
Jumat, 21 Juni 2024 Harga emas melonjak sebesar 1% ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir, didorong oleh spekulasi pasar bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga. Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan di ekonomi terbesar dunia tersebut, sehingga memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
Laporan klaim pengangguran AS menunjukkan penurunan pada minggu terakhir, menandakan bahwa pasar tenaga kerja masih stabil secara umum. Namun, pembangunan rumah keluarga tunggal di AS pada bulan Mei turun 5,2%, menjadi 982.000 unit pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman.
Data minggu lalu mengindikasikan adanya moderasi di pasar tenaga kerja dan tekanan harga. Ditambah lagi, data penjualan ritel yang lemah pada hari Selasa memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi masih lesu pada kuartal kedua.
Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, serta pembelian emas yang terus-menerus oleh bank sentral, turut mendorong kenaikan harga emas dari bulan Maret hingga Mei. Pada 20 Mei, harga spot emas mencapai rekor tertinggi sebesar $2,449.89.
Saat ini, harga emas berada pada kisaran suport $2,340 dan resisten di sekitar $2,390. Pergerakan harga emas ini mencerminkan sentimen pasar yang lebih memilih aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global dan spekulasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.






