Selamat pagi rekan rekan seperti yang telah saya tulis dalam analisa saya kemarin hari Rabu, 04 Oktober 2023, “Minyak Pulih di Tengah Penguatan Dolar: Perhatikan Support di 87.76” Penting untuk waspada terhadap harga support pada level 87.76. Jika harga berhasil menembus level tersebut, kemungkinan akan melanjutkan penurunan menuju level 84.90.
Penting kita pelajari bersama apa yang sedang terjadi pada pergerakan harga minyak dunia, mari kita kupas bersama-sama, Penurunan harga minyak lebih dari $5 pada hari Rabu mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri energi. Kelemahan permintaan bahan bakar, terutama bensin, menjadi pendorong utama penurunan ini.
Pada tingkat sesi terendahnya, kedua benchmark minyak utama turun lebih dari $5, sementara kontrak minyak pemanas dan bensin berjangka juga mengalami penurunan yang signifikan, melebihi 5%. Pada periode mingguan, harga minyak mentah secara keseluruhan telah mengalami penurunan sekitar $10 sejak penutupan pekan sebelumnya.
Data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan penurunan signifikan dalam pasokan bensin, mencapai sekitar 8 juta barel per hari, mencapai level terendah sejak awal tahun ini. Beberapa faktor, termasuk cuaca ekstrem seperti banjir di New York dan badai pasca-tropis Ophelia, kemungkinan berkontribusi pada penurunan permintaan tersebut.
Kehancuran permintaan ini menjadi lebih jelas dengan konsumsi bensin AS yang mencapai tingkat terendah dalam 22 tahun secara musiman. Lonjakan harga bahan bakar selama kuartal ketiga menyebabkan penurunan signifikan sebesar 223.000 barel per hari.
Meskipun stok minyak mentah nasional AS mengalami penurunan sebesar 2,2 juta barel, stok di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman minyak mentah WTI, naik untuk pertama kalinya dalam delapan minggu.
Keputusan Arab Saudi untuk terus mengurangi pasokan minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari hingga akhir tahun, bersama dengan langkah serupa Rusia yang berjanji untuk mempertahankan pengurangan ekspor sebesar 300.000 barel per hari, mencerminkan upaya untuk menjaga keseimbangan pasar.
Meskipun demikian, penurunan harga dan margin penyulingan yang turun di bawah $20 per barel mencerminkan kekhawatiran akan resesi dan penurunan lebih lanjut dalam permintaan. Meskipun Saudi dan Rusia berkomitmen pada pemotongan produksi tambahan, dampak dari penurunan permintaan global mungkin sulit untuk diredam.

Dalam pertemuan Komite Pemantau Kementerian Gabungan OPEC+, kebijakan produksi tetap tidak berubah, dengan pihak Kuwait menyatakan bahwa pasar minyak sedang bergerak ke arah yang benar dengan menyeimbangkan pasokan dan permintaan. Pernyataan dari Wakil Perdana Menteri Rusia menyoroti dampak positif pemotongan produksi yang dilakukan Saudi dan Rusia terhadap keseimbangan pasar minyak, dengan manfaat tambahan dari larangan ekspor solar dan bensin di tingkat domestik, Semoga informasi ini bermanfaat, Disclaimmer On!





