MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics
No Result
View All Result
MaruliTua.com
No Result
View All Result
Home Learn Trading

Strategi Trading Parabolic SAR (Stop And Reverse)

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 19, 2023
in Learn Trading
Reading Time: 10 mins read
1.6k 121
0
Strategi Trading Parabolic SAR (Stop And Reverse)
415
SHARES
1.7k
VIEWS
ShareTweetSend

Parabolic SAR (Stop and Reverse) adalah indikator teknikal yang digunakan dalam analisa teknikal untuk membantu trader dalam menentukan arah pergerakan harga dan menentukan level stop loss pada posisi yang dibuka. Indikator ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang trader dan analis teknikal bernama J. Welles Wilder pada tahun 1978. Wilder adalah seorang analis teknikal yang sangat terkenal dan dihormati dalam dunia trading. Dia juga menciptakan beberapa indikator teknikal lainnya yang cukup populer, seperti RSI (Relative Strength Index) dan Average True Range. Parabolic SAR sendiri didasarkan pada prinsip matematika dan geometri yang melibatkan perhitungan nilai tertinggi dan terendah pada grafik harga. Indikator ini dapat membantu trader dalam menentukan level stop loss dengan menghasilkan titik-titik yang terletak di atas atau di bawah harga. Titik-titik tersebut akan terus bergeser mengikuti arah pergerakan harga, sehingga dapat membantu trader dalam mengikuti tren pasar.

Parabolic SAR telah menjadi salah satu indikator teknikal yang paling populer dan banyak digunakan oleh trader di seluruh dunia. Meskipun demikian, seperti halnya dengan indikator teknikal lainnya, penggunaan Parabolic SAR tetap memerlukan analisa yang cermat dan tidak bisa diandalkan secara mutlak untuk mengambil keputusan trading. Filosofi di balik Parabolic SAR dapat dilihat dari cara indikator ini bekerja. Parabolic SAR dirancang untuk membantu trader dalam mengikuti tren pasar, baik tren naik maupun turun, dengan menghasilkan titik-titik yang terus bergeser mengikuti arah pergerakan harga.

Dalam trading sangat penting untuk bisa mengikuti tren pasar, karena tren ini dapat memberikan peluang besar untuk memperoleh keuntungan. Namun, mengikuti tren juga dapat berarti mengambil resiko, karena harga dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, Parabolic SAR mengajarkan trader untuk selalu siap menerima perubahan tren dan memiliki strategi yang baik dalam mengelola resiko. Parabolic SAR juga mengajarkan tentang pentingnya fleksibilitas dan adaptasi dalam trading. Seperti halnya dengan titik-titik Parabolic SAR yang selalu bergeser mengikuti arah pergerakan harga, trader juga perlu selalu siap untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah.

Parabolic SAR (Stop and Reverse) merupakan jenis indikator teknikal yang digunakan sebagai trailing indicator, bukan leading indicator. Sebagai trailing indicator, Parabolic SAR dapat membantu trader mengidentifikasi perubahan tren dalam pasar, tetapi dengan sedikit keterlambatan dibandingkan dengan leading indicator seperti Moving Average atau Relative Strength Index (RSI). Parabolic SAR mengikuti tren harga saat ini dengan menempatkan titik-titik di atas atau di bawah harga, tergantung pada arah tren. Ketika harga bergerak dalam arah yang diharapkan, titik-titik Parabolic SAR akan mengikuti tren dan memberikan sinyal untuk tetap dalam posisi tersebut. Namun, ketika harga mulai berbalik arah, titik-titik Parabolic SAR akan memberikan sinyal untuk keluar dari posisi atau bahkan membalikkan posisi.

Parabolic SAR bergerak di belakang harga dan memberikan sinyal setelah tren harga terbentuk, maka dapat dikatakan sebagai trailing indicator atau indikator yang mengikuti pergerakan harga. Namun, meskipun Parabolic SAR bukan leading indicator, tetap memiliki nilai dalam membantu trader mengidentifikasi perubahan tren dan menentukan level stop loss yang ideal.Top of Form Parabolic SAR juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh trader sebelum menggunakannya dalam trading mereka.

Kelebihan Parabolic SAR adalah:

  1. Mudah digunakan: Parabolic SAR mudah dipahami dan digunakan oleh trader pemula maupun berpengalaman.
  2. Memberikan sinyal trading yang jelas: Parabolic SAR memberikan sinyal trading yang jelas dan mudah diinterpretasikan, terutama saat digunakan dalam kondisi pasar yang trending.
  3. Berguna untuk mengidentifikasi level stop loss: Parabolic SAR juga dapat digunakan untuk menentukan level stop loss yang ideal, yang dapat membantu trader meminimalkan resiko kerugian.

Kekurangan Parabolic SAR yang perlu dipertimbangkan, seperti:

  1. Tidak efektif dalam pasar sideway: Parabolic SAR tidak efektif dalam kondisi pasar yang sideway atau tidak trending.
  2. Tidak menghasilkan sinyal trading yang akurat di semua kondisi pasar: Parabolic SAR juga tidak selalu menghasilkan sinyal trading yang akurat di semua kondisi pasar.
  3. Rentan terhadap sinyal palsu: Seperti halnya dengan indikator teknikal lainnya, Parabolic SAR juga rentan terhadap sinyal palsu.

Penting bagi trader untuk menggabungkan Parabolic SAR dengan indikator teknikal lainnya dan strategi trading yang tepat untuk meningkatkan akurasi sinyal yang dihasilkan dan meningkatkan kesuksesan dalam trading. Parabolic SAR dapat dianggap sebagai metafora untuk sikap fleksibel dan adaptif dalam trading. Seperti halnya dengan titik-titik Parabolic SAR yang selalu bergerak mengikuti pergerakan harga, trader juga perlu selalu bergerak dan beradaptasi mengikuti perubahan pasar, sehingga dapat mengoptimalkan peluang dan mengelola resiko secara efektif.

Rumus untuk menghitung Parabolic SAR (Stop and Reverse) adalah sebagai berikut:

Sarn+1 = sarn + AF * (EP – sarn)

Dimana:

  • Sarn+1 adalah nilai Parabolic SAR berikutnya
  • Sarn adalah nilai Parabolic SAR saat ini
  • AF (Acceleration Factor) adalah faktor percepatan yang meningkat setiap kali titik Parabolic SAR berubah arah, biasanya dimulai dengan nilai 0,02 dan meningkat 0,02 setiap titik berikutnya hingga mencapai maksimum yang telah ditetapkan
  • EP (Extreme Point) adalah titik tertinggi atau terendah dari tren saat ini, tergantung pada arah tren

Untuk menghitung nilai pertama dari Parabolic SAR, trader harus menentukan arah tren terlebih dahulu. Jika tren sedang naik, titik Parabolic SAR pertama akan ditempatkan di bawah harga saat ini, sedangkan jika tren sedang turun, titik Parabolic SAR pertama akan ditempatkan di atas harga saat ini.

SAR1 = titik terendah dari dua titik terendah sebelumnya jika tren naik, atau titik tertinggi dari dua titik tertinggi sebelumnya jika tren turun.

Dalam penggunaannya, trader biasanya menggunakan Parabolic SAR sebagai indikator stop loss yang dinamis, dengan menempatkan stop loss di atas atau di bawah titik Parabolic SAR saat ini, tergantung pada arah posisi trading yang dibuka. Jika titik Parabolic SAR bergerak mengikuti arah posisi, trader dapat menyesuaikan level stop loss sesuai dengan pergerakan titik tersebut, sehingga dapat mengurangi resiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.

Misalkan sarn adalah 110, EP adalah 120, dan AF adalah 0,02. Maka untuk menghitung nilai sarn+1, kita dapat menggunakan rumus:

Sarn+1 = sarn + AF * (EP – sarn)

Sarn+1 = 110 + 0,02 * (120 – 110)

Sarn+1 = 110 + 0,02 * 10

Sarn+1 = 110,2


Jadi nilai sarn+1 adalah 110,2.

Kemudian, jika kita ingin menghitung nilai sarn+2 dengan menggunakan nilai sarn+1 sebelumnya, misalkan sarn+1 adalah 110,2, dan EP adalah 125, maka kita dapat menggunakan rumus yang sama:

Sarn+2 = sarn+1 + AF * (EP – sarn+1)

Sarn+2 = 110,2 + 0,02 * (125 – 110,2)

Sarn+2 = 110,2 + 0,02 * 14,8

Sarn+2 = 110,536

Jadi nilai sarn+2 adalah 110,536.

Proses ini dapat terus dilanjutkan untuk menghitung nilai sarn+3, sarn+4, dan seterusnya, dengan menggunakan nilai sarn+2 sebelumnya. Namun, penting untuk diingat bahwa nilai AF akan meningkat setiap kali titik Parabolic SAR berubah arah, sehingga dapat mempengaruhi perhitungan nilai sarn+1 dan seterusnya.

Berikut adalah langkah-langkah cara menggunakan Parabolic SAR:

  1. Tentukan jenis tren: Pertama-tama, tentukan apakah harga sedang berada dalam tren naik atau tren turun. Anda bisa menggunakan analisis grafik atau indikator teknikal lainnya untuk membantu menentukan jenis tren yang sedang terjadi.
  2. Identifikasi titik masuk: Jika tren naik, carilah titik masuk yang ideal ketika titik-titik Parabolic SAR muncul di bawah harga. Sebaliknya, jika tren turun, carilah titik masuk yang ideal ketika titik-titik Parabolic SAR muncul di atas harga.
  3. Atur level stop loss: Setelah memasuki posisi, atur level stop loss dengan mengacu pada titik-titik Parabolic SAR terbaru. Jika harga bergerak berlawanan dengan posisi yang diambil, level stop loss akan bergerak sesuai dengan arah tren untuk mengurangi resiko kerugian.
  4. Keluar dari posisi: Anda bisa keluar dari posisi ketika titik-titik Parabolic SAR muncul di sisi yang berlawanan dari harga, yang menunjukkan perubahan tren.

Parabolic SAR tidak selalu memberikan sinyal yang akurat, terutama pada saat pasar sedang dalam kondisi volatile atau sideway. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan indikator teknikal lainnya dan strategi trading yang tepat untuk membantu meningkatkan akurasi sinyal yang dihasilkan oleh Parabolic SAR.

Berikut adalah contoh penggunaan Parabolic SAR pada timeframe harian (D1) untuk aset saham Tesla (TSLA):

  1. Identifikasi tren: Pertama-tama, kita akan melihat grafik harga TSLA pada timeframe harian untuk mengidentifikasi tren yang sedang terjadi. Pada contoh ini, kita dapat melihat bahwa harga TSLA sedang berada dalam tren naik yang kuat.
  2. Identifikasi titik masuk: Setelah mengidentifikasi tren, kita dapat menggunakan Parabolic SAR untuk mencari titik masuk yang ideal. Pada contoh ini, kita bisa melihat bahwa titik-titik Parabolic SAR muncul di bawah harga pada tanggal 1 Januari 2022, yang menunjukkan sinyal beli. Oleh karena itu, ini bisa menjadi titik masuk yang ideal.
  3. Atur level stop loss: Setelah memasuki posisi beli, kita perlu menentukan level stop loss. Pada contoh ini, kita dapat menggunakan titik-titik Parabolic SAR terbaru sebagai referensi dan menentukan level stop loss di bawah titik SAR terbaru.
  4. Keluar dari posisi: Untuk keluar dari posisi, kita dapat menggunakan Parabolic SAR untuk mengidentifikasi perubahan tren. Pada contoh ini, kita dapat melihat bahwa titik-titik Parabolic SAR muncul di atas harga pada tanggal 16 Maret 2022, yang menunjukkan perubahan tren menjadi turun. Oleh karena itu, ini bisa menjadi waktu yang ideal untuk keluar dari posisi beli sebelum harga terus turun.

Penggunaan Parabolic SAR pada timeframe harian, dan bisa berbeda-beda pada timeframe lainnya. Selalu gunakan indikator teknikal lainnya dan strategi trading yang tepat untuk meningkatkan akurasi sinyal yang dihasilkan oleh Parabolic SAR.

Berikut adalah contoh penggunaan Parabolic SAR pada pasangan mata uang EUR/USD pada timeframe 4 jam (H4):

  1. Identifikasi tren: Pertama-tama, kita akan melihat grafik harga EUR/USD pada timeframe 4 jam untuk mengidentifikasi tren yang sedang terjadi. Pada contoh ini, kita dapat melihat bahwa harga EUR/USD sedang berada dalam tren turun.
  2. Identifikasi titik masuk: Setelah mengidentifikasi tren, kita dapat menggunakan Parabolic SAR untuk mencari titik masuk yang ideal. Pada contoh ini, kita bisa melihat bahwa titik-titik Parabolic SAR muncul di atas harga pada tanggal 10 Maret 2023, yang menunjukkan sinyal jual. Oleh karena itu, ini bisa menjadi titik masuk yang ideal.
  3. Atur level stop loss: Setelah memasuki posisi jual, kita perlu menentukan level stop loss. Pada contoh ini, kita dapat menggunakan titik-titik Parabolic SAR terbaru sebagai referensi dan menentukan level stop loss di atas titik SAR terbaru.
  4. Keluar dari posisi: Untuk keluar dari posisi, kita dapat menggunakan Parabolic SAR untuk mengidentifikasi perubahan tren. Pada contoh ini, kita dapat melihat bahwa titik-titik Parabolic SAR muncul di bawah harga pada tanggal 13 Maret 2023, yang menunjukkan perubahan tren menjadi naik. Oleh karena itu, ini bisa menjadi waktu yang ideal untuk keluar dari posisi jual sebelum harga terus naik.

Perlu diingat bahwa ini hanya merupakan contoh penggunaan Parabolic SAR pada pasangan mata uang EUR/USD pada timeframe 4 jam, dan bisa berbeda-beda pada timeframe lainnya atau pada pasangan mata uang lainnya. Selalu gunakan indikator teknikal lainnya dan strategi trading yang tepat untuk meningkatkan akurasi sinyal yang dihasilkan oleh Parabolic SAR.

Parabolic SAR dapat digunakan untuk membantu trader dalam mengelola resiko dalam trading mereka. Berikut adalah beberapa cara dalam menggunakan Parabolic SAR dalam manajemen resiko:

  1. Menentukan level stop loss: Parabolic SAR dapat membantu trader menentukan level stop loss yang ideal. Jika posisi beli dibuka dan titik Parabolic SAR berada di bawah harga, trader dapat menempatkan stop loss di bawah titik Parabolic SAR. Sebaliknya, jika posisi jual dibuka dan titik Parabolic SAR berada di atas harga, trader dapat menempatkan stop loss di atas titik Parabolic SAR.
  2. Mengubah posisi stop loss: Ketika titik Parabolic SAR bergerak di arah yang menguntungkan posisi trader, trader dapat menggeser level stop loss ke arah titik Parabolic SAR untuk mengunci keuntungan dan membatasi kerugian.
  3. Menggunakan Parabolic SAR dengan indikator teknikal lainnya: Parabolic SAR dapat digunakan bersama dengan indikator teknikal lainnya seperti Moving Average atau RSI untuk memperkuat sinyal trading dan membatasi resiko. Misalnya, jika sinyal beli dihasilkan oleh Parabolic SAR dan dikonfirmasi oleh indikator teknikal lainnya, trader dapat membuka posisi beli dengan level stop loss yang ditentukan oleh Parabolic SAR dan indikator teknikal lainnya.
  4. Memperhatikan kondisi pasar: Parabolic SAR tidak efektif dalam pasar yang sideway atau tidak trending. Oleh karena itu, trader perlu memperhatikan kondisi pasar dan menghindari membuka posisi trading ketika pasar sedang tidak trending.

Penggunaan Parabolic SAR untuk manajemen resiko, penting untuk memahami bahwa tidak ada strategi trading atau indikator teknikal yang dapat menjamin keuntungan atau menghilangkan resiko sepenuhnya. Oleh karena itu, penting bagi trader untuk selalu mengelola resiko dengan hati-hati dan menggunakan manajemen resiko yang tepat dalam setiap trading yang mereka lakukan.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda bijak menggunakan Parabolic SAR dalam trading:

  1. Gunakan Parabolic SAR dengan indikator teknikal lainnya: Parabolic SAR dapat memberikan sinyal yang tidak akurat di pasar yang volatil atau dalam kondisi yang sedang sideway. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan Parabolic SAR bersamaan dengan indikator teknikal lainnya, seperti Moving Average atau Relative Strength Index (RSI), untuk memperkuat sinyal trading dan mengkonfirmasi arah trend yang sedang terjadi.
  2. Gunakan timeframe yang sesuai: Parabolic SAR dapat memberikan sinyal yang berbeda-beda tergantung pada timeframe yang digunakan. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan Parabolic SAR pada timeframe yang sesuai dengan strategi trading Anda.
  3. Selalu perhatikan kondisi pasar: Meskipun Parabolic SAR dapat membantu Anda mengidentifikasi perubahan tren dan mengelola resiko, penting untuk selalu memperhatikan kondisi pasar dan menghindari membuka posisi trading saat pasar sedang tidak trending atau dalam kondisi yang tidak stabil.
  4. Gunakan level stop loss yang tepat: Gunakan level stop loss yang tepat berdasarkan titik Parabolic SAR untuk membatasi kerugian dan mengunci keuntungan.
  5. Selalu disiplin dan konsisten: Tetap disiplin dan konsisten dalam menggunakan Parabolic SAR sebagai bagian dari strategi trading Anda. Jangan tergoda untuk mengabaikan sinyal Parabolic SAR atau mengubah level stop loss tanpa alasan yang jelas.

Penting untuk diingat bahwa Parabolic SAR bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan trading. Penting untuk membangun strategi trading yang komprehensif dan mengelola resiko dengan hati-hati untuk mencapai hasil yang baik dalam jangka panjang. Semoga bermanfaat Discalimmer On!!

Share166Tweet104Send
Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA

Maruli T. Sinambela is a writer, trading practitioner, and educator with experience in the financial markets since 2007. His expertise covers Forex, stock indices, commodities, and equities.Maruli T. Sinambela has demonstrated a strong leadership track record in the futures trading industry. He served as President Director of PT Indosukses Futures from 2020 to 2025, and in 2026, he was entrusted to lead PT Trident Pro Futures as President Director.He is actively engaged as an educator, speaker, and resource person across various media platforms—including television, radio, and digital channels—with a focus on market analysis and practical trading education.He has been involved as a member of the Education, Training, and Development Committee (DIKLATBANG) since 2021, and has served as a competency assessor and validator at the Professional Certification Institute (LSP) under the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) since June 2023.Drawing on extensive experience, Maruli emphasizes that successful trading is built on discipline, consistency, sound risk management, and the ability to separate logic from emotion. He also highlights the importance of safeguarding investment funds by ensuring that all trading activities are conducted through officially licensed and regulated institutions in Indonesia.

Related Posts

MetaTrader 5 Indicators: The Key to Reading Market Direction Amid Global Volatility
Learn Trading

MetaTrader 5 Indicators: The Key to Reading Market Direction Amid Global Volatility

by Maruli T Sinambela, S.E., M.Th., WPB, WPA
Maret 28, 2026
0

JAKARTA, March 28, 2026 – Global market volatility has shown a significant increase in recent times, driven by geopolitical dynamics...

Read moreDetails
Belajar Trading 4 Pilar Trader Profesional XAUUSD

Belajar Trading 4 Pilar Trader Profesional XAUUSD

Februari 18, 2026
Soft Landing atau Perlambatan? Arah Dolar di Ujung Data A.S

Februari 16, 2026
Belajar Trading Pro I: Langkah Nyata Menjadi Trader Profesional Bersama Trident Pro Futures

Belajar Trading Pro I: Langkah Nyata Menjadi Trader Profesional Bersama Trident Pro Futures

Januari 14, 2026
Next Post
Perhatikan Level 70.12 Dalam Penurunan Harga Minyak Mentah

Perhatikan Level 70.12 Dalam Penurunan Harga Minyak Mentah

Ikhtisar Pasar

Data Pasar oleh TradingView
MaruliTua.com

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.

Navigasi Situs

  • Tentang
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Saya

Follow Saya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Market Analysis
  • News
  • Learn Trading
  • Lainnya
    • Live Chart
    • Economic Calendar
    • Various-Topics

© 2018-2022 MaruliTua All Rights Reserved Worldwide.