MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Market Analysis

Harga Emas Jatuh Sekitar 39 Dolar

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 8, 2023
in Market Analysis
Reading Time: 4 mins read
1.6k 86
0
Harga Emas Jatuh Sekitar 39 Dolar
414
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Harga emas turun lebih dari 1% setelah Jerome Powell, ketua Federal Reserve AS memberikan kesaksian hawkish (yaitu bersikap tegas dalam mengendalikan inflasi) yang menyebabkan dolar menguat. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven (aset yang dianggap aman) karena investor beralih ke dolar yang dianggap lebih menarik dan aman.

Kesaksian hawkish Powell mengindikasikan bahwa Fed mungkin akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya untuk mengendalikan inflasi yang sedang meningkat. Kenaikan suku bunga dapat menarik investor ke pasar keuangan AS dan menguatkan dolar, sementara menurunkan minat investor terhadap aset seperti emas dan obligasi.

Namun demikian, harga emas masih dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya seperti keadaan ekonomi global, geopolitik, dan juga permintaan dari negara-negara seperti China dan India yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia. Oleh karena itu, harga emas dapat berubah secara tiba-tiba dan sulit diprediksi secara pasti.

Kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya dapat menarik investor ke pasar keuangan AS dan menguatkan dolar, sehingga menurunkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Oleh karena itu, harga emas turun lebih dari 1% pada hari Selasa setelah Powell memberikan kesaksiannya yang hawkish.

Inti dari kesaksian hawkish Powell yang disebutkan dalam artikel tersebut. Powell menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan sebagai tanggapan atas data ekonomi yang kuat dan akan bersiap untuk mengambil tindakan yang lebih keras jika informasi yang masuk menunjukkan bahwa itu diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa Fed mungkin akan mengambil tindakan yang lebih agresif dalam meningkatkan suku bunga untuk mencegah terjadinya inflasi yang lebih tinggi di masa depan. Dampak dari kebijakan ini adalah menguatnya dolar AS dan menurunkan harga aset safe haven seperti emas.

Dolar menguat lebih dari 1%. Kenaikan indeks dolar ini dapat membuat emas batangan kurang terjangkau bagi pembeli di luar negeri karena harga emas di pasar global diukur dalam dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas dalam mata uang lainnya akan naik sehingga kurang terjangkau bagi pembeli di negara-negara dengan mata uang yang lebih lemah. Dalam situasi ini, investor dapat beralih ke aset lain yang lebih menarik atau menunggu sampai harga emas turun untuk membeli.


Laporan tenaga kerja AS yang diterbitkan setiap bulan sangat penting bagi pasar keuangan dan dapat memengaruhi harga emas. Jika laporan pekerjaan AS untuk bulan Februari menunjukkan ketahanan yang signifikan di pasar tenaga kerja, seperti penurunan tingkat pengangguran dan kenaikan jumlah lapangan kerja yang dihasilkan, maka ini dapat memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat untuk mencegah terjadinya inflasi yang terlalu tinggi. Kenaikan suku bunga AS kemungkinan akan meningkatkan daya tarik mata uang AS dan menurunkan harga emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga seperti emas. Sebaliknya, jika data pekerjaan menunjukkan hasil yang buruk, maka pasar dapat menunda kenaikan suku bunga, dan ini dapat meningkatkan harga emas dan mendorong pasar keuangan secara keseluruhan.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi karena harganya cenderung naik saat inflasi meningkat. Namun, kenaikan suku bunga AS dapat menurunkan daya tarik emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga seperti emas. Saat suku bunga naik, maka orang cenderung lebih memilih untuk menyimpan uang mereka di deposito berbunga daripada memegang emas. Hal ini dapat menurunkan permintaan dan harga emas. Selain itu, kenaikan suku bunga juga dapat memperkuat mata uang AS, yang dapat menurunkan harga emas yang dihargakan dalam dolar AS. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga AS dapat merusak daya tarik emas sebagai investasi, meskipun emas masih dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang relatif stabil dan aman dalam jangka panjang.

Kenaikan suku bunga AS dapat menurunkan harga emas karena dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa bunga seperti emas, sehingga menurunkan daya tarik investasi emas. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung beralih ke instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi seperti obligasi atau deposito berbunga daripada emas. Selain itu, kenaikan suku bunga dapat memperkuat mata uang AS, sehingga membuat harga emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini juga dapat menurunkan permintaan dan harga emas. Oleh karena itu, kenaikan suku bunga AS dapat merusak daya tarik emas sebagai investasi, sehingga dapat menurunkan harganya.

 Pada kesaksiannya di hadapan Komite Bank Senat AS pada hari Selasa, 7 Maret 2023, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lebih dari yang diharapkan sebagai tanggapan atas data kuat baru-baru ini dan bersiap untuk bergerak dalam langkah yang lebih besar jika informasi yang masuk menunjukkan tindakan yang lebih keras diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Hal ini memicu kenaikan nilai dolar AS dan menekan harga emas.

Komentar hawkish Powell tentang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan telah menguatkan nilai tukar dolar AS. Hal ini membuat emas, yang diperdagangkan dalam dolar, menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS karena nilai tukar mata uang mereka menurun. Sebagai hasilnya, indeks dolar naik lebih dari 1% dan harga emas turun lebih dari 1% pada hari Selasa, Indeks saham AS juga jatuh setelah pernyataan tersebut.

Gambar Emas H4

 Suku bunga yang lebih tinggi akan membuat investasi dalam emas menjadi kurang menarik karena biaya oportuninya akan meningkat. Ketika suku bunga naik, investor mungkin lebih tertarik untuk menempatkan uang mereka di instrumen keuangan lain yang menawarkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi, seperti obligasi, dan meninggalkan emas yang tidak menghasilkan bunga atau dividen. Oleh karena itu, kecenderungan kenaikan suku bunga dapat menyebabkan harga emas turun karena permintaan investor menurun.

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment
Market Analysis

Global Markets Under Pressure as U.S.–Iran Uncertainty Weighs on Sentiment

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 27, 2026
0

JAKARTA, March 27, 2026 – Global markets came under pressure in Thursday’s trading session as rising geopolitical uncertainty in the...

Read moreDetails
Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Gold Stabilizes as Oil Volatility Persists Amid Geopolitical Uncertainty

Maret 25, 2026
Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Gold Prices Crash 3.76% Amid Dollar Storm, Brent Oil Rises 3.83%!

Maret 19, 2026
Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Indonesia Masuk Panggung Global: Data JFX Ungkap Integrasi Nyata Pasar Berjangka Dunia

Maret 18, 2026
Next Post
Emas Memantul Dari 1811.83 Klaim Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims) Jadi Pemicu?

Emas Memantul Dari 1811.83 Klaim Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims) Jadi Pemicu?

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.