Negara-negara produsen minyak yang dikenal dengan sebutkan OPEC+ telah memutuskan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak hingga tahun 2025. Langkah ini diambil untuk mendukung pasar yang tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk pertumbuhan permintaan yang lemah, suku bunga yang tinggi, dan peningkatan produksi minyak dari Amerika Serikat.
Kelompok OPEC+, yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi, akan memperpanjang pemotongan produksi sebesar 3,66 juta barel per hari hingga akhir 2025. Selain itu, pemotongan sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari juga diperpanjang hingga akhir September 2024. Pemotongan sukarela ini akan dihentikan secara bertahap mulai Oktober 2024 hingga September 2025.
Langkah ini diambil di tengah harga minyak yang mendekati $80 per barel, yang lebih rendah dari harga yang diperlukan oleh banyak anggota OPEC+ untuk menyeimbangkan anggaran mereka. Kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan yang lambat di Tiongkok serta peningkatan stok minyak di negara-negara maju turut mempengaruhi harga minyak.
Keputusan untuk memperpanjang pengurangan produksi mencerminkan upaya OPEC+ untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi global dan memberikan waktu bagi pasar untuk stabil. Dalam perkembangan terkait, Uni Emirat Arab diizinkan untuk meningkatkan produksi secara bertahap sebesar 0,3 juta barel per hari dari level saat ini sebesar 2,9 juta barel per hari.
OPEC+ akan terus memantau perkembangan pasar dan memiliki opsi untuk menghentikan penghentian pengurangan produksi jika permintaan tidak cukup kuat. Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 1 Desember 2024 untuk mengevaluasi situasi pasar dan menentukan langkah selanjutnya.





