Pada hari ini Kamis 01 Februari 2024, Bursa JFX mencatat pergerakan yang menarik di sektor minyak kelapa sawit (CPO) dan olein, seiring dengan proyeksi peningkatan konsumsi minyak sawit di Indonesia tahun 2024.
Olein 01 Menunjukkan Stabilitas Awal Tahun, Olein 01 pada bulan Januari-24 menunjukkan stabilitas yang menggambarkan keseimbangan antara penawaran dan permintaan di awal tahun. Pelaku pasar memperhatikan kondisi pasar yang relatif stabil pada periode ini.
Respons Positif Olein 01 Feb-24, Olein 01 Feb-24 menunjukkan respons positif terhadap faktor-faktor global seperti kebijakan perdagangan dan perkiraan kinerja ekonomi. Harga Fisik Olein mencapai puncak . 14.550 dan terendah 14.000.
Peningkatan Konsumsi CPO di RI Tahun 2024, Konsumsi minyak kelapa sawit mentah (CPO) di dalam negeri diprediksi meningkat sekitar 9,08% menjadi 25,40 juta ton pada tahun 2024. Peningkatan signifikan ini didorong oleh kebutuhan untuk makanan, biodiesel, dan oleochemical.
Pendorong Konsumsi dan Dampak Potensial pada Olein, peningkatan konsumsi CPO dijelaskan oleh Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, terutama dipicu oleh mandatori biodiesel B35. Proyeksi kenaikan mandatori biodiesel ke tingkat yang lebih tinggi juga diantisipasi. Olein, sebagai produk turunan minyak kelapa sawit, memiliki potensi untuk mengalami peningkatan permintaan sejalan dengan tren ini.
Proyeksi Ekspor dan Stok, Namun, proyeksi ekspor minyak kelapa sawit (CPO dan turunannya) pada tahun 2024 diprediksi mengalami penurunan sekitar 11,95% menjadi 29 juta ton. Fokus utama ekspor tetap pada negara-negara seperti China, India, Pakistan, Timur Tengah, Bangladesh, dan Uni Eropa.

Stok Akhir Tahun, akibat dari penurunan ekspor yang diproyeksikan, stok akhir tahun 2024 diperkirakan mencapai 4,7 juta ton, naik dari 3,4 juta ton pada tahun sebelumnya.
Dengan demikian, para pelaku pasar di Bursa JFX dapat memperhatikan potensi pergerakan positif pada kontrak Olein dan CPO seiring dengan kenaikan konsumsi di dalam negeri. Faktor-faktor seperti kebijakan biodiesel dan proyeksi ekspor dapat menjadi pendorong utama dalam membentuk dinamika pasar pada periode mendatang.





