Credit Suisse Default Swap Melebar berarti bahwa biaya untuk membeli proteksi terhadap risiko kredit dari Credit Suisse (dalam bentuk default swap) meningkat karena investor melihat adanya peningkatan risiko kredit pada Credit Suisse. Sementara itu, Obligasi Tenggelam berarti bahwa nilai pasar dari obligasi yang diterbitkan oleh Credit Suisse menurun, yang menunjukkan bahwa investor tidak lagi yakin dengan kemampuan Credit Suisse untuk membayar kembali utangnya. Hal ini terjadi karena optimisme investor terhadap kinerja Credit Suisse memudar. Penurunan optimisme dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi pasar yang tidak stabil, kinerja keuangan yang buruk, atau isu-isu peraturan atau hukum yang dapat mempengaruhi bisnis Credit Suisse. Akibatnya, investor mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka dari risiko kredit dan kehilangan kepercayaan terhadap obligasi yang diterbitkan oleh Credit Suisse.
Obligasi dolar yang diterbitkan oleh pemberi pinjaman mengalami penurunan nilai di perdagangan di New York. Penurunan ini menunjukkan bahwa investor tidak yakin tentang kemampuan pemberi pinjaman untuk membayar kembali utangnya dalam mata uang dolar. Sementara itu, meskipun Swiss National Bank memberikan dukungan terhadap pasar ekuitas, namun keuntungan ekuitas masih tetap menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti ketidakpastian ekonomi global atau isu-isu di pasar keuangan yang lebih luas. Ketika investor kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan pemberi pinjaman untuk membayar kembali utangnya, harga obligasi cenderung turun, sehingga nilai pasar dari obligasi tersebut menurun. Ini dapat berdampak pada harga saham perusahaan yang menerbitkan obligasi, karena investor khawatir tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan harga saham dan keuntungan ekuitas perusahaan meskipun ada dukungan dari Swiss National Bank.
Krisis yang sedang dihadapi oleh Credit Suisse Group AG masih terus berlanjut dan belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran pada Kamis. Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tersebut mengalami penurunan lebih dalam tekanan, yang menunjukkan bahwa investor masih tidak yakin tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kembali utangnya. Biaya untuk memastikan utang terhadap gagal bayar terus meningkat, yang menunjukkan bahwa investor semakin khawatir akan risiko kredit dari perusahaan. Namun, di awal perdagangan, terjadi kenaikan yang didorong oleh pemberi pinjaman yang mengatakan akan menekan bank sentral Swiss untuk mendapatkan dana segar. Apakah langkah tersebut akan berhasil mengatasi krisis yang dihadapi oleh Credit Suisse. Krisis ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kinerja keuangan yang buruk, masalah hukum atau regulasi, atau perubahan dalam kondisi pasar global. Ketidakpastian ini menyebabkan investor khawatir tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya, yang mengakibatkan penurunan harga obligasi dan saham perusahaan.
Aksi jual yang berkelanjutan menandakan bahwa tindakan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menghentikan jatuhnya kepercayaan yang mendorong klien untuk mundur dari pemberi pinjaman Swiss dan bank untuk melindungi keuangan mereka dari potensi kejatuhan. Meskipun kepanikan seputar Credit Suisse sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda untuk menginfeksi sistem keuangan yang lebih luas, gejolak lebih lanjut akan menimbulkan risiko yang signifikan bagi pasar yang sudah berada di ujung tanduk di tengah melonjaknya suku bunga dan inflasi yang merajalela. Hal ini menunjukkan bahwa Credit Suisse tidak hanya menghadapi masalah internal, tetapi juga bisa berdampak pada stabilitas pasar yang lebih luas. Dalam situasi ini, tindakan lebih lanjut mungkin diperlukan dari regulator, bank sentral, dan perusahaan-perusahaan terkait untuk memastikan bahwa krisis Credit Suisse tidak merusak sistem keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang tepat dan efektif harus segera dilakukan untuk menangani krisis ini dan memulihkan kepercayaan pasar.
Investor akan terus mempertanyakan kemampuan Credit Suisse untuk dijalankan dengan baik, terutama setelah sejumlah skandal yang melibatkannya baru-baru ini. Hal ini mencerminkan kekhawatiran bahwa bank tersebut mungkin menghadapi masalah struktural yang lebih dalam yang memerlukan tindakan yang lebih serius untuk memperbaikinya. Selain itu, meskipun Bank Nasional Swiss menawarkan sumber pendanaan baru untuk Credit Suisse, investor tetap prihatin dengan kenyataan bahwa bank tersebut perlu meminjam uang terlebih dahulu. Saham bank tersebut melonjak sebanyak 40% pada hari Kamis, namun kemudian memangkas keuntungan menjadi sekitar 19% pada akhir perdagangan Zurich. Credit Suisse tidak memberikan komentar segera terkait hal ini, namun dapat diasumsikan bahwa bank tersebut sedang mencari cara untuk mengatasi kekhawatiran investor dan memulihkan kepercayaan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa Credit Suisse masih menghadapi tantangan yang signifikan dan masih memiliki jalan yang panjang untuk pulih sepenuhnya.
Kinerja obligasi dolar pemberi pinjaman yang berada di bawah tekanan di pasar kredit global pada hari Kamis. Obligasi tersebut diperdagangkan pada level yang menunjukkan keraguan signifikan dalam prospek jangka panjang bank. Credit-default swap satu tahun juga mengalami peningkatan dari 10,5 menjadi 17,5 poin, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai keberlanjutan kinerja bank tersebut. Spread bid-ask yang lebar adalah fenomena yang biasanya terjadi pada nama yang tidak likuid atau berisiko dan dapat menyulitkan mencocokkan pembeli dan penjual perlindungan kredit. Pada pukul 16:27 waktu London, sumber harga CMAQ mencatat bahwa kutipan terakhir untuk CDS bank senior satu tahun adalah sekitar 3.409 basis poin. Angka ini menunjukkan penurunan drastis dari angka sebelumnya di pagi hari, yang mencapai 2.500 basis poin. Menyebar lebih dari 1.000 basis poin dalam CDS bank senior satu tahun sangat jarang terjadi dan dianggap sebagai tanda kesulitan. Sebagai perbandingan, bank-bank besar Yunani diperdagangkan pada tingkat yang sama selama krisis utang negara. Ini menunjukkan bahwa kondisi Credit Suisse saat ini sangat tidak stabil dan menyebabkan kekhawatiran di pasar keuangan global.
Obligasi berdenominasi dolar 4,55% pemberi pinjaman yang jatuh tempo pada tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 15,5 sen dan diperdagangkan dengan spread sekitar 1.800 basis poin. Spread yang sangat lebar ini menunjukkan adanya kesulitan dalam prospek jangka panjang bank. Sementara itu, obligasi senior berdenominasi euro tanpa jaminan yang jatuh tempo pada Maret 2029 mengalami penurunan sekitar 2 sen pada euro dan diperdagangkan pada 69 sen. Obligasi ini mengikuti tren penurunan setelah rekor kerugian utang pada hari Rabu. Kemungkinan masalah pemberi pinjaman Swiss akan berakhir dengan pengambilalihan dan skenario yang paling mungkin adalah akuisisi oleh UBS Group AG. Mereka mencatat bahwa posisi modal Credit Suisse bukanlah masalah utama, tetapi situasi saat ini lebih berkaitan dengan masalah kepercayaan pasar terhadap strategi investment banking (IB) dan erosi reputasi bank. Dalam catatan mereka, analis tersebut menyatakan bahwa status quo bukan lagi pilihan yang layak. Semoga bermanfaat Disclaimmer On!!!





