Pada hari Senin 02 Oktober 2023, harga emas terus merosot untuk sesi keenam secara berturut-turut, mencapai level terendah dalam tujuh bulan. Penguatan dolar dan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi telah membuat emas kehilangan kilauannya.
Perkiraan bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama telah menjadi faktor negatif di pasar. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa harga emas dapat turun di bawah $1.800 dalam waktu dekat.
Tren kuat dan berkelanjutan dalam mata uang, khususnya apresiasi dolar AS, diperkirakan akan berlanjut. Kenaikan dolar membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Dolar AS menguat sebesar 0,4%, memberikan tekanan tambahan pada harga emas batangan. Para pedagang memperkirakan kemungkinan 55% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 5,25%-5,50% tahun ini.
Sejak mencapai level di atas $2.000 per ons pada awal Mei, harga emas telah merosot lebih dari 11%, atau $230. Kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi pemicu, menjadikan emas yang tidak memberikan hasil menjadi kurang menarik.

Fokus pasar kini beralih ke pidato Ketua Fed Jerome Powell hari ini, serta data lowongan pekerjaan, angka perekrutan swasta, dan data non-farm payrolls AS selama seminggu.
Semoga informasi ini bermanfaat tetap berhati-hati dalam setiap transaksi Disclaimmer On!





