Jakarta — Di era ketika kecepatan dan keamanan transaksi digital menjadi prioritas, PT Privy Identitas Digital (Privy) tampil sebagai penyedia kepercayaan digital (reliable digital trust provider) yang diakui secara nasional maupun internasional. Berdiri sejak 2016, Privy kini memegang posisi penting sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) berlisensi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara inovasi keuangan digital (e-KYC).

Privy memfasilitasi layanan verifikasi identitas, penerbitan sertifikat elektronik, tanda tangan elektronik, hingga login digital melalui PrivyID. Seluruh proses terhubung langsung dengan database Dukcapil Kemendagri, sehingga menjamin tingkat keamanan dan validitas data yang tinggi. Dengan konsep “One pass for all”, pengguna hanya membutuhkan satu identitas digital untuk mengakses berbagai layanan tanpa harus berulang kali mengisi data.
Perjalanan Privy diwarnai sejumlah pencapaian penting, antara lain penunjukan sebagai otoritas sertifikasi lembaga nonpemerintah untuk pelaporan perpajakan elektronik (2022), hingga ekspansi internasional dengan pembukaan kantor cabang di Sydney, Australia. Kehadiran Privy dalam ajang bergengsi seperti Trade Expo Indonesia dan partisipasi dalam seminar perlindungan konsumen turut memperkuat posisinya sebagai pionir digital signature di Indonesia. CEO Privy, Marshall Pribadi, bahkan masuk dalam jajaran Fortune 40 under 40.
Privy menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari tanda tangan digital dengan kekuatan hukum, e-Meterai, penyimpanan dokumen, hingga integrasi API untuk bisnis. Layanan tersebut terbagi dalam dua model: Personal Plan, untuk individu dengan fitur tanpa batas, serta Enterprise Plan, untuk korporasi dengan alur dokumen yang lebih terkontrol dan efisien.
“Privy menghadirkan kemudahan dan efisiensi sekaligus memberikan jaminan hukum pada dokumen digital. Kami ingin menjadi jembatan kepercayaan digital bagi semua sektor,” ujar Endang Sunarti,1 Oktober 2025.

Solusi Privy kini digunakan lintas industri, mulai dari perbankan, multifinance, fintech, kesehatan, asuransi, telekomunikasi, hingga pendidikan. Mitra besar seperti Bank Mandiri, Telkomsel, Kredivo, dan AwanTunai telah memanfaatkan layanan Privy untuk mempercepat transformasi digital mereka. Telkomsel, misalnya, mencatat penggunaan hingga 40.000 dokumen per bulan dengan tanda tangan digital Privy.
Dengan berbagai lisensi, sertifikasi internasional, serta kepercayaan dari regulator dan industri, Privy semakin mengukuhkan diri sebagai penyedia layanan identitas digital terpercaya di Indonesia. Ke depan, Privy berkomitmen untuk terus memperluas adopsi identitas digital dan tanda tangan elektronik demi memperkuat ekosistem ekonomi digital yang aman, efisien, dan berdaya saing global.





