
Harga emas yang diukur dengan XAUUSD, mengalami penurunan ke level terendah dalam satu minggu. Meskipun demikian, harga emas masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut.
Dorongan dari kenaikan dolar sebesar 0,3% terhadap mata uang utama lainnya telah membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang tersebut. Sementara itu, peningkatan imbal hasil obligasi AS dengan tenor 10-tahun juga memberikan tekanan tambahan.
Para pelaku pasar menatap dengan hati-hati ke arah Federal Reserve menjelang pertemuan kebijakannya. Mereka terbebani oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi.
Meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan dipaksa untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini terjadi setelah data terbaru tentang ekonomi AS menunjukkan adanya peningkatan risiko terhadap inflasi.
Dalam hal teknis, level resistance terlihat pada angka 2339.56, sementara level support berada di angka 2250. Para trader dan investor akan terus memperhatikan perkembangan ini dalam beberapa hari mendatang untuk mengantisipasi arah pergerakan selanjutnya dari harga emas.






