treasury acuan yang mendekati level tertinggi dalam sesi perdagangan menunjukkan bahwa investor sedang berpindah dari investasi yang dianggap lebih aman, seperti obligasi Treasury, ke investasi yang dianggap lebih berisiko seperti saham.

Kenaikan harga saham disebabkan oleh penyelamatan Credit Suisse yang membantu menenangkan beberapa kegelisahan seputar krisis perbankan yang lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa penyelamatan tersebut dianggap berhasil dalam mengurangi risiko sistemik di sektor perbankan, dan mengurangi kekhawatiran investor terhadap kemungkinan terjadinya krisis perbankan yang lebih besar. Kombinasi dari kenaikan imbal hasil Treasury dan kenaikan harga saham menunjukkan adanya persepsi yang berbeda-beda di antara investor, di mana beberapa investor masih mencari investasi yang aman, sementara yang lainnya lebih tertarik pada investasi yang berisiko dengan potensi keuntungan yang lebih besar.

Kenaikan harga emas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian di pasar keuangan, ketidakstabilan politik global, dan kekhawatiran inflasi. Jatuhnya Silicon Valley Bank yang berbasis di AS pada awal bulan ini dianggap sebagai faktor yang memicu kenaikan harga emas. Jatuhnya sebuah bank dapat menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran di pasar keuangan, karena hal ini dapat memicu reaksi negatif dari pelaku pasar dan memperburuk situasi keuangan yang sudah tidak stabil. Sebagai akibatnya, investor cenderung mencari investasi yang dianggap lebih aman, seperti emas.


Kenaikan harga emas lebih dari $100 menunjukkan bahwa investor sedang mencari Rasa aman di tengah ketidakpastian di pasar keuangan akibat jatuhnya Silicon Valley Bank. Hal ini juga menunjukkan bahwa harga emas masih dianggap sebagai salah satu investasi yang aman dan diandalkan dalam kondisi pasar yang tidak stabil. Bullion atau emas batangan dianggap sebagai aset safe-haven selama ketidakpastian di pasar keuangan, karena nilainya cenderung tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar yang lebih besar. Selain itu, emas juga dianggap sebagai bentuk perlindungan yang baik terhadap inflasi, karena harganya cenderung naik selaras dengan kenaikan inflasi.

Suku bunga yang rendah dapat mengurangi biaya oportunis memegang bullion yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga membuatnya lebih menarik. Hal ini terjadi karena biaya kesempatan atau opportunity cost untuk memegang emas lebih rendah ketika suku bunga rendah, karena potensi penghasilan dari investasi alternatif seperti deposito atau obligasi menjadi lebih rendah pula. Dalam situasi suku bunga rendah seperti saat ini, para investor mungkin lebih tertarik pada investasi yang lebih aman seperti emas, daripada investasi yang mengandung risiko yang lebih besar seperti saham atau obligasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Federal Reserve Setiap beberapa bulan sekali, The Fed merilis pengumuman kebijakan utama yang menggambarkan keputusan dan pandangan The Fed mengenai perekonomian AS, termasuk kebijakan suku bunga dan stimulus moneter. Pada saat pengumuman kebijakan utama, pelaku pasar dan investor cenderung memperhatikan setiap perubahan yang dibuat oleh The Fed, karena keputusan tersebut dapat memiliki dampak besar pada pasar keuangan dan perekonomian secara keseluruhan.

Para pelaku pasar memiliki pandangan yang beragam mengenai keputusan The Fed, dengan beberapa menganalisis bahwa The Fed mungkin akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang ada, sementara yang lain berharap untuk penundaan kenaikan suku bunga. Taruhannya untuk penundaan kenaikan suku bunga meningkat karena The Fed mungkin ingin mempertahankan kebijakan akomodatif yang telah diterapkan selama pandemi COVID-19 untuk membantu pemulihan ekonomi yang masih rapuh.

Grafik Emas H4

Keputusan The Fed akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor ekonomi dan politik, sehingga tetap sulit untuk memprediksi apa yang akan diputuskan oleh The Fed pada saat pengumuman kebijakan utama nanti. Fluktuasi harga logam mulia seperti emas, perak, platinum, dan paladium dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi global, pergerakan mata uang, kebijakan bank sentral, dan permintaan dari sektor industri dan investasi,semoga bermanfaat. Disclaimer On!!

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Apakah Harga Minyak Masih Melanjutkan Kenaikan Ke 76 USD?

Apakah Harga Minyak Masih Melanjutkan Kenaikan Ke 76 USD?

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.