MaruliTua.com
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Belajar Trading

Profit Dengan Strategi Trading ADX (Average Directional Index)

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 1, 2023
in Belajar Trading
Reading Time: 7 mins read
1.7k 17
0
Profit Dengan Strategi Trading ADX (Average Directional Index)
415
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Sejarah ADX (Average Directional Index)

ADX (Average Directional Index) adalah sebuah indikator teknikal yang diciptakan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978. Wilder adalah seorang trader dan penulis buku terkenal yang telah menciptakan beberapa indikator teknikal populer, seperti RSI (Relative Strength Index) dan Parabolic SAR.

Indikator ADX dibuat untuk membantu trader mengidentifikasi apakah pasar sedang dalam tren dan seberapa kuat tren tersebut. Indikator ini dihitung berdasarkan pergerakan harga dalam periode waktu tertentu dan memberikan nilai antara 0 hingga 100.

Nilai ADX di bawah 20 menunjukkan pasar sedang mengalami konsolidasi atau sideways, sementara nilai di atas 20 menunjukkan adanya tren yang mulai terbentuk. Nilai ADX di atas 40 menunjukkan bahwa pasar sedang dalam tren yang kuat.

Indikator ADX sangat populer di kalangan trader teknikal dan telah menjadi salah satu alat analisis teknikal yang paling sering digunakan di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, indikator ini juga telah dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja dan akurasi dalam analisis pasar.

Average Directional Index (ADX) Terdiri Dari Bagian

Average Directional Index (ADX) terdiri dari beberapa bagian yang saling terkait, di antaranya:

  1. Directional Movement Lines (DML) Garis ini terdiri dari dua indikator, yaitu +DI (Positive Directional Indicator) dan -DI (Negative Directional Indicator), yang membantu dalam mengidentifikasi arah pergerakan harga.
  2. True Range (TR) Indikator ini mengukur selisih antara harga tertinggi dan terendah pada periode waktu tertentu.
  3. Average True Range (ATR) Indikator ini merupakan rata-rata dari TR selama beberapa periode waktu, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang volatilitas pasar.
  4. DX Indikator Directional Movement Index (DMI) menunjukkan seberapa kuat atau lemah arah pergerakan harga dengan membandingkan +DI dan -DI.
  5. ADX Line Indikator ADX adalah rata-rata dari DX selama beberapa periode waktu dan memberikan gambaran tentang kekuatan tren pasar.

Dalam kombinasi, indikator-indikator ini membantu trader untuk mengidentifikasi tren dan kekuatannya, serta menentukan apakah pasar sedang mengalami konsolidasi atau sideways. Hal ini memungkinkan trader untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam mengambil posisi pada pasar dan mengelola resiko mereka.

Rumus Matematika ADX (Average Directional Index)

Rumus matematika ADX (Average Directional Index) adalah sebagai berikut:

  1. Hitung True Range (TR) menggunakan rumus berikut:

TR = Max[(High – Low), Abs(High – Close[1]), Abs(Low – Close[1])]

Keterangan:

  • High: harga tertinggi pada periode waktu tersebut
  • Low: harga terendah pada periode waktu tersebut
  • Close[1]: harga penutupan pada periode waktu sebelumnya
  • Abs: fungsi nilai absolut untuk menghilangkan tanda negative
  1. Hitung Average True Range (ATR) menggunakan rumus berikut:

ATR = [(TR1 + TR2 + TR3 + … + TRn) / n]

Keterangan:


  • TR1, TR2, TR3, …, TRn: True Range pada n periode waktu sebelumnya
  • n: jumlah periode waktu yang dihitung
  1. Hitung Directional Movement (DM) dengan menggunakan rumus berikut:

+DM = High – High[1], jika High > High[1] dan High – High[1] > Low[1] – Low -DM = Low[1] – Low, jika Low[1] > Low dan Low[1] – Low > High – High[1] Note: [1] menunjukkan periode waktu sebelumnya

  1. Hitung Positive Directional Index (+DI) dan Negative Directional Index (-DI) dengan menggunakan rumus berikut:

+DI = 100 * EMA(+DM, n) / ATR -DI = 100 * EMA(-DM, n) / ATR

Keterangan:

  • EMA: Exponential Moving Average (rata-rata bergerak eksponensial)
  • n: jumlah periode waktu yang dihitung
  1. Hitung Directional Movement Index (DX) dengan menggunakan rumus berikut:

DX = 100 * EMA(|+DI – -DI| / (+DI + -DI), n)

Keterangan:

||: fungsi nilai absolut untuk menghilangkan tanda negative

  • Hitung Average Directional Index (ADX) dengan menggunakan rumus berikut:

ADX = 100 * EMA(DX, n)

Keterangan:

  • n: jumlah periode waktu yang dihitung

Perlu diingat bahwa rumus matematika ADX dapat sedikit bervariasi tergantung pada perangkat lunak atau platform trading yang digunakan.

Strategi Trading ADX (Average Directional Index)

Berikut adalah beberapa strategi trading yang dapat digunakan dengan indikator ADX (Average Directional Index):

  1. Identifikasi tren pasar, ADX dapat membantu trader untuk mengidentifikasi tren pasar. Jika nilai ADX di atas 20, pasar dianggap sedang mengalami tren, sementara jika nilai ADX di bawah 20, pasar dianggap sedang mengalami konsolidasi. Dalam hal ini, trader dapat mempertimbangkan untuk masuk posisi buy atau sell tergantung pada arah tren yang teridentifikasi.
  1. Konfirmasi tren, Selain mengidentifikasi tren, trader dapat menggunakan ADX untuk mengkonfirmasi kekuatan tren. Jika nilai ADX di atas 40, pasar dianggap sedang dalam tren yang kuat. Dalam hal ini, trader dapat mempertimbangkan untuk menambah posisi atau menahan posisi yang sudah ada.
  1. Divergensi, Ketika harga mengalami divergensi dengan ADX, hal ini dapat menunjukkan kelemahan tren. Misalnya, jika harga mencapai level yang lebih tinggi, tetapi ADX turun, hal ini dapat menunjukkan bahwa tren sedang kehilangan kekuatan. Sebaliknya, jika harga mencapai level yang lebih rendah, tetapi ADX meningkat, hal ini dapat menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami tekanan bearish yang kuat.
  1. Strategi cross-over, Trader juga dapat menggunakan strategi cross-over dengan indikator ADX. Misalnya, jika nilai +DI memotong nilai -DI dari bawah ke atas, hal ini dapat menunjukkan kemungkinan terjadinya pergerakan bullish. Sebaliknya, jika nilai -DI memotong nilai +DI dari atas ke bawah, hal ini dapat menunjukkan kemungkinan terjadinya pergerakan bearish.

Money Management Menggunakan ADX (Average Directional Index)

Money management atau manajemen resiko merupakan hal yang sangat penting dalam trading menggunakan indikator ADX (Average Directional Index). Berikut adalah beberapa tips money management yang dapat membantu trader dalam mengelola resiko:

  1. Menentukan ukuran posisi yang tepat, Trader sebaiknya menentukan ukuran posisi yang sesuai dengan modal yang dimiliki dan tingkat resiko yang siap ditanggung. Umumnya, ukuran posisi yang direkomendasikan tidak melebihi 2-5% dari total modal trading.
  2. Menetapkan stop loss, Trader sebaiknya menetapkan stop loss yang dapat melindungi modal dari kerugian yang terlalu besar. Stop loss dapat ditempatkan di bawah support atau di atas resistance terdekat atau di bawah level tertentu yang menandakan perubahan arah tren.
  3. Menetapkan target profit, Trader sebaiknya menetapkan target profit yang realistis berdasarkan kondisi pasar dan strategi trading yang digunakan. Target profit dapat ditempatkan pada level resistance atau support terdekat atau pada level tertentu yang menunjukkan kemungkinan terjadinya perubahan arah tren.
  4. Menggunakan trailing stop, Trader dapat menggunakan trailing stop untuk mengamankan profit dan meminimalkan kerugian. Trailing stop adalah stop loss yang bergerak seiring dengan pergerakan harga, sehingga dapat melindungi profit yang sudah tercapai dan mengunci profit jika harga berbalik arah.
  5. Menghindari overtrading, Trader sebaiknya menghindari overtrading atau membuka terlalu banyak posisi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dapat meningkatkan resiko dan membuat trader sulit mengelola posisi secara efektif.
  6. Memahami resiko dan keuntungan, Trader sebaiknya memahami resiko dan keuntungan dari setiap posisi yang dibuka. Hal ini dapat membantu trader dalam mengambil keputusan trading yang lebih bijak dan mengelola resiko dengan lebih baik.

Penting untuk diingat bahwa indikator ADX hanya merupakan salah satu alat bantu dalam trading dan tidak dapat menjamin keberhasilan trading tanpa manajemen resiko yang tepat. Oleh karena itu, penggunaan indikator ADX sebaiknya dipadukan dengan analisis teknikal dan manajemen resiko yang tepat untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dan kerugian. Semoga bermanfaat Disclaimmer On!!

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E, M.Th, WPB, WPA penulis dan praktisi trading, lahir pada tahun 1975 di Sumatera Utara. Memasuki dunia trading sejak tahun 2007, mengembangkan minat keahlian dalam dunia trading Forex, indeks saham, komoditi, dan saham.Pada akhir tahun 2020, posisi President Director di Indosukses Futures, kepemimpinan dan dedikasi terhadap industri keuangan. Pengajar dan pembicara, berkontribusi pada peningkatan pengetahuan melalui seminar, workshop, dan program pelatihan, seperti P4WPB dan WPA, menjadi narasumber media elektronik.Aktif di tingkat organisasi sebagai anggota Komite Pendidikan Pelatihan Dan Pengembangan (DIKLATBANG) sejak tahun 2021, dengan sertifikat kompetensi, asesmen/uji kompetensi, dan menjadi asesor, validator kompetensi LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Juni 2023, LPK (BPM) Lembaga Pelatihan Kerja Bina profesi Mandiri 2024.Berlandaskan pengalaman dalam dunia trading, perencanaan dan praktik pelaksanaan harus konsisten tanpa melibatkan emosi. Sebagai seorang trader, harus bisa memiliki kemampuan untuk membedakan antara logika dan perasaan, serta menilai pentingnya keamanan dana investasi dengan memastikan tempat berinvestasi resmi memiliki izin dari regulator yang berlaku di Indonesia.

Related Posts

Belajar Trading Pro I: Langkah Nyata Menjadi Trader Profesional Bersama Trident Pro Futures
Belajar Trading

Belajar Trading Pro I: Langkah Nyata Menjadi Trader Profesional Bersama Trident Pro Futures

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Januari 14, 2026
0

Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Indonesia diselenggarakan berdasarkan kerangka hukum yang jelas dan ketat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 10...

Read moreDetails
Dunia Bergerak Menekan Emisi Karbon: Dari Krisis Iklim Menuju Kesadaran Global

Dunia Bergerak Menekan Emisi Karbon: Dari Krisis Iklim Menuju Kesadaran Global

Oktober 11, 2025
Master Signal Tetap Setia: Akurat Harian & Mingguan, Apapun Kondisi Pasar

Master Signal Tetap Setia: Akurat Harian & Mingguan, Apapun Kondisi Pasar

Juli 26, 2025
Master Signal: Teknologi Canggih untuk Membaca Pasar Emas dengan Presisi Tinggi

Master Signal: Teknologi Canggih untuk Membaca Pasar Emas dengan Presisi Tinggi

Juli 26, 2025
Next Post
Belajar Menganalisa Kalender Ekonomi

Belajar Menganalisa Kalender Ekonomi

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Analisa Pasar
  • Berita
  • Belajar Trading
  • Lainnya
    • Grafik Live
    • Kalender Ekonomi
    • Serba-serbi

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.