Jumat 12 Juli 2024, harga emas mencatat kenaikan signifikan lebih dari 1%, menembus level $2.424 per troy ounce. Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi AS yang dirilis menunjukkan penurunan tak terduga dalam harga konsumen bulan lalu. Pencapaian ini mendekati rekor tertinggi sebelumnya sebesar $2.449,89 per ounce yang tercapai pada 20 Mei, menggarisbawahi kekuatan permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Data inflasi AS mengindikasikan penurunan harga konsumen yang tidak terduga, dengan kenaikan tahunan yang tercatat merupakan yang terkecil dalam satu tahun terakhir. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa tren deflasi mulai kembali dan mendekatkan Federal Reserve (The Fed) pada kemungkinan untuk memangkas suku bunga. Penurunan suku bunga ini dapat mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset yang lebih aman.
Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun anjlok setelah laporan Consumer Price Index (CPI) bulan Juni menunjukkan penurunan tak terduga, menandakan bahwa The Fed mungkin akan segera memulai penurunan suku bunga tahun ini. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun 7,4 basis poin menjadi 4,205%, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun merosot 11,9 basis poin menjadi 4,511%. Penurunan imbal hasil ini menunjukkan pergerakan berlawanan antara harga obligasi dan imbal hasil, di mana satu basis poin setara dengan 0,01%.
Pasar suku bunga berjangka saat ini mencerminkan probabilitas sekitar 85% untuk penurunan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve bulan September mendatang, meningkat dari sekitar 70% sebelum data inflasi terbaru dirilis. Hal ini menandakan ekspektasi pasar yang semakin kuat terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.
Penurunan data inflasi juga menyebabkan dolar AS merosot ke level terendah dalam lebih dari satu bulan, menjadikan emas lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Selain itu, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun mencapai level terendah dalam empat bulan terakhir, menambah daya tarik emas sebagai investasi.
Selama dua hari memberikan kesaksian di hadapan komite Senat dan DPR yang mengawasi bank sentral, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa lembaganya semakin dekat dengan keputusan untuk menurunkan suku bunga. Pernyataan Powell ini semakin memperkuat sentimen positif terhadap emas.
Dengan kondisi suku bunga yang rendah, daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil cenderung meningkat. Saat ini, level support emas berada di $2.370 dan level resistensi di $2.450, menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan di pasar.





