Pada tanggal 1 Februari 2024, harga emas mengalami fluktuasi setelah pertemuan Federal Reserve (Fed) yang menolak kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Maret. Meskipun dolar menguat, berdasarkan sumber dari Reuters harga emas di pasar spot stabil di $2,034.50 per ounce, sedangkan emas berjangka AS mengalami penurunan 0,6% menjadi $2,029
Pasar emas terus didukung oleh keyakinan investor terhadap potensi penurunan suku bunga dan imbal hasil yang lebih rendah. Meskipun Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga, para investor tetap optimis bahwa pemangkasan suku bunga mungkin terjadi pada akhir tahun ini.
CME Fed Watch mencatat bahwa para pedagang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 92% pada bulan Mei, merespons sikap Fed yang menolak kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal. Dolar yang menguat memberikan tekanan pada harga emas, membuatnya kurang menarik bagi pembeli asing.
Data ekonomi yang dirilis menunjukkan kenaikan gaji swasta AS yang lebih kecil dari perkiraan pada bulan Januari, menambah kekhawatiran tentang ekspektasi penurunan suku bunga. Investor kini menantikan laporan nonfarm payrolls (NFP) untuk bulan Januari, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat.

Selain itu, komoditas logam lainnya juga mengalami penurunan. Berdasarkan sumber dari ReutersPerak turun 1% menjadi $22,70 per ounce, sementara platinum dan paladium masing-masing turun 1,1% menjadi $908,44 dan 1,2% menjadi $964,76. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar komoditas dan respons terhadap keputusan Fed serta faktor-faktor ekonomi terkini.





