
Pada hari Rabu tanggal 3 April 2024, pasar emas mengalami lonjakan harga yang signifikan, dipicu oleh kekhawatiran akan potensi kenaikan inflasi di Amerika Serikat. Harga emas mencapai rekor tertinggi baru pada $2,287.82 per troy ons di awal sesi, hal ini menunjukkan kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap logam mulia sebagai lindung nilai dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Dalam keputusan Federal Reserve yang telah menyampaikan kemungkinan ada penurunan suku bunga A.S, namun investor tetap merasa ragu terhadap langkah tersebut. Meskipun demikian, harga emas terus meningkat naik tajam karena dianggap sebagai aset yang menguntungkan dalam menghadapi risiko inflasi dan ketidakpastian pasar dunia.
Analisis teknis menunjukkan bahwa harga emas memiliki support yang kuat di sekitar $2,228 per ons, sementara resisten diperkirakan berada di kisaran $2,300-an per troy ons. Hal ini memberikan para pedagang dan investor suatu informasi penting dalam merencanakan strategi perdagangan mereka.
Dengan lonjakan harga emas yang terus berlangsung dan mencapai rekor tertinggi berturut-turut, pasar emas menarik perhatian sebagai salah satu aset yang stabil dan menguntungkan dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.





