Harga emas jatuh di bawah level $2.000 per ons untuk pertama kalinya dalam dua bulan, merespon data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan di Amerika Serikat. Pada hari Selasa, 13 Februari 2024. Harga emas di pasar spot turun 1,3%, mencapai $1.992.5042 per ons, mencatat level terendah sejak 13 Desember. Penurunan ini dipicu oleh laporan inflasi AS yang menunjukkan kenaikan harga konsumen pada bulan Januari, terutama dalam biaya tempat tinggal dan layanan kesehatan.

Prospek penurunan suku bunga lebih awal dari Federal Reserve pun mengendur, mengakibatkan kekhawatiran di kalangan investor. Komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell, menunjukkan bahwa kebijakan moneter mungkin tidak akan mengalami perubahan segera.
Dolar AS mengalami penguatan sebesar 0,7%, mencapai level tertinggi tiga bulan terhadap mata uang lainnya, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang selain dolar. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan sebagai tanggapan terhadap data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Investor sekarang diarahkan untuk memperhatikan data ekonomi selanjutnya, termasuk data penjualan ritel dan angka indeks harga produsen (PPI) yang dijadwalkan pada hari Kamis dan Jumat. Pasar juga akan memperhatikan komentar pejabat Federal Reserve selama minggu ini untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter di masa mendatang. Selain emas, penurunan harga juga terjadi pada platinum, paladium, dan perak sebagai respons terhadap dinamika pasar dan pergerakan dolar. Disclaimer On!





